Muslimat Dimintai Masukan soal Hubungan NU dan Parpol

Sabtu, 30 Mei 2009 | 17:37 WIB
MAKASSAR, KOMPAS – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi meminta Rapat Kerja Nasional Muslimat Nahdlatul Ulama merumuskan rekomendasi hubungan Nahdlatul Ulama dengan partai politik di masa mendatang. Rekomendasi itu penting mengingat faham keagamaan Ahlul Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang dianut Nahdlatul Ulama menghadapi sejumlah tantangan, khususnya gerakan Islam Wahabiyah yang militan dan memiliki partai politik yang solid.

Rekomendasi dan pemikiran Muslimat NU dibutuhkan karena saat ini partai berbasis Nahdlatul Ulama (NU) tidak lagi mampu melindungi NU dan justru kehilangan elektibilitasnya. Hal itu disampaikan KH Hasyim Muzadi saat memberikan arahannya dalam Rapat Kerja Nasional Muslimat NU di Makassar, Sabtu (30/5).

“Kondisi NU saat ini menggembirakan sekaligus menggelisahkan. Menggembirakan karena NU sebagai ajaran bisa diterima dengan baik dan terus meningkat. Itu secara ajaran. Akan tetapi secara orang per orang, NU itu ruwetnya bukan main,” kata Hasyim.

Menurutnya, NU memiliki tiga tugas pokok yaitu tugas keagamaan, tugas kebangsaan dan kenegaraan, dan tugas keumatan. “Dalam tugas keagamaan, NU menghadapi tantangan akidah, syariah, dan manhaj. Dari segi akidah, sekarang Marxisme tumbuh lagi. Dari kiri NU digerogoti liberalisasi yang dengan pikirannya sendiri mulai mengkritik Rasulullah, mengkritik Al Quran, mengkritik haditz. Dari segi syariah, Aswaja berhadapan dengan Syiah dan Khawarij yang kini semakin ekstrem. Dari segi amaliyah, di desa-desa NU berhadapan dengan Wahabiyah yang mengharamkan tahlil, salawat. Dan mereka selain berdakwa juga punya partai,” kata Hasyim.

Menghadapi gerakan Wahabiyah itu, seharusnya NU memiliki partai yang mampu melindungi NU dan faham keagamaan Aswaja. “Partai kita sekarang amburadul, terus menyusut. Mungkin karena kehilangan amanat dan kehilangan hubungan mesra antara partai berbasis NU dengan jamaah NU. Jika NU tidak memperkuat jati diri Ahlul Sunnah Wal Jamaah NU akan tergerus. NU butuh perlindungan politik bagi gerakan dakwah NU,” demikian Hasyim. (Dikutip dari Kompas.com, 30 Mei 2009 oleh Ana ridwan)

Iklan
  1. #1 by Abdul Cholik on Mei 30, 2009 - 8:25 pm

    Assalamu ‘alaikum wr.wb
    -Pada dasarnya NU kan mengemban tugas dibidang ibadah dan muamalah yang harus dilaksanakan secara selaras,serasi dan seimbang (bukan niru Pak Harto lho).
    -Hubungan antara NU dan Parpol sepanjang dijalankan dengan niat untuk ibadah kan wajar-wajar saja (Menurut saya lho).
    -Kita kadang-kadang hanya menomor satukan kepentingan sesaat sehingga hubungan sesama muslim aja menjadi tidak harmonis. Lihat para capres dan cawapres..saling menyindir,menjelek-jelekkan satu sama lain,etc.
    -Masya Allah..gebyarnya dunia ternyata lebih menarik mereka daripada kehidupan di akhirat.
    -salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: