UNTUNG RUGINYA PEMDA TUBAN MEMBERI IJIN INVESTASI DI BIDANG MIGAS

 

Akhir – akhir ini marak diberitakan di koran kalau ijin dari Pemda Tuban untuk pemasangan pipa minyak dari Lapangan Mudi di Soko ke Palang sejauh lebih kurang 38 km belum diberikan, namun pihak JOB Pertamina – Petrochina tidak mengindahkan itu dan mereka tetap melaksanakan proyek itu dengan di kawal aparat kepolisian. Dan rupanya kengototan JOB Pertamina – Petrochina itu di back up penuh oleh BPMIGAS dan Ditjen Migas. Karena jalur pipa yang sedang dipasang akan digunakan juga oleh Mobile Cepu Ltd.(MCL) untuk mengalirkan minyak dari lapangan mereka di Blok cepu ke lepas pantai Tuban untuk di tampung di FSO (Floating Storage and Offloading) yang berada di utara Palang.

Sebenarnya apa kerugian Pemda Tuban memberikan ijin pemasangan pipa tersebut? Kalau dilhat dari berita yang beredar bahwa kengototan Pemda Tuban karena banyak masyarakat Tuban, Plumpang khususnya yang masih keberatan dengan ganti rugi yang akan diberikan oleh pihak JOB Pertamina – Petrochina. Namun kenyataannya sekarang ini masyarakat Plumpang yang diliwati pipa ini sudah menyetujui besaran ganti rugi yang diberikan. Kalau faktanya begitu, terus apa lagi maunya Pemda Tuban.

Keuntungan yang akan di dapat oleh Pemda Tuban jika memberikan ijin pemasangan pipa tersebut adalah tentunya Pemda Tuban mendapat tambahan penghasilan dari bagi hasil minyak dari pemerintah pusat yang lebih dini, karena dengan terhambatnya pemasangan pipa ini maka Blok Cepu terlambat berproduksi sebesar 20 ribu barel / hari mulai pertengahan tahun lalu.
Dan juga Pemda Tuban akan kehilangan keuntungan dari share yang ditanamkan di perusahan daerah yang ikut mengelola Blok cepu bersama Pemda Bojonegor dan Pemda Blora.

Ada lagi proyek Migas yang terganjal ijin dari Pemda Tuban, yaitu ijin pengeboran untuk lapangan Mudi South West yang diajukan oleh JOB Pertamina – Petrochina dan juga ijin pemasangan pipa BBM dari Terminal Transit Jenu ke Surabaya.

Yang pertama proyek pengeboran lapangan Mudi South West, sebenarnya sudah diajukan sekitar 2 tahun yang lalu. Proyek ini sendiri tujuannya adalah untuk mengecek besaran cadangan minyak yang ada. Dan proyek ini sendiri tentunya sangat diperlukan oleh JOB Pertamina – Petrochina karena mengingat produksi mereka di lapangan Mudi terus menurun, dan tentunya diharapkan juga oleh pemerintah pusat untuk menambah produksi minyak nasional.

Untuk ijin pemasangan pipa BBM dari Terminal Transit Jenu ke Surabaya yang akan melalui Kota Tuban tidak mendapat ijin dari Pemda Tuban karena ijin awal yang diberikan adalah pipa akan dibelokkan lewat laut sejauh 1 mil saat melewati kota Tuban, dan ternyata menurut versi Pertamina di pantai kota Tuban banyak terdapat ranjau – ranjau laut peninggalan perang dunia ke 2 sehingga meraka tetap ngotot untuk melewatkan pipa tersebut melalui dalam kota Tuban.
Sebenarnya kengototan Pemda Tuban untuk perijinan yang ini ada benarnya karena kalau memberikan ijin pipa BBM lewat dalam kota Tuban tentunya akan ada resiko keselamatan masyarakat kalau pipa tersebut bocor dan kemudian terbakar, tentunya kerugian masyarakat kota Tuban akan sangat tinggi dan korban jiwa diperkirakan akan tinggi. Dari pihak Pertamina mestinya dengan melalui study yang benar dan koprehensif pemaangan pipa di laut ketika melewati kota Tuban tentunya tidak sulit dan terlalu mahal, karena di jaman sekarang banyak perusahaan nasional yang mampu untuk melakukan pemetaan ranjau dan membersihkan ranjau serta juga melakukan pemasangan pipa di laut, mengingat ini semua demi keselamatan masyarakat luas (Ditulis oleh Ana Ridwan 30 Mei 2009)

  1. #1 by irol on Juni 19, 2009 - 11:40 pm

    Soal minyak mbak coba baca tulisan stiglitz,david johston. george soros dalam kumpulan esai esacping the resource curse terbitan dari open soceity institute, di situ banyak tulisan tentang miskinnya daerah penghasil minyak karena revenue dari minyak tidak di gunakan dalam pembangunan tapi revenue dari sektor tersebut banyak di korupsi atau di gunakan proyek -pr oyek mercusuar yang tidak ada manfaatnya untuk publik.
    walau bagi hasil tuban meningkat dari sektor minyak gas yang menjadi pertanyaan apakah revenue tersebut bisa hadir di meja rakyat, selama ini ko sulit

    regard

    irul

  2. #2 by noengky on Juli 11, 2009 - 12:01 pm

    pembebasan tanah harus menguntungkan rakyat, tanah jgn dikuasai oleh elit penguasa dan pemodal. prinsip psl 33 UUD,bhw: bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebasr-besarnya utk kemakmuran rakyat

  3. #3 by ZULQURNAIN on Agustus 21, 2009 - 12:51 pm

    Bumi, air, dan kandungan alam diciptakan Tuhan Untuk dimanfaatkan, bukan untuk dirusak. Ingatlah Gunung -gunung yang menjulang tinggi itu sebagai pasak bumi agar ada keseimbangan,ingatlah merobah dengan tidak memperhatiakan tatanah Tuhan, ingatlah akibat yang amat pedih yang bakal kita rasakan,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: