Para Karyawan, Berinvestasilah

Berapa besarnya? Sisihkan 20% dari gaji bulanan yang diterima untuk berinvestasi, dan potonglah nilai 20% itu di muka-bukan di akhir bulan.

Instrumennya macam-macam, ada tabungan, deposito, saham, reksa dana, unit link. Tetapi semua ini tidak dibahas malam tadi.

Rully menawarkan instrumen investasi lain, yaitu emas, properti, dan waralaba/franchise.

Investasi emas dan properti adalah investasi klasik yang sudah terbukti kehandalannya: sejak jaman nenek moyang kita dulu sudah dilakukan.

Untuk emas, diilustrasikan harga 1 dinar emas sejak ribuan tahun lalu hingga saat ini nilainya tetap: ekivalen dengan harga seekor kambing gemuk.
Saat ini, instrumen emas berbentuk antara lain: perhiasan (tidak disarankan untuk dijadikan instrumen investasi), koin emas (dinar, emas 22karat), dan emas batangan (logam mulia, 24 karat).
Rully menyebutkan, PT. Antam memproduksi emas batangan dengan kadar 99.99% dalam beberapa versi: mulai dari 1 gram, 2.5 gram, sampai 100 gram. (lihat http://www.logammulia.com untuk perkembangan harganya)

Bentuk investasinya, bisa secara rutin membeli emas batangan dan menyimpannya di lemari kita atau deposit box di bank.

Bisa juga dengan memanfaatkan jasa terbaru bank-bank syariah bernama “Gadai Emas”.
Rully menyebutkan hampir semua bank syariah dan bank umum yang memiliki unit syariah mempunyai jasa “Gadai Emas” ini.
Caranya bagaimana?
Rully memulai ilustrasi dengan misalnya saja kita punya dana untuk diinvestasikan sebesar Rp 12,000,000. Kita belikan emas batangan versi 25 gram yang harganya Rp 9,000,000. Emas batangan 25 gram tadi kita masukkan ke “Gadai Emas”, biasanya oleh bank syariah ybs dihargai 2/3nya (Rully menyarankan melakukan survey dulu mana bank syariah yang menawarkan penilaian terbaik atas emas batangan kita), katankanla Rp 6,000,000. Nah, dengan Rp 6,000,000 di tangan kita tinggal menambah Rp 3,0000,000 (dari sisa dana awal kita atau diambilkan dari dana investasi bulanan kita yang 20% dari gaji bulanan tadi) untuk membeli 25 gram emas batangan yang lain. Selanjutnya, masukkan 25 gram emas batangan yang baru saja kita beli ini ke “Gadai Emas”. Demikian seterusnya sampai horizon investasi kita terpenuhi. Rully menyarankan untuk 25 gram emas batangan terakhir tidak dimasukkan ke “Gadai Emas” tetapi tetap disimpan untuk “menebus” satu per satu emas batangan yang kita simpan di “Gadai Emas” tadi.
Rully juga memaparkan berbagai variasi tips gadai emas ini.
Peserta kuliah umum banyak yang bertanya bahkan dari yang paling mendasar, yaitu prinsip-prinsip pegadaian. Ketahuan, kalau semua karyawan hampir-hampir tidak/belum pernah berurusan dengan hal ihwal pegadaian.

Untuk properti, Rully tidak hanya memberi tips, tetapi juga trik, berinvestasi di instrumen ini: mulai dari mendapatkan properti dengan harga miring, memilih tanah ketimbang rumah-tanah+rumah-ruko hingga trik membeli/menjual properti; juga mendapatkan sumber pendanaan untuk berinvestasi di properti apakah dari bank atau dari 20% dana investasi dari gajian kita.
Rully juga memaparkan cara menilai suatu properti dengan memantau NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) bagian Bumi dan Bangunan, perkembangan RUTR (Rencana Umum Tata Ruang) kota, pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi.

Bagian akhir kuliah umumnya diisi dengan pemaparan tentang waralaba/franchise. Rully banyak bercerita tentang pengalamannya sendiri berwaralaba dengan memegang lisensi “Auto Bridal” dan “Circle K”.
Pada dasarnya, kata Rully, ada 2 jenis sistem waralaba: terbuka dan tertutup.

Untuk investor murni, disarankan mengambil waralaba tertutup: kita tinggal ongkang-ongkang kaki (tentunya setelah memenuhi segala ketentuan perjanjian dengan pemilik waralaba) semua diurus oleh pemilik waralaba. Kita tinggal terima bagi hasilnya saja.
Untuk investor yang pengin tahu juga alur bisnis jenis waralaba yang diikuti, silakan pilih waralaba terbuka. Kita diperbolehkan berkreasi atas waralaba kita sepanjang sesuai dengan koridor bisnis pemilik waralaba.
Rully juga menyarankan melakukan survey terlebih dahulu terhadap jenis waralaba yang akan kita masuki: minimal 3 lokasi disasar, lakukan wawancara dengan pemegang lisensi, kemudian baru putuskan.
Rully menyebutkan, setiap tahun ada pameran besar produk-produk waralaba di Jakarta, ada juga majalah-majalah “Franchise Indonesia”, “Pengusaha”, dan “Duit” untuk referensi bacaan,

Lebih dari 3 jam Rully memprovokasi peserta kuliah umum dengan ide-ide yang inspiratif untuk berinvestasi.

Sampeyan terprovokasi?

Selamat (mencoba) berinvestasi,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: