Tambang Batu Bara di Tuban, Manfaat atau Mudarat?

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Kabar ditemukannya kandungan batu bara di Bumi Ronggolawe yang diwartakan oleh beberapa koran akhir-akhir ini semakin memberikan gambaran bahwa di dalam bumi para wali ini terkandung limpahan kekayaan alam berupa sumber energi tak terbarukan. Di samping minyak bumi yang sedang diekpoitasi oleh JOB Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan Pertamina sendiri, juga potensi kandungan gas alam yang belum diekplotasi.

Kalau memang benar kandungan batubara tersebut besar dan layak untuk dieksploitasi, apakah pertambangan batu bara tersebut akan bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tuban? atau justru nantinya akan membawa dampak yang yang menyangsarakan masyarakat Tuban baik saat eksplorasi, eksploitasi maupun paska penambangan di kemudian hari?

Mengingat kebanyakan tambang batu bara di Indonesia adalah dilakukan dengan cara penggalian secara terbuka (open pit minning), cara ini akan dapat mengubah secara total baik iklim maupun tanah. Hal ini akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu . Dan pada akhirnya akan terbentuk kubangan-kubangan raksasa paska habisnya deposit batu bara.

Untuk itu sesuai termuat dalam UU no. 4 tahun 2009 bahwa pemkab berwewenang untuk melakukan eksplorasi awal perlulah kiranya dilakukan. Sehingga penginventarisasian, penyeledikan serta penelitian dalam rangka untuk memperoleh data-data jumlah atau kwantitas dan kwalitas deposit yang ada maupun sifat, bentuk dan karakteristik deposit yang ada di bawah permukaan tanah bisa didapatkan.

Sehingga kalau eksplorasi awal tersebut sudah dilakukan. Nantinya bisa dilakukan kajian lebih mendalam tentang “grand scenario” perihal pertambangan batu bara di Bumi Ronggolawe ini.

Di “grand scenario” tersebut bisa dipetakan letak Wilayah Pertambangannya (WP) dan juga didapat estimasi kasar jumlah deposit batu bara yang bisa dieksplotasi dan dengan kwalitas yang seperti apa. Juga bisa digambarkan kira-kira metode apa yang bisa digunakan untuk melakukan pertambangan batu bara tersebut sehingga dampak lingkungan yang diakibatkan bisa ditekan seminimal mungkin. Serta tata cara dan tata kelola reklamasi paska pertambangan atau reklamasi seperti apa yang akan diterapkan sehingga reklamasinya bisa berjalan sesuai rencana dan minim penyimpangan di kemudian hari.
Jangan sampai tata kelola reklamasi yang direncanakan sama seperti yang ada di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang mana kondisinya saat dan paska pertambangan banyak yang memprihatinkan. Yakni ratusan kubangan raksasa menganga tak terurus yang berderet-deret dengan lahan kritis di samping kanan dan kirinya. Padahal para pengelola pertambangan sudah menyetor dana reklamasi ke rekening pemerintah, namun reklamasi yang dilakukan tidak sesuai harapan. Akibatnya lahan bekas tambang akan merupakan beban bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

Kita tentu berharap agar Pemkab Tuban sebagai benteng terakhir aparat pemerintah yang akan memberikan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) baik IUP ekplorasi maupun IUP produksi tidak akan gegabah dan tergesa-gesa karena tergiur tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam memberikan ijin tanpa melakukan penginventarisasian, penyeledikan serta penelitian di atas serta tanpa ada kajian Amdal (Analisa Mengenai Sampak Lingkungan) yang kompresensif.

Bahkan kalau dikira perlu penginventarisasian, penyeledikan serta penelitian tersebut bisa dilakukan oleh Pemkab Tuban sendiri, misalnya lewat BUMD. Agar data-data yang didapat benar-benar objektif serta bisa digunakan untuk menaiklan “bergaining position” Pemkab Tuban di mata investor. Sehingga nantinya hasil maksimal bisa dinilkmati masyarakat Tuban. Bukan malah masyarakat Tuban hanya menikmati dampak buruk dari adanya pertambangan batu bara ini.

Akhirnya jadi tidaknya pertambangan batu bara tersebut harus dipulangkan kepada kemashlahatan masyarakat Tuban dan tentunya kemaslahatan lingkungan hidup. Dampak lingkungan yang ditimbulkannya harus bisa ditekan seminimal mungkin sampai ke dalam taraf yang bisa diterima dan dibenarkan oleh perundang-undangan yang berlaku.

Agar hasil yang di dapatkan oleh pemkab Tuban lebih maksimal tentunya juga diperlukan payung hukum yang memadai. Untuk itu pihak eksekutif dan legislatif daerah Tuban harus segera mengantisipasinya untuk mempersiapkan peraturan daerah yang akan memayungi adanya tambang batu bara ini. Baik dari segi tata cara dan tata kelola pertambangan dan reklamasinya maupun adanya retribusi daerah serta pajak daerah yang berkenan dengannya. Sehingga nantinya akan didapatkan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan namun tidak mengesampingkan masalah lingkungan dan juga masalah sosial.

Bahkan kalau dipandang sangat menguntungkan dan dari aspek kapabilitas bisa diterima, usaha pertambangan batu bara dari bumi para wali ini bisa diusahakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuban sendiri atau perusahaan lokal Tuban. Hal ini agar nantinya dalam pelaksanaanya benar-benar melibatkan secara penuh tenaga kerja lokal Tuban. Bukan seperti usaha pertambangan bahan-bahan semen yang marak sekarang ini, yang pemanfaatan tenaga lokal Tuban sangat minim sekali. Sehingga benar-benar bisa membawa efek ekonominya yang langsung bisa dinikmati masyarakat secara luas (Nopember 2011).

About these ads

, , , , , , , ,

  1. #1 by Ahmad Mustoin on November 13, 2011 - 11:16 am

  2. #2 by Agus Misbahul Munir on November 26, 2011 - 6:35 pm

    Bicara UU No 4 Tahun 2009 banyak aparat tingkat daerah yang kurang bisa mencerna sehingga ada kesan di masyarakat bahwa ijin usaha pertambangan rakyat dipersulit.

  3. #3 by andi prabowo on Desember 29, 2011 - 3:45 pm

    bener tu bu batubara ??? bener potensi nya cukup untuk di keluarkan izin…..di cek bu….biar investor tertarik….

  4. #4 by Fadhilatul Laila on Februari 26, 2012 - 4:06 pm

    judulnya menginspirasi saya yang sedang mencari ide untuk lomba essay…….
    Matur Nuwun Bunda…… :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: