Permintaan Gas Alam Cair Turun

Permintaan Gas Alam Cair Turun
Jepang, Korsel, dan Taiwan Kurangi Impor
Sabtu, 14 Maret 2009 | 03:42 WIB
Jakarta, Kompas – Sebagian besar pembeli gas alam cair Indonesia di Korea Selatan, Taiwan, dan Jepang, meminta pengurangan pengiriman. Untuk menjaga penerimaan negara, Indonesia berusaha untuk mengalihkan pengiriman ke pembeli lain.

Kepala Divisi Pemasaran LNG Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas Fathor Rachman, Jumat (13/3), di Jakarta mengemukakan, penurunan permintaan gas oleh konsumen di Asia merupakan imbas langsung dari krisis ekonomi global. ”Dalam kontrak memang ada klausul pembeli bisa mengurangi pengambilan atau mengalihkan ke pembeli lain. BP Migas sedang mengevaluasi permintaan itu,” kata Fathor.

Opsi mengurangi pengambilan (dropping) merugikan bagi Indonesia sehingga sedapat mungkin kargo LNG dialihkan (diverted) ke pembeli lain.

”Permintaan dropping paling banyak dari Korea Selatan dan Taiwan. Jepang, ada juga, hanya jumlahnya tidak banyak karena kita baru meneken pengurangan kargo dengan mereka,” katanya.

Korsel, Taiwan, dan Jepang adalah konsumen tradisional LNG Indonesia. Secara total, permintaan pengurangan LNG dari Kilang Bontang dan Kilang Arun sekitar 12 kargo. Satu kargo LNG setara 60.000 ton. Sesuai kontrak dengan pembeli, tahun ini Kilang Bontang ditargetkan memproduksi sekitar 18 juta ton LNG yang setara dengan 309 kargo, sedangkan Kilang Arun ditargetkan memproduksi 2,4 juta ton LNG atau setara 40 kargo.

Meskipun dalam lima tahun terakhir realisasi ekspor LNG terus mengalami penurunan karena penurunan produksi gas secara alami, nilai ekspor LNG mengalami kenaikan karena pengaruh harga minyak. Tahun 2005, realisasi volume mencapai 1,2 triliun kaki kubik, sementara realisasi tahun 2008 hanya sekitar 0,706 triliun kaki kubik. Dari segi nilai tahun 2005, ekspor LNG menyumbang 9,69 miliar dollar AS, sedangkan tahun 2008 mencapai 10,41 miliar dollar AS.

Keperluan domestik

Menurut Fathor, terbuka kemungkinan LNG yang tidak diambil, digunakan untuk keperluan domestik. ”Kami mengupayakan pembagian yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ujarnya.

Salah satu konsumen domestik yang membutuhkan gas adalah PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Untuk operasional tahun 2009, PT PIM memerlukan sembilan kargo LNG, sementara yang terpenuhi hanya tiga kargo.

Secara terpisah, analis dari Facts Global Energy Fereidun Fesharaki memperkirakan, pasar LNG internasional akan mengalami kelebihan pasokan. ”Akhir tahun ini akan ada tambahan 50-60 juta ton LNG di tengah kondisi permintaan yang lesu,” kata Fesharaki.

Jika pada tahun 2007-2008 produsen LNG berada pada posisi diuntungkan karena tingginya permintaan, maka dalam lima tahun ke depan, pasar akan seimbang dengan kecenderungan pembeli menjadi penentu.

Namun, keyakinan membaiknya harga minyak akan mendorong produsen gas untuk meneruskan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun yang sedang memasuki tahap akhir keputusan investasi.

Direktur Proyek Medco Energi Lukman Mahfoedz mengatakan, proyek LNG Senoro yang diperkirakan menelan investasi 3,4 miliar dollar AS akan mulai berproduksi tahun 2013. Sebagai proteksi atas harga minyak yang fluktuatif, ada klausul peninjauan harga gas.

”Bila dalam tiga bulan beruntun harga minyak di pasar Jepang, yang menjadi patokan, berada di bawah 70 dollar AS per barrel, semua pihak akan mendiskusikan kembali formula harga gasnya,” kata Lukman. (DOT)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: