Arsip untuk November, 2011

Kisah Inspiratif : Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi

by Dadang Kadarusman

“Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi TUHAn, pasti memuaskan..”

Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain.

Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?

Adasebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Kisah Inspiratif : Kasih Sayang Suami – Istri

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

17 Komentar

Tambang Batu Bara di Tuban, Manfaat atau Mudarat?

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Kabar ditemukannya kandungan batu bara di Bumi Ronggolawe yang diwartakan oleh beberapa koran akhir-akhir ini semakin memberikan gambaran bahwa di dalam bumi para wali ini terkandung limpahan kekayaan alam berupa sumber energi tak terbarukan. Di samping minyak bumi yang sedang diekpoitasi oleh JOB Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan Pertamina sendiri, juga potensi kandungan gas alam yang belum diekplotasi.

Kalau memang benar kandungan batubara tersebut besar dan layak untuk dieksploitasi, apakah pertambangan batu bara tersebut akan bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tuban? atau justru nantinya akan membawa dampak yang yang menyangsarakan masyarakat Tuban baik saat eksplorasi, eksploitasi maupun paska penambangan di kemudian hari?

Mengingat kebanyakan tambang batu bara di Indonesia adalah dilakukan dengan cara penggalian secara terbuka (open pit minning), cara ini akan dapat mengubah secara total baik iklim maupun tanah. Hal ini akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu . Dan pada akhirnya akan terbentuk kubangan-kubangan raksasa paska habisnya deposit batu bara.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

4 Komentar

12 Kata “Jangan Menunggu” Yang Perlu Dihindari

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU

Oleh : Khozanah Hidayati

Peristiwa yang kemudian kita peringati sebagai hari pahlawan, yakni tanggal 10 November 1945 atau tepatnya 66 tahun yang lalu, jarang orang mengetahui bahwa peristiwa pertempuran yang sangat dahsyat nan heroik tersebut sebenarnya dipicu atau diinsipirasi oleh suatu resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’arie, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, yang sekaligus sebagai Ketua Umum NU saat itu.

Mbah Hasyim atas pertanyaan Presiden Soekarno perihal hukum membela tanah air sehubungan dengan akan datangnya enam ribu tentara Inggris di bawah komando Brigadir Jenderal Mallaby, Panglima Brigade ke-49 (India) yang akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dan bahkan penjajah Belanda dengan tentara NICA-nya (Netherlands Indies Civil Administration) yang sudah terusir pun ikut membonceng tentara Sekutu tersebut.

Hukum membela tanah air yang dipertanyakan Soekarno tersebut tentunya bukan membela Allah ataupun membela Islam. Sekali lagi, membela tanah air! Mbah Hasyim kemudian memerintahkan KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan kiai lain untuk mengumpulkan kiai se-Jawa dan Madura. Para kiai dari Jawa dan Madura itu lantas rapat di Kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO), Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, dipimpin Kiai Wahab Chasbullah pada 22 Oktober 1945. Pada 23 Oktober 1945, KH Hasyim Asya’rie atas nama Pengurus Besar NU mendeklarasikan seruan jihad fi sabilillah, yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad. Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

BADAI CINTA DI MUSIM SEMI (Satu)

ARRABIUL ASHIF

Karya :  Najib Kailani

Diterjemahkan Oleh :  Setyono MP *

Kereta melintasi areal pertanian yang membentang antara Kampung Sanbat dan Syarsabah. Dalam kalbunya terpendam gumpalan amarah, kepedihan dan kesedihan. Bayangan kota Kairo yang indah dan anggun di mana ada secercah sinar kehidupan, teman-teman, penduduk, kenangan-kenangan indah dan bayangan kampung yang penuh kedamaian, keteduhan dan kerukunan menjejali pikirannya.

“ Kapan sampai ke Syarsabah?, “ tanya Manal cemas pada Pak Kusir

“ Sebentar lagi. Sekarang kita berada di Kampung Husain, setelah itu Kampung Sahmiyah, dan di sebelahnya terletak Kampung syarsabah. Sebuah kampung besar. Berpenduduk sekitar 15.000 jiwa.”

Ini saat pertama Manal pergi ke pedesaan. Sebelumnya ia tinggal di Kairo, di Kampung Sayyidah Zainab. Menempuh pendidikan MI dan SMP di sana. Lantas melanjutkan sekolah di Akademi Keperawatan. Setelah lulus ia bekerja di sebuah Rumah sakit.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Belajar Sukseklah dari Steve Jobs !

Kematian Sang Maestro “Apple” Steve Jobs, sungguh mendunia dan marak  dibicarakan di mana-mana. Baik media massa offline dan media online sangat gencar memberitakan sosok legendaris tersebut.

Kematian Steve Jobs yang menyedot perhatian dunia beberapa waktu lalu membuat penulis penasaran ingin tahu riwayat hidupnya. Banyak orang mengelu-elukannya dan menyebutnya sebagai seorang penemu, businessman, dan inspirator dunia modern. Produk-produk yg dihasilkan atas rancangan Steve Jobs adalah iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dan lain sebagainya.

Setelah penulis telurusi biografi singkatnya dari beberapa media offline maupun media online, ternyata ada tiga faktor penentu kesuksesan Steve Jobs. Ketiga faktor penentu tersebut adalah : memanfaatkan perasaan terbuang, perasaan kehilangan, dan selalu ingat mati.

 

Faktor Pertama :  Perasaan terbuang.
Steve Jobs lahir dari rahim mahasiswi muda yang hamil di luar nikah dengan seorang lelaki yg tidak tamat SMA.  Kelahirannya tidak dikehendaki,  sehingga Ibu kandungnya berniat akan memberikan sang anak kepada seorang pengacara dan istrinya. Singkat kata Steve Jobs kecil diadopsi hingga pada umur 17 tahun beliau dikuliahkan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

3 Komentar

Tragedi Libya, Pelajaran Berharga Bagi Kita

Oleh Sri Endang Susetiawat

Tragis! Sangat tragis! Akhir dari perjalanan hidup Khadafi yang sangat tragis! Terus diburu oleh rakyatnya sendiri, saat ketemu langsung ditembak, ditangkap, lalu dipukuli rame-rame, diinjak-injak, kemudian rambutnya ditarik, diseret-seret dengan menggunakan mobil, hingga menemui ajalnya. Anak-anaknya, dan para pengawal setianya pun mengalami nasib tragis yang nyaris serupa.

Wow..! Luar biasa…. kejam, dan –maaf- tidak beradab! Meskipun, kita tahu bahwa selama empat dekade Khadafi berkuasa sebagai diktator telah banyak melakukan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan pada rakyatnya sendiri yang dianggap sebagai lawan politiknya. Singkatnya, nasib tragis kematian Khadafi dianggap sebagai karma yang sepadan atas perbuatannya sendiri.

Benarkah demikian? Entahlah, nalar dan nurani ini tetap saja tidak bisa membenarkan aksi-aksi biadab seperti itu. Amat mungkin, karena kita telah berada di suatu zaman modern, dimana cara-cara penyelesaian konflik tidak lagi berpatokan pada era zaman dahulu. Kekuasaan harus direbut melalui cara-cara kekerasan, pertumpahan darah dan bumi hangus atas mereka yang dianggap musuh.

Tentu saja, masyarakat Indonesia pernah mengalami masa-masa seperti itu. Ambillah contoh, pada masa-masa zaman Kerajaan dahulu, dimana perebutan tahta kerajaan harus melalui aksi peperangan hingga tetes darah penghabisan. Selanjutnya, pertengahan tahun 60-an, adalah proses peralihan kekuasaan dari Orla ke Orba yang cukup membawa korban di masa Indonesia modern, pada masa seperempat tahun Indonesia merdeka. Meski terbatas, jelang kejatuhan penguasa Orde Baru pun sempat diwarnai oleh jatuhnya korban di kalangan rakyat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.