Archive for category Berita NU / PKB
Said Agil: Kanal Politik NU Adalah PKB
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB pada Juni 6, 2011
Pasuruan : Selain dihadiri oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjennya Imam Nahrawi, pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan periode 2010-2015 di Ponpes Is’adul Ummah di Desa Susukan, Kecamatan Pohjentrek Sabtu (4/2011), juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj.
Dalam pidatonya, KH Said Agil Siradj dihadapan para kader PKB dan warga Nahdliyin menegaskan, jika kanal politik Nahdlatul Ulama (NU) adalah PKB. Sebab menurutnya, PKB adalah merupakan satu-satunya partai yang terlahir dari rahim NU, tidak seperti partai berazaskan Islam lainnya.
“Lupakanlah masa lalu yang kelam dan jadikan pelajaran untuk masa depan. NU dan PKB harus bersatu, karena PKB adalah milik warga Nahdliyin” jelas KH Said Agil Siradj, Ketua Ketua Umum PBNU dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan yang baru.
Said pun menuturkan, jika bukan warga Nahdliyin, lantas siapa yang kemudian akan menjadi pendukung setia partai yang didirikan oleh para ulama tersebut. Tak hanya itu, karena PKB adalah merupakan alat perjuangan warga Nahdliyin untuk memperjuangkan ajaran ahlus sunnah wal jamaah di negeri ini.
Selain berbicara soal politik, Said juga sempat menyinggung mengenai berbagai aliran sesat di Indonesia yang kini terus memojokkan NU. “Dengan PKB, warga Nahdliyin akan terus mengawal ajaran yang sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah. Karena PKB adalah kanal politik NU” ujar kepada ribuan warga Nahdliyin. (Dikutip dari beritajatim.com, 6 Juni 2011).
PKB Lebih Baik Islah
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada April 18, 2011
Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) islah. Tujuannya agar suara Nahdlatul Ulama (NU) mengarah pada satu partai. Sebab, posisi tawar PKB akan semakin berkurang jika PKB Yenny muncul dan PKB Muhaimin gagal.
“Sebaiknya partai dengan konstituen massa NU, seperti PKB, PKNU dan PPNUI bersatu. Karena, kasihan konstituen NU yang suaranya akan terpecah,” ungkap Burhanuddin kepada SP, selasa (12/4).
Menurutnya, tidak ada yang diuntungkan jika akhirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah menjadi dua, yaitu PKB Muhaimin Iskandar dan PKB Yenny Wahid.
“Baik PKB Muhaimin maupun PKB Yenny akan bertarung di kavling yang sama, yaitu massa Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga, tidak ada yang menang atau saling merugikan,” kata Burhanuddin kepada SP, Selasa (12/4).
PKB Targetkan 100 Kursi di DPR Pada Pemilu 2014
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB pada Maret 13, 2011
Jelang Mukernas PKB
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan perolehan 100 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat pada pemilihan legislatif 2014 mendatang. Untuk mencapai target itu, menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, Hilmi Faisal, partainya butuh dukungan dari para kiai. Sebab itu, penggerak partai ini sekarang gencar melakukan rekruitmen kiai di kampung-kampung.
“Kami akan membentuk majelis kiai kampung untuk memperluas jaringan partai,” kata dia dalam jumpa pers persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Forum Kerjasama Program (Foksam), di Jakarta, Ahad (13/3).
Mukernas akan digelar pada 15 hingga 16 Maret 2011 nanti. Target perolehan kursi di parlemen merupakan salah satu topik yang akan dibahas. Dalam musyawarah, sebanyak 1.202 peserta diperkirakan hadir, terdiri dari seluruh pengurus, anggota dewan, dan para kepala daerah dari PKB, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pengurus pusat. Selain itu, sejumlah kiai pendukung akan hadir. Dijadwalkan, Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang akan membuka mukernas.
HUDANOOR Resmi Menang Telak
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Maret 7, 2011
PEMILUKADA TUBAN 2011.
Tuban – Meski pada awalnya banyak pengamat memprediksi Incumbent bakal bersaing ketat dengan HUDANOOR, tetapi hasil rekapitulasi KPUK Tuban menjawab lain prediksi tersebut. Dalam Pemilukada 2011 yang digelar pada 1 Maret lalu, pasangan nomor urut 2 itu tertinggal jauh dibandingkan pasangan calon yang diusung oleh PKB bersama PPP, Gerindra dan PBB tersebut.
Yang menarik, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada oleh KPUK Tuban ini, Golput masih “memperoleh rangking” dua dalam hal “perolehan suara”, yakni 215,963 atau selisih 8892 suara lebih tinggi dari perolehan Incumbent.
Secara keseluruhan, hasil rekapitulasi itu menempatkan pasangan nomor 4 HUDANOOR pada peringkat pertama dengan perolehan suara sah sebanyak 374.147 suara atau 55,18 persen. Urutan kedua diperoleh pasangan nomor 2 Kristiawan-Haeny dengan perolehan 207.894 suara atau 30,66 persen.
Kemenangan HUDANOOR, Kemenangan Rakyat TUBAN
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Maret 2, 2011
Oleh : Ahmad Mustofa
Sudah bisa dipastikan bahwa Pemilukada Tuban 2011 yang digelar kemarin (01 Maret 2011) dimenangkan oleh Pasangan HUDANOOR dengan skor yang sangat meyakinkan melebihi 55%, dibandingkan dengan rival terberatnya yakni Pasangan petahana (incumbent) TANI yang mendapatkan dukungan suara tidak lebih dari 30%. Sementara dukungan buat empat pasangan lain total hanya berkisar 15%.
Walau ini belum secara resmi diumumkan oleh Penyelenggara Pemilukada yakni KPUK Tuban, namun secara data bisa diyakinkan bisa dipastikan HUDANOOR akan duduk sebagai Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban periode 2011 – 2016 menggantikan Heany Relawatie – Lilik S. Baca entri selengkapnya »
Prinsip-prinsip Kepemimpinan HUDANOOR
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik, Berita NU / PKB pada Februari 23, 2011
Setelah Fatwa Kiai itu Dipatuhi
Setelah mematuhi fatwa kiai, dan melaksanakan perintah Allah SWT, H. Fathul Huda (Cabup Tuban yang berpasangan dengan cawabup IR. Noor Nahar Husein, dan pasangan ini biasa disingkat HUDANOOR) akan mengembangkan empat kultur dalam kepemimpinannya, yaitu tentang kesejahteraan, kedamaian, mapan dalam urusan ekonomi, sehat jasmani dan rohani. Inilah penuturannya :
TASAMUKH
Ada empat kultur yang akan saya kembangkan, yang pertama adalah Tasamukh atau toleransi. Artinya saya tidak akan mengembangkan budaya atau manajemen konflik. Yang akan saya kembangkan adalah manajemen kebersamaan, yakni toleransi lintas agama, lintas golongan, lintas etnis, lintas partai, dalam urusan muammalat dan muasyarah.
Utuhnya Jasad Gus Dur dan Kekerasan Berbau Agama
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Opiniku pada Februari 22, 2011
Berita amblesnya makam Gus Dur dalam minggu lalu (Selasa 15/2/2011), yang juga memperlihatkan kalau jasadnya masih utuh dan bahkan kain kafannya yang masih bersih, akhirnya memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Baik yang sinis maupun yang takjub dengan peristiwa ini. Namun ada juga yang menanggapi dengan biasa-biasa dan menduga-duga atau berspekulasi.
Peristiwa amblesnya makam Gus Dur dan terlihat kalau jasadnya masih utuh serta kain kafannya masih bersih, yang fenomena tersebut mengiringi terjadinya kerusuhan berbau SARA atau kekerasan mengatasnamakan agama yang terjadi mulai dari Pandegelang Banten, Temanggung Jawa Tengah dan terakhir di Pasuruan Jawa Timur. Seolah Tuhan memberikan peringatan akan perjuangan yang pernah diperjuangkan oleh Gus Dur semasa hidup dahulu.
Foto Kespektakuleran Kampanye HUDANOOR di Stadion Lokajaya Tuban
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Februari 21, 2011
Tuban; Kampanye terakhir pasangan HUDANOOR yang dihelat di stadion Lokajaya Tuban kemarin benar-benar spektakuler dan meriah sekali. Ini ditandai dengan di hadiri oleh sekitar lebih dari enam puluh ribu-an masa, pendukung dan simpatisan HUDANOOR dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. “Ini merupakan sejarah baru bagi Tuban. Suatu kampanye yang di hadiri masa sebanyak ini, ya baru kali ini” Kata Miyadi Ketua Tim Pemenangan HUDANOOR.
Mereka berdatangan dengan segala macam kendaraan, mulai dari roda dua, rombongan menggunakan bus, mini bus, truck bahkan dump truck maupun mobil-mobil pribadi. Saat mereka memasuki kota tUban mereka tidak henti-hentinya meneriakkan slogan HUDANOOR yang menunjukkan keinginan mereka HUDANOOR memenagkan pemilukada 2011 nanti.
Foto-foto dari kespektakuleran dan kemeriahan acara kampanye ini bisa disaksikan di bawah ini.
Masa dengan antusias berjoget mengikuti irama musik yang dimainkan

Selain Tetap Utuh, Jasad Gus Dur Juga Bersinar
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada Februari 18, 2011
Di Balik Amblesnya Makam Gus Dur
Pasca amblesnya makam KH.Abdurahman Wahid atau Gus dur, keluarga besar almarhum tokoh pluralis langsung menggelar rapat internal. Tidak ada yang tahu isi pembahasan rapat bani Hasyim tersebut. Namun dipastikan rapat ini tidak lepas dari amblesnya makam Gus Dur yang berakibat terlihatnya kain kafan yang masih bersih serta utuhnya jasad Presiden RI ke IV tersebut.
Salah satu orang dekat keluarga besar bani Hasyim, Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) membenarkan jika fenomena langka itu sedang dalam pembahasan internal keluarga. “Saya sekarang lagi di Jakarta dan keluarga sedang bahas masalah amblesnya makam Gus Dur,” terang Gus Aam yang juga pengasuh ponpes Tambakberas ini, Jumat (18/2/2011).
Subhanallah! Makam Gus Dur Ambles, Jasad Masih Utuh
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada Februari 18, 2011
Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.
Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.
Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini. “Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru,” kata Zainul, Jumat (18/2/2011).
Revalitas PKB – PPP, Siapa Juara?
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada Februari 17, 2011
Jakarta – Ketegangan partai berbasis Nahdlatul Ulama (NU) antara PKB dan PPP belakangan mencuat ke publik. Momentum kerusuhan atas nama agama, menjadi pemantik bagi PKB menyerang PPP. Siapa juara meraih hati nahdliyin dalam Pemilu 2014?
Pertarungan Pemilu 2014 sejatinya telah dimulai sejak Pemilu 2009 usai. Faktanya, di lapangan ketegangan antarpartai politik maupun di internal koalisi juga mencuat. Hal itu tak lebih upaya pemanasan dalam Pemilu 2014 mendatang. Kini ketegangan itu juga dirasa kuat terjadi antara PPP dan PKB. Dua partai yang mengaku dekat dengan kalangan nahdliyin.
Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik, Berita NU / PKB pada Februari 16, 2011
Oleh : Akhmad Sahal, KADER NU, KANDIDAT PHD UNIVERSITAS PENNSYLVANIA
Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”
Seperti dituturkan ahli tafsir dan sejarawan muslim terkemuka pada abad ketiga Hijriah, Imam Ibn Jarir Al-Tabari (838-923), dalam kitabnya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) atau yang dikenal sebagai Tarikh al-Tabari, Musailamah bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi Nabi. Beberapa bulan sebelum berkirim surat, Musailamah ikut dalam delegasi dari Yamamah yang menemui beliau di Madinah dan bersaksi atas kerasulannya. Delegasi inilah yang kemudian membawa Islam ke wilayah asal mereka dan membangun masjid di sana.
Foto Kemeriahan Kampenye HUDANOOR di Lapangan Lajo Singgahan
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Februari 15, 2011
Tuban; Kampanye perdana pemilukada Tuban 2011 yang diawali oleh kampanye pasangan HUDANOOR yang dilaksanakan di lapangan Lajo Kidul Kecematan Singgahan Kabupaten Tuban pada tanggal 13 Februari 2011 kemarin lusa sungguh sangat meriah. Kampanye tersebut diperkirakan dihadiri mapir dua puluh ribuan pendukung dan konstituen yang simpati pada pasangan cabup – cawabup ini.
Kemeriahan kampanye tersbeut bisa disaksikan dalam rekaman gambar-gambar di bawah ini.
Belasan ribu masa tidak menghiraukan teriknya matahari, mereka rela berdesakan untuk menyaksikan kampanye perdana HUDANOOR
Detik – detik Menegangkan Siapnya KH. Fathul Huda Jadi Cabup Tuban 2011
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Februari 15, 2011
Dituturkan oleh : Ir.H.Noor Nahar Husin, M,Si (CAWABUP TUBAN)
Sejak lima tahun lalu, Pak Huda selalu menolak untuk dicalonkan menjadi bupati Tuban. Saya ditugasi PKB untuk mendesak agar Pak Huda mau dicalonkan, namun rayuan saya selalu ditolaknya. Menjelang diadakannya Pemilukada Tuban tahun 2011, niat untuk mencalonkan Pak Huda timbul kembali. Karena waktu sudah mendesak, maka diadakan pertemuan seluruh kiai dari unsur PKB dan NU, di rumah saya. Kita harus punya calon dari unsur NU untuk maju dalam Pemilukada 2011, dan harapan para kiai untuk mencalonkan Pak Huda belum bisa terlaksana.
Karena Pak Huda belum bersedia, akhirnya saya diputuskan menjadi calon dari NU dan PKB untuk maju. Dengan sangat berat, saya menerima amanat itu. Tapi sebelum saya menerima, saya nyatakan kalau sewaktu-waktu Pak Huda mau, bahkan pada detik-detik terakhir nanti Pak Huda kerso maju atau bersedia dicalonkan, maka saya akan geser atau mundur menjadi calon.
Bermula dari Sebuah SMS dari Tanah Suci Makkah
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Februari 15, 2011
Mematuhi Fatwa Kiai, Melaksanakan Perintah Allah SWT
Berikut ini adalah sepenggal cerita di balik majunya Bapak KH. Fathul Huda dalam pencalonan maju di Pemilukada Tuban 2011. Sebagaimana dituturkan sendiri oleh beliau.
Sebelum membaca cerita di bawah ini perlu diketahui bahwa pada awalnya beliau selalu menolak untuk dicalonkan oleh beberapa partai politik di Tuban untuk maju dalam Pemilukada Tuban 2011. Walaupun banyak sekali tokoh-tokoh lokal dan nasional yang mendorongnya untuk maju.
KETIKA itu saya dan istri masih berada di Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Seluruh proses ibadah haji memang sudah kami lakukan, yang menurut syariat hukumnya sudah sah. Kemudian masih tinggal beberapa hari di Makkah menjelang ziarah ke Madinah. Saat itulah sebuah SMS masuk ke HP saya yang isinya, “Pak Huda harus pulang ke Tuban sebelum tanggal 30 November 2010, karena masyarakat Tuban sudah menunggu kedatangan Pak Huda. Ini sifatnya LABUDDA (tidak boleh tidak), karena batas akhir pendaftaran calon bupati adalah 30 November 2010.”
Cak Imin: Tak Ada Kiai PKB yang Nyebrang ke PPP
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada Februari 14, 2011
Jakarta, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling berebut pengaruh para kiai. Namun, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, tidak ada kiai yang ‘menyeberang’ ke partai pimpinan Suryadharma Ali tersebut.
“Bukan kiai PKB itu, kiai PKNU saja satu dua orang,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu saat ditemui usai rapat tentang Percepatan Pembangunan Papua di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/2/2011).
Menurut Cak Imin, beberapa kiai PKB memang sempat diundang hadir ke acara yang digelar Suryadharma di Pesantren Al-Hikmah, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (13/2) kemarin. Namun, mereka menyatakan kekecewaannya terhadap acara itu.
Kiai Langitan Tolak Bergabung dengan PPP
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB pada Februari 13, 2011
TUBAN – Pimpinan Pondok Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menolak ajakan untuk bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Acara pertemuan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dengan sejumlah pondok pesantren di Kediri beberapa waktu lalu, hanya berupa silaturahmi biasa.
Menurut salah satu pengasuh Ponpes Langitan, Gus Maksum, selain menjaga hubungan silaturrahmi dengan para pimpinan di PPP, Ponpes Langitan. yang dipimpin KH Abdullah Faqih, juga tetap menjaga hubungan baik dengan semua partai Islam. “Jadi, mohon maaf karena kami tidak bisa bergabung dengan PPP,” katanya kepada Tempo lewat telepon, Minggu siang (13/2).
HUDANOOR Nomor 4, Pilihan Tepat Bagi Rakyat Tuban
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Januari 13, 2011
Pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) mendapatkan nomor urut empat. Nomor empat ini sesuai dengan harapan dan keinginan pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB dan Gerindra.
“Pasangan nomor empat adalah nomor yang tepat untuk dipilih rakyat pada 1 Maret mendatang,” ujar M. Miyadi, Ketua Tim Pemenangan HUDANOOR, usai mengikuti proses pengundian nomor urut cabup-cawabup di gedung KSPKP Tuban, Selasa (11/1).
Bahkan, bukan hanya tepat dipilih rakyat saja, partai yang mengusung pencalonan pasangan ini juga empat partai, yakni, PKB, PBB, PPP dan Gerindra. “Jadi semua sudah tepat, sesuai dengan doa kita agar pasangan HUDANOOR mendapatkan nomor empat. Panggilan pengambilan nomor urut juga yang pertama,” tandas lelaki mantan anggota DPRD Tuban itu.
Gus Ipul Isyaratkan Dukung HUDANOOR
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 22, 2010
Menghadapi Pemilukada 2011 Tuban yang tinggal tiga bulan ini, segala pernyataan selalu dikaitkan dengan dukung mendukung cabup-cawabup tertentu. Apalagi jika statmen itu dilakukan seorang tokoh.
Seperti sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat peresmian Proyek Peningkatan Kapasitas Pabrik Tuban (PKPT) PT Semen Gresik (Persero) Tbk di pabrik Tuban, Selasa (21/12).
Dalam sambutannya itu, Wagub Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul menyampaikan kekayaan alam di Jawa Timur yang ada di perut bumi sangat luar biasa. Bahkan, banyak investor kelas wahid yang mengekplorasi kekayaan bumi di Jatim.
Di Jawa Timur ada sekian investor minyak dan gas kelas satu yang telah beroperasi. Selain itu juga ada investor dari Belgia yang akan menggarap batu dolomit. Ternyata dolomit di Jatim termasuk Tuban kualitasnya sangat luar biasa.
Muslimat Dukung Penuh HudaNoor?
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 21, 2010
Dalam menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011 mendatang, salah satu organisasi masyarakat, yakni Muslimat Nahdlotul Ulama Kabupaten Tuban, secara kelembagaan akan bersikap netral.
Meski bilang netral, Ketua PC Muslimat Tuban berharap agar seluruh anggotanya untuk mensukseskan pasangan bakal Calon Bupati H Fathul Huda, dengan pasangannya bakal Calon Wakil Bupati H Noor Nahar Husein, atau yang disingkat HudaNoor.
Sikap yang masih mengambang itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tuban, Hj. Siti Musyarofah kepada wartawan seusai pelantikan kepengurusannya yang dilakukan di Gedung Asrama Haji Milik Kementrian Agama Kabupaten Tuban.
Ia menyatakan secara kelembagaan Mulimat NU itu netral dan menaungi semua warga nahdliyin, juga termasuk Cabup yang ketepatan warga Nahdliyin. “Akan tetapi kami berharap secara pribadi semua warga muslimat untuk mensukseskan Cabub-Cawabub yang Ketua NU dan Mantan Ketua NU, yakni Pak Huda dan Pak Noor Nahar,” jelas Musyarofah.
PPP All Out Menangkan HUDANOOR
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 19, 2010
Kader Ka’bah utamanya di Kecamatan Singgahan bakal all out memenangkan pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR). Sebab, jika pasangan ini gagal meraih kemenangan dalam perhelatan demokrasi lima tahunan, akan membuat kaum nahdliyin semakin terpuruk. “HUDANOOR harus menang, karena diakui atau tidak, Pak Huda membawa bendera NU,” tegas Ketua PAC PPP Singgahan Wahab Hasbullah, Sabtu (18/12).
