PRILAKU PEMILIH PEMILU 2009 – Kasus Masyarakat Tuban

Khozanah Hidayati (Ana Ridwan) - Caleg PKB

Khozanah Hidayati (Ana Ridwan) - Caleg PKB

Berdasarkan pengamatan saat Pemilu 2009 kemarin, khususnya di daerah Tuban, perilaku pemilih – masyarakat – bisa dikategorikan sebagai berikut : sebagian besar masyarakat masih berpikir pragmatis (sekitar 70%) dan sisanya (sekitar 30%) bisa dikatakan berprilaku idealis.

Masyarakat yang berprilaku pragmatis, walaupun sudah diberikan sosialisasi dan penjelasan yang cukup intent oleh caleg, namun pada saat pencontrengan tetap memberikan suara pada caleg yang meberikan materi ataupun uang lebih padanya. Dan alangkah sedihnya bahkan ada yang menggadaikan nilai suaranya hanya seharga Rp 5000,-  sampai 10.000,- / suara, naif memang, tapi itulah kenyataan yang ada di masyarakat.

 

Namun di sisi lain sudah banyak juga masyarakat yang “melek” politik, artinya mereka memilih karena melihat program partai atau program si caleg ataupun prospek kinerja si caleg, sehingga walaupun suaranya dibeli oleh caleg tertentu meraka tidak membrikan atau mereka mau terima uang pemberian caleg tapi soal memilih disesuikan dengan suara hati nuraninya.

Lantas bagaimanakah kita harus menyikapi kondisi masyarakat seperti di atas? Kita (para caleg yang terpilih dan partai politik) harus bekerja keras memberikan pendidikan politik ke masyarakat dengan berbagai cara agar nantinya pada Pemilu 2014 nanti mereka sudah menjadi masyarakat yang cerdas dan memilih caleg sesuai Visi, Misi dan Program si caleg bukan berprilaku prgamatis lagi.

Dengan cara apa pendidikan tersebut disampaikan? Tentunya Para Caleg yang terpilih harus memberikan kinerja terbaiknya pada masyarakat, dan juga tidak melupakan para konstituennya untuk digali suara-suara yang diharapkan masyarakat. Tidak mendekati masyarakat hanya kalau musim Pemilu saja, namun juga menjalin komunikasi yang terus menerus ke bawah.

Akhirnya dengan kinerja anggota legislatif yang bagus dan selalu menjaga komunikasi yang intent dengan konstituen diharapkan masyarakat semakin pandai dan tidak berprilaku pragmatis lagi. (Ana Ridwan )

  1. #1 by adi ang. on Mei 12, 2009 - 8:41 am

    Ya begitulah Bu, masyarakat kita benar-benar berpikiran opportunis dan pragmatis, yang namanya moral sudah semakin tipis dan tergantikan oleh uang.

  2. #2 by beny s on Mei 12, 2009 - 9:38 am

    Untuk menghindari perilaku masyarakat yang begitu itu, tunjukkanlah Bu kinerja Ibu yang bagus nanti masyarakat
    yang akan menilainya dan akhirnya mereka akan
    memilih ibu lagi menjadi wakilnya.

  3. #3 by noengky on Juli 25, 2009 - 11:43 am

    Aku wong Tuban mbak, kenapa Caleg PKB yang basisnya mayoritas petani kok nggak punya program pemberdayaan petanidan buruh tani misalnya pupuk dan obat2an (saprodi)murah (terjangkau) dan selalu tersedia. Pasti aku pilih mbak.. Kalau cuman idealis/ideologis bahwa warga NU yang ahlussunah wal jamaah harus toat pada kiai, wah yo nggak jamane mbak. Sekarang ini sudah nggak ada kiai yang dapat dijadikan panutan. Kiai cari makan sendiri-sendiri dan untuk keluarganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: