Arsip untuk Februari, 2012

Badai Cinta di Musim Semi (Bagian 2)

Karya Najib Kailani

Penerjemah : Setyono MP *

            Manal menoleh ke arah orang itu. Kulitnya kuning.Perutnya buncit. Pakai jubah jelek. Lalu, gadis itu kembali sedih. Ia merasa lembaran hidup barunya penuh keterasingan, kepiluan dan kepedihan.

            Pagi-pagi Abdul Mukti bangun.Duduk sendiri di ruang bercahaya redup.Duduk termenung di samping tembok.Bersandar bantal lusuh.Tampak selimutnya yang kumal bercampur beberapa potong pakaiannya.Abdul Mukti punya lima saudara yang semuannya petani.Saudaranya. punya banyak anak.Tinggal di sebuah rumah sempit.

            Abdul Mukti terus merenung.Sarapan berupa segelas susu segar, sepotong keju dan roti kering tak disentuhnya.Ia hanya mengambil sebatang rokok dari kotak kaleng berkarat. Pagi itu ia tak berselera makan. Otaknya penuh kertas dan pena. Kedua benda itu merupakan bagian besar dari hidupnya. Ia tak jadi petani seperti ayah dan saudaranya.Sejak kecil sudah hafal al-Qur’an. Pandai membaca dan menulis. Menguasai beberapa kitab fikih klasik..Suka baca koran dan majalah. Di kalangan petani, ia termasuk orang yang disegani..Ia yang menuliskan surat-surat untuk mereka dengan gaya bahasa yang anggun. Menerangkan pada mereka soal undang-undang dari Departemen Pertanian, aturan-aturan dalam koperasi, tata cara membayar pajak, harga pupuk dan  dan kapas serta sesuatu yang berkaitan dengan bidang pertanian. Ia juga menjelaskan semua masalah yang terjadi di kalangan petani. Pokoknya  Abdul Mukti benar-benar orang berwibawa di kampung. Ia begitu berani jika menghadapi Pak Kades, tokoh masyarakat dan petugas penarik pajak. Bila ada orang yang membuatnya susah atau mempersulit urusannya, ia tak segan-segan memaksa salah seorang dari mereka untuk menanda tangani berkas-berkas yang ia butuhkan. Pena dan kertas selalu di tangannya. Lembaga-lembaga kemanusiaan menerima semua proposal dan mewujudkan program-program kerjanya, walau kadang ia salah melaksanakan prosedurnya. Semua warga kampung masih ingat saat  Abdul Mukti menjatuhkan seorang tokoh hingga ia dijebloskan dalam penjara.Di sinilah peran penting Abdul Mukti. Kata para petani langkah dan strateginya seperti rantai emas. Bila bersumpah, pasti memenuhi sumpahnya. Pertolongannya mantap walau terlambat.Dendam adalah wataknya. Ia benci mereka yang di atasnya, hingga ia sangka merekalah penyebab kemiskinannya, penyebab sakitnya…..serta setengah buta di salah satu matanya dan sedikit gangguan di perutnya..Semua warga menganggapnya orang yang bangga terhadap perjuangannya demi sebuah Rumah Sakit. Dan berdirinya Rumah Sakit di kampung punya sejarah panjang. Sejak proyek itu dimulai, selama bertahun-tahun sumbangan mengalir deras. Semua uangnya dikantongi pejabat daerah, lalu muncul berita di koran bahwa pejabat tadi menyumbang banyak dari kantong pribadinya.Ia mengangkat isu itu untuk mempromosikan dirinya menghadapi Pemilu. Zaman berputar. Janji-janji menumpuk. Penduduk kampung tak menemui harapan., hingga Abdul Mukti mengambil pena, menulis artikel, mulai melancarkan kritik di Koran hingga terjadi polemik  besar di media massa., lantas terjadi revolusi. Ia berjuang hingga mimpi besar warga terwujud..Dan Rumah Sakit jadi kenyataan. Di hari pembukaan Rumah Sakit Abdul Mukti pakai jubah wol dan kopiah berwarna putih susu.  Tasbih coklat di tangannya.Tongkat tergantung di lengannya.Ia berdiri di pesta peresmian Rumah Sakit itu.Membaca puisi panjang karya Ibnu Syaddad dan Abu Zaid al-Hilasi.

            Kalian memuliakan kami…..Cinta halaman rumah kami

            Syarsabah meraih prestasi

            Orang-orang bangga dengan lembah kami

            Kemuliaan dan kedamaian milik manusia bertakwa

 

            Saat itu warga tersenyum, mengejek puisi Abdul Mukti. Hanya musik yang mengiringi yang menarik perhatian para petani.Mereka bertepuk tangan lama sekali Padahal dalam pandangtan mereka, Abdul Mukti orang yang disegani., yang  membangun Rumah Sakit, yang mengerti segalanya, dan tak kalah selamanya.

            Pagi itu Abdul Mukti tak menghiraukan semua itu.Ada satu hal yang menggunjang jiwanya. Pikiran melelahkan merambat ke dalam hatinya seperti mengalirnya air ketika turun ke tanah. Ya, Manal yang menggoda hatinya .Manal seorang suster baru. Gadis asing yang masuk kampung.Namanya beredar di setiap rumah.Setia hati merindukannya..Orang yang belum pernah melihatnya pasti penasaran. Seakan-akan ia seorang Ratu yang jadi buah bibir di tengah kampung yang memasuki zaman baru., hingga cahaya peradaban menyinari rumah-rumah penduduknya.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Do’a Untuk Suamiku (2/2)

Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang menjadi bagian dari hidupku.

Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat kekasih-Mu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Pidato Kunjungan Habibie ke Garuda Indonesia

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE
Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Do’a Untuk Suamiku (1 / 2)

Ya Allah….

Jadikanlah ia

Orang terakhir dalam hidupku

Ya Allah. ..

Tiadalah kupintakan sosok yang sempurna,

Kupintakan ia menerimaku apa adanya,

Menerima segala kekuranganku,

Yang menjadikan ia sempurna dengan cintaku,

Yang menjadikan aku sempurna dengan cintanya,

Yang menjadi sayap kehidupanku,

Ya Allah…jadikanlah ia…

Orang terakhir dalam hidupku,

Orang terakhir dalam hatiku,

Orang terakhir yang mengisi hari-hariku,

Jadikan pulalah ia…

Imam terakhir tuk aku dan anak-anak kami,

Panutan bagi kami keluarga kecilnya

Suami yang menjadi teman dan sahabat terbaikku,

Yang menguatkanku saat diri ini lemah,

Jadikanlah senyumku penawar kelelahannya,

Jadikanlah tawaku pelepas dahaganya,

Jadikanlah hidup kami sempurna dihadapanMu,

Yang bersamanya bergenggaman tangan berjalan bersama menyusuri tangga menujuMu,

Ya Allah…jagalah hati kami,

Memegang kesucian cinta, kasih sayang dan kesetiaan kami…

آمِيّنْ ​​أميــــن يــارب العـالــمين

Posted with WordPress for BlackBerry.

,

Tinggalkan sebuah Komentar

Menyoal Kenaikan Anggaran DPR

Sangat tak pantas Dewan Perwakilan Rakyat menikmati kenaikan anggaran kegiatan hingga hampir dua kali lipat pada tahun ini. Anggaran yang besar bisa jadi hanya akan dihambur-hamburkan, lantaran kinerja mereka selama ini begitu buruk. Target Program Legislasi Nasional jauh dari tercapai, fungsi pengawasan tak berjalan optimal, dan sudah bukan rahasia lagi bahwa para politikus Senayan ini berlumur korupsi.

Anggaran kegiatan Dewan dan kesekretariatan jenderal itu naik dari Rp 1,75 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 2,9 triliun pada tahun ini. Sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang, mencapai Rp 1,64 triliun. Lalu belanja pegawai Rp 446 miliar. Sisanya untuk belanja modal, anggaran sekretariat jenderal, dan alat kelengkapan Dewan. Dana untuk alat kelengkapan Dewan, misalnya, naik 30 persen menjadi Rp 224 miliar.
Dewan semestinya tak menyalahgunakan wewenang budgeting untuk mempergemuk anggaran mereka sendiri. Apalagi politikus Senayan selama ini kurang produktif dan cenderung menghamburkan anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri. Sebagian di antara mereka juga terperosok dalam praktek permainan proyek.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Kemuliaan Ahlul Bait

Hatiku merana
Jiwaku gelisah
Kuenakkan tidur
namun anehnya aku tak bisa pejamkan mata
Siapakah kiranya yang dapat mengantarkan suratku buat Al-Husain
Walau banyak jiwa- jiwa yang membenci risalah itu
Sayyid Husain dipenggal tanpa berbuat salah
Seolah bajunya dicelup dengan pewarna merah
Pedang yang menghunus adalah bencana
Tombak yang membunuh adalah ratapan
Ringkik kuda adalah tangisan
Bumi bergoncang karena keluarga Muhammad
Hampir saja gunung meletus karenanya
Bintang surut dan mengkerut
Tirai terkoyak,
saku terobek
Nabi dari keluarga Hasyim yang diutus dishalawati
Tetapi para keturunannya diperangi!!!
Kontradiksi yang sungguh mengherankan
Sungguh jika mencintai keluarga nabi adalah dosa
Maka itulah dosa yang tak akan kutaubati
Ahlul bait adalah para penolongku di hari kiamat nanti
Hari ketika semua bencana terlihat nyata
(Imam Syafi’i)

Posted with WordPress for BlackBerry.

, , ,

2 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.