Mengkritisi Kebijakan Pemda Tuban Dalam Perekrutan CPNS 2009

Tuban, 23 Desember 2009
Oleh : Khozanah Hidayati

Saat ini kontroversi perihal kebijakan Pemda Tuban tentang hasil