Dikatakan, pihaknya bersama partai pengusung HUDANOOR yang ada di Kecamatan Singgahan terus melakuakn komunikasi guna memenangkan pasangan cabup-cawabup tersebut. Komunikasi itu juga dilakukan dengan sejumlah kiai dan tokoh masyarakat.
Lilik Soehardjono Dukung HUDANOOR
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 19, 2010
Meski tidak secara tegas, Lilik Soehardjono (wakil Bupati Tuban) menyatakan siap berkampanye untuk kemenangan pasangan HUDANOOR. “HUDANOOR itu ‘dulurku’ mas (saudara-Red), harus dibantu agar menang,” terang Lilik Soehardjono, usai pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) di Alun-alun Tuban, Sabtu (18/12).
Namun, ketika didesak apakah nantinya bersedia masuk menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) pasangan yang diusung PPP, PKB, Gerindra dan PBB itu, lagi-lagi Lilik menyatakan HUDANOOR itu ‘dulurku’. “Silahkan terjemahkan sendiri, yang jelas ‘dulurku’,” terang Lilik.
Setelah dilengserkan dari Ketua Cabang Partai Demokrat, kini dia mengaku menjadi orang netral yang tidak terikat dengan parti politik manapun, sehingga tidak ada persoalan jika mendukung salah satu pasangan cabup-cawab. “Saya sekarang kan jadi orang netral, ya terserah saya mau mendukung yang mana,” tegas mantan Ketua Partai Demokrat itu.
PBNU Berharap Eksponen Awal PKB Bersatu Kembali
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada Desember 17, 2010
Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap eksponen awal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini terpecah dalam PKB Ancol, PKB Parung, dan PKNU dapat bersatu kembali.
“Yang terbaik ketiga kekuatan disatukan, meski saya yakin sangat sulit,” kata Sekjen PBNU Iqbal Sullam saat menjadi pembicara diskusi di kantor DPP PKB Gus Dur, Kalibata, Jakarta, Kamis.
Menurut Iqbal, ketiga kubu sebaiknya kembali ke visi dan misi awal PKB atau kembali ke visi dan misi NU sebagai organisasi yang melahirkan PKB.
Dukungan Keluarga Langitan Dipastikan Ke HUDANOOR
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 11, 2010
Menjelang penetapan cabup-cawabup diprediksi dukungan keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Widang Tuban terhadap pasangan cabup-cawabup pecah.
Semula, hampir dipastikan keluarga Langitan bakal utuh mendukung pasangan Setiadjit-Bambang Suhariyanto (SEHAT). Sebab, Gus Maksum salah seorang putra KH. Abdullah Faqih pimpinan ponpes Langitan merupakan Ketua DPC PKNU yang mencalonkan SEHAT dalam Pemilukada 2011 Tuban.
Dalam deklarasi pasangan cabup-cawabup Fatchul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR), Sabtu (11/12) di pusat pendidikan LP Ma’arif Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, selain dihadiri sejumlah kiai sepuh, empat putra Langitan juga ikut hadir dan menjadi saksi dalam deklarasi pasangan cabup-cawabup yang dicalonkan PKB, Gerindra, PPP dan PBB.
Keempat putra Langitan yang hadir itu diantaranya, Mohammad (Gus Moh) Gus Munif dan Gus Adib. Selain itu, juga tampak hadir ustadz Amirin, mantan Ketua DPC PKNU Tuban.
Ustadz Amirin sendiri, pada 2006 lalu juga menjabat Ketua DPC PKB Tuban bentukan Choirul Anam yang kini menjabat Ketua Umum DPP PKNU.
“Alhamdulillah ustadz Amirin sekarang mendukung HUDANOOR, padahal 2006 lalu sempat menjadi batu sandungan saat pencalonan NonStop (Noor Nahar Husain-Teguh Prabowo),” terang sejumlah pendukung pasangan HUDANOOR.
HUDANOOR Akan Gratiskan Biaya Pendidikan dan Kesehatan
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 11, 2010
Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) H Fatkhul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) berjanji akan mengembalikan penghasilannya jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2011-2016.
“Ini komitmen kami, karena kami maju sebagai cabup-cawabup bukan untuk mendapatkan kekayaan,” tegas cabup Fatchul Huda saat deklarasi pasangan HUDANOOR di Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, Sabtu (11/12).
Ditegaskan, selain bakal mengembalikan penghasilannya sebagai bupati dan wakil bupati, pasangan cabup-cawabup yang sangat optimis bakal memenangkan pertarungan dalam Pemilukada 1 Maret 2011 mendatang juga akan menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan.
Tak urung komitmen pasangan cabup-cawabup itu mendapat sambutan applause dari dua puluhan ribu pendukung dan simpatisan yang memadati lokasi pendidikan Nahdlatul Ulama Tuban itu.
Pendidikan maupun kesehatan gratis sangat bisa dilakukan, karena APBD Tuban memungkinkan untuk itu. Salah satu hal yang akan ditempuh adalah dengan melakukan penghematan belanja.
“Kalau belanja bisa dihemat dan tidak banyak yang bocor, sangat mudah menggratiskan biaya pendidikan maupun kesehatan,” ungkap cabup Fatchul Huda serius.
Deklarasi Pasangan HUDANOOR Dihadiri Dua Puluh Ribuan Pendukungnya
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 11, 2010
Deklarasi pasangan cabup-cawabup Tuban 2011-2016 yang diusung oleh PKB, PBB, PPP dan Gerindra dihadiri sekitar dua puluh ribu pendukung dan simpatisannya.
“Luar biasa!!! Diluar dugaan semula, ternyata yang hadir lebih dari 20 ribu orang” kata Ketua Panitia H. Faisol Rozi. Ini bukti bahwa Pak Huda dan Pak Nur dicintai dan dinanti-nanti masyarakat Tuban untuk maju menjadi Bupati Tuban 2011-2016 imbuhnya.
Sempat juga ada kejutan dalam deklarasi ini yakni bergabungnya Partai Hanura dan beberapa tokoh partai Golkar seperti Marwan yang mantan Ketua DPRD Tuban dalam pasukan pendukung HUDANOOR. Masih banyak lagi tokoh- tokoh partai Golkar Tuban dan juga tokoh-tokoh PDIP yang akan menyusul memdukung pasangan HUDANOOR, demikian info terpercaya dari team sukses HUDANOOR yang minta namanya dirahasiakan.
Walaupun diguyur hujan rintik-rintik ribuan warga tak beranjak dari arena acara deklarasi. Mereka dengan antusias mendengarkan tausiah-tausiah dari puluhan Kyai sepuh yang ikut menghadiri acara ini.
Hadirin juga dihibur oleh Orkes Gambus El Hawa dari Semarang (11 dec 2011).
Ribuan Pendukung HUDANOOR Mulai Padati Komplek NU Bumi Manunggal Tuban
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 11, 2010
Tuban, Luar biasa ribuan pendukung dan simpatisan pasangan cabup-cawabup H. Fathul Huda – H. Noornahar Husein (HUDANOOR) mulai berdatangan ke Komplek NU Bumi Manunggal Tuban, mereka datang dari hampir seluruh pelosok Kabupaten Tuban.Mereka datang dalam rangka deklarasi pasangan HUDANOOR untuk maju dalam pemilukada Tuban 2011.
Antusiasme para pendukung dan simpatisan benar-benar diluar dugaan, begitu kata ketua panitia deklarasi H. Faisol Rozi kepada penulis. Karena mereka hanya memperkirakan limabelas ribu pendukung yang, akan datang, namun sampai jam sekarang (09.00) dua belasan masa sudah memadati lapangan tempat acara.
Acara deklarasi sendiri akan dihadiri beberapa pentolan DPP partai pengusung, yakni PKB, PPP, PBB dan Gerinda. (AM, 11 Dec 10)
Deklarasi Paasangan HUDANOOR Bakal Dibanjiri Puluhan Ribu Pendukungnya
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Desember 11, 2010
Warga NU Tuban diperkirakan bakal membanjiri Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, Sabtu (11/12) untuk menjadi saksi acara deklarasi pasangan calon bupati (cabup) Fatchul Huda dan calon wakil bupati (cawabup) Noor Nahar Husain.
Meski panitia hanya mengundang sekitar 15 ribu orang, namun, antusiasme warga Nahdliyin dan partai pengusung pasangan Fatchul Huda-Noor Nahar bakal memenuhi Bumi NU Manunggal.
“Kami hanya mengundang 15 ribu warga, tapi, saya yakin warga yang hadir bisa 3 kali lipat,” terang Sekretaris deklarasi pasangan Fatchul Huda-Noor Nahar, Muhtarom.
Antusiasme warga nahdliyin itu bisa dimaklumi, karena sosok Fatchul Huda merupakan Ketua Cabang NU Tuban. Apalagi, sejak awal sejumlah tokoh-tokoh NU dan parpol di Tuban berharap Fatchul Huda bersedia dicalonkan sebagai calon bupati dalam Pemilukada 2011 Tuban.
Ribuan Pendukung Antar KH. Fatchul Huda Daftar ke KPUD
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada November 30, 2010
Luar biasa!!! Ribuan pendukung KH. Fatchul Huda mengantarkan balon bupatinya untuk mendaftarkan diri dan pasangannya ke KPUD sebagai balon bupati dan balon wabup. Pasangan yang digandengnya sebagi baon wabup adalah Ir. Nur Nahar Husain.
Pasangan ini dengan naik becak diantarkan oleh ribuan pendukungnya dengan berjalan kaki, mulai dari markas posko kemenangan pasangan ini di Latsari sampai ke KPUD yang berjarak sekitar 3 km. Sehingga jalan sepanjang 3 km tersebut dipenuhi oleh para pendukungnya. Menurut salah satu tim suksesnya Nashruddin, yang juga adik kandung KH. Fatchul Huda, bahwa ribuan pendukung datang secara sukarela dan tanpa ada yang mengkoordinir, mereka datang karena mendapat kabar kalau KH. Fatchul Huda hari ini akan mendaftar ke KPUD. Dan hal ini rupanya sudah mereka tunggu-tunggu, karena menurut mereka kesediaan KH. Fatchul Huda untuk bersedia maju dalam pemilukada adalah merupakan mimpi mereka agar Tuban kedepannya mempunyai pemimpin yang amanah dan mengerti suara rakyat.
Mereka rupanya selama ini sudah benar-benar gerah dengan kepemimpinan bupati sekarang, makanya begitu KH. Fatchul Huda bersedia dicalonkan untuk maju dalam pemilukada mereka sanagt antusias menyambutnya. Semoga saja ini menjadi pertanda bahwa pasangan ini benar-benar dikehendaki rakyat (AM, 30 Nopember 2010).
Pasangan Huda – Nur Nahar (DAHAR) Daftar Ke KPUD
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada November 30, 2010
Pemilukada Tuban 2011.
Akhirnya bakal calon bupati yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tuban yakni KH. Fatchul Huda yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tuban mendaftarkan dirinya ke KPUD Tuban di Jl. Pramuka dengan pasangannya yaitu Ir. Nur Nahar Husain. Pasangan ini yang oleh para pendukungnya diberi nama DAHAR (namun belum resmi) diantar oleh ribuan pendukungnya berangkat dari Kantor Posko Pemenangan Pasangan ini yang terletak di Latsari Tuban.
Dengan diiringi oleh ribuan pendukungnya pasangan DAHAR mendaftarkan dirinya ke KPUD Tuban. Dan diharapkan dengan majunya Ketua PCNU ini maka akan disambut dan didukung oleh para warga Nahdhiyyin sekabupaten Tuban.
Pasangan DAHAR sendiri diusung oleh PKB, PBB, PPP dan Gerindra yang kesemuanya mempunyai kursi di DPRD Tuban sebanyak 16 kursi. Dimana dengan dukungan sebanyak itu, ini merupakan pasangan bacabup dan bacawabup dengan dukungan terbesar dengan calon-calon lain yang ada, yakni Pasangan Kritiawan – Haeny yang diusung oleh 13 kursi, Pasangan Setidjid – Bambang Hunter dengan 13 kursi dan pasangan H. M. Anwar -Tulus Setyo Utomo dengan dukungan 6 kursi plus dukungan partai-partai non parlemen.
Saat berita ini diturunkan, pasangan DAHAR sedang mendaftarkan dirinya di KPUD Tuban. Semoga dengan munculnya banyak pasangan bacabup – bacawabuo kali ini akan memberikan warna tersendiri dalam proses berdemokrasi di bumi Ronggolawe (AM, 30/11/10).





