Di Balik Pertemuan Kyai NU di Langitan (2-habis)

PWNU : Tak Ada Penyatuan Aspirasi Politik

Reporter : Abdul Qohar

Tuban – Aksi kumpul bareng para kyai khos Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Langitan, Desa/Kecamatan Widang, Tuban, Sabtu kemarin, benar-benar menjadi perhatian khalayak umum.

Sebab, pertemuan yang digelar di basis PKNU itu bertepatan dengan memanasnya politik secara nasional menjelang pemilihan presiden (pilpres).

Namun, belum sampai melebar isu ke masalah politis, Wakil Rois Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin buru-buru menepisnya.

Kepada beritajatim.com, Senin (27/4/2009), kyai yang juga pengasuh Ponpes Sunan Bejagung Kabupaten Tuban ini menerangkan, pertemuan puluhan kyai khos NU dan ratusan nahdliyin itu murni untuk menyatukan kembali warga NU yang tercerai berai.

“Para kyai ngumpul sekedar untuk bersilaturrahmi. Selama ini warga NU berserakan dimana-mana dan ingin disatukan sesuai dengan khittah,” terangnya.

Kyai kharismatik tersebut menerangkan, sejak awal acara sudah ditekankan tidak ada satu niatan untuk menyatukan aspirasi politik warga NU.

“Memang momennya bertepatan dengan pasca pileg dan menjelang pilpres. Tetapi, hal itu tidak ada sangkut pautnya,” tambahnya.

Ditanya mengenai kenapa pertemuan di gelar di Ponpes Langitan yang selama ini identik dengan PKNU ? Dengan diplomatis Kyai Matin menjelaskan, para kyai khos memandang bukan PKNU-nya, melainkan KH Abdullah Faqih sebagai kyai sepuh yang juga Mustasyar PBNU.

“Bukan melihat Kyai PKNU atau apanya, tetapi sebagai kyai khos sepuh yang memang bisa mewadahi kyai-kyai lainnya,” lanjut Kyai Matin.

Seperti diketahui, kalau pertemuan di Langitan tersebut dihadiri Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi, Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Achyar beserta KH Mutawaqil Alallah dan KH Abdul Matin.

Sementara itu dari Gresik hadir KH Idris Sahlan, KH Nur Azis dari Lamongan, KH Kholilurrahman dari Tuban serta undangan lain yang cukup banyak dan memenuhi aula masjid Ponpes Langitan.

Kepada mereka yang datang, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan, beberapa hal belakangan ini sungguh-sungguh meresahkan kalangan NU.

“Salah satunya adalah mengenai Islam liberal. Namun tidak hanya itu saja, terdapat konstalasi politik pasca pemilu,” tegasnya.

Oleh karena itu segala masalah yang ada harus segera dirumuskan dan dibawa ke muktamar NU di Makassar bulan depan. Sehingga, para tokoh NU seyogyanya membuat konsep untuk dibawa kesana.

Hal lain yang disoroti adalah carut-marutnya pemilu. Sebab, pemilu adalah untuk rakyat, jangan sampai rakyat yang kena imbasnya.

“Carut marut diatas memang bukan bagian dari NU. Namun, kalau terjadi apa-apa rakyat kena dan kita juga harus menjaga supaya rakyat selamat,” sambung Kyai Hasyim.[dul/kun] Dikutip dari beritajatim.com by Khozanah 2 Mei 2009.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: