PKB Siap Rangkul PKNU dan PPNU

JAKARTA—Setelah partai-partai yang berbasis warga Nahdalatul Ulama (NU) tidak lolos parliamentary threshold (PT) sebesar 2,5 persen perolehan suara pemilu legislatif seperti Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Persatuan Nahdlatul Ummah (PPNU) dan lain-lain sebaiknya kembali bersatu dan bergabung atau fusi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKB siap menerima mereka untuk berjuang kembali di PKB pada pemilu 2014 mendatang.

Seruan itu disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi agar parpol yang berbasis NU bergabung disambut baik PKB. Sebab sudah saatnya kalangan Nahdliyin memiliki partai yang besar. “Saya menyambut baik dan saya senang bahwa betul yang dikatakan itu harus ada pilihan bagi warga NU,” jelas Wakil Sekjen PKB, Helmy Faisal Zaini di Jakarta, Selasa (21/4/2009).

Menurut Hilmy, NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia harus memiliki partai yang besar. Sehingga aspirasi politik kalangan Nahdliyin bisa tersalurkan.
“Jadi, sangat disayangkan usaha yang begitu bagus hanya karena tidak lolos Parliamentary Threshold (PT) dann partai itu harus berganti nama, itu memerlukan biaya lebih besar lagi dan belum tentu lolos PT lagi,”ujar Hilmy.

Namun demikian untuk proses fusi partai NU tersebut, harus difasilitasi oleh PBNU. Karena dengan kapasitas dan integritas yang dimiliki, PBNU dapat menyatukan kalangan NU yang tercerai berai. Mengenai konflik yang pernah dialami, pihaknya sudah melupakan hal tersebut. “Kita harus berjiwa besar dan legowo karena untuk kepentingan bangsa. Jadi kita berharap ada cooling down dulu,” tandas Helmy.

Pada Pemilu 2009 ini, hampir bisa dipastikan partai berbasiskan kaum santri itu, terpecah menjadi 3 partai. Yakni PKB, PKNU, dan PPNUI. Dari ketiga partai tersebut, hanya PKB yang memperoleh 5,1%. Sedangkan dua partai lainnya di bawah 1%, hampir tidak lolos PT. Sehingga hampir dipastikan pula tidak ikut dalam pemilu selanjutnya atau membentuk partai baru.

Sebelumnya Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menyarankan partai politik berbasis NU bergabung. Sehingga hanya ada satu ‘partai NU’. “Partai yang tidak lolos parliamentary threshold (PT) sebaiknya bergabung dengan yang lolos,” kata Hasyim. Seperti PKNU, yang jika sampai akhir penghitungan perolehan suara ternyata tidak lolos PT, maka disarankan bergabung dengan PKB. “Partai Persatuan Pembangunan tidak termasuk, karena bersama orang lain (unsur selain NU),”tutur Hasyim.

Secara langsung hal itu, dikatakan Hasyim tidak berdampak pada NU. Namun, turunnya perolehan suara PKB pada Pileg 2009 dan tidak siginifikannya perolehan PKNU cukup memprihatinkan. “Penurunan ini hendaknya dijadikan introspeksi,”kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Hasyim menyarankan, ke depan partai berbasis NU harus memperbaiki metode dan kualitas perjuangannya. Termasuk juga kualitas pengabdiannya pada NU. “Partai-partai berbasis NU perlu melakukan reorientasi. Perlu ada penyegaran, baik visi dan misi maupun leadership,”katanya.(munif arpas) – (FKB DPR RI)

  1. #1 by Fadhilatul Muharram on April 21, 2009 - 8:44 am

    ya, begitulah partai islam,, mari bersatu…
    “Satukanlah KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA dalam PERSATUAN NAHDLATUL ULAMA INDONESIA sehingga akan memperkuat KEBANGKITAN BANGSA ini. “…

    cuplikan tulisan ini ada di artikel http://dhila13.wordpress.com/2009/04/09/dari-tps-13-kami-meletakkan-harapan/ (silahkan di-klik..)

  2. #2 by supriyanto on Oktober 15, 2009 - 12:50 am

    sebaiknya partai berbasis nu bersatu kembali ke pkb jgn perbedaan pendspt trs pecah belah klau bs bersatu seperti pemilu 1999 saya yakin pasti nanti pemilu 2014 perolehan pasti meningkat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: