Tuban Bakal Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Basis Pertumbuhan Industri 30 Tahun ke Depan

Kamis, 19 Maret 2009 | 8:45 WIB | Kategori: Ekonomi & Bisnis | ShareThis

SURABAYA | SURYA -Kabupaten Bojonegara, Banten dan Tuban, Jatim, akhirnya disepakati untuk diuji coba sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dalam RUU KEK yang ditargetkan rampung Oktober 2009.

 

Penegasan itu disampaikan Muhammad Lutfi, selaku Ketua Tim Pelaksana KEK, saat meninjau Kawasan Industri Maspion Unit V, Rabu (18/3). “Yang mengajukan lebih dari 40 kawasan, namun hanya sekitar 17 provinsi yang setelah dievaluasi siap menjadi KEK,” kata Lutfi.

Namun, menurut Lutfi, ke-17 provinsi itu masih belum memenuhi persyaratan 100 persen, sehingga perlu diproses lagi sambil menunggu UU selesai.

RUU tentang KEK disampaikan ke DPR RI pada 29 Agustus 2008. Sejauh ini, DPR telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait KEK. Usulan RUU KEK ini dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan Pasal 31 UU No 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

“Alasan mengapa Bojonegara-Banten dan Tuban ditetapkan sebagai KEK, karena sesuai cetak biru pembangunan Indonesia. Keduanya adalah basis pertumbuhan industri untuk jangka waktu 30 tahun ke depan,” kata pria yang juga Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.

Jika 30 tahun lalu pembangunan Indonesia terkonsentrasi pada pangan, maka 30 tahun ke depan terkonsentrasi pada industri kilang dan pertambangan. Kedua kilang pertamina itu memiliki kapasitas produksi paling besar, sekitar 330.000 barel/hari. Sedang kilang Tuban mencapai 200.000 barel/hari.

Lutfi mengatakan, sebetulnya ada satu lagi kilang Pertamina di Balongan Jawa Barat, namun kapasitas produksinya kecil sekitar 125.000 barel/hari. Klaster industri petrokimia Banten berbasis olefin, untuk industri petrokima Tuban berbasis aromatik.

Alasan lain, sektor industri kilang minyak ini nantinya bisa menurunkan 42 sektor turunan dengan serapan lapangan kerja tak kurang dari 930.000 orang. “Meski investasinya cukup besar Rp 4,4 miliar, namun hasil yang didapatkan juga cukup bagus,” imbuhnya.

Dua KEK itu akan dimatangkan minggu depan. “Secara konstruksi perkilangan, keduanya baru mulai beroperasi sekitar 42 bulan lagi atau jangka 4-5 tahun ke depan yakni pada 2014,” kata Lutfi, yang menambahkan untuk pengelolaan selanjutnya akan diserahkan ke pemda bersangkutan. ame

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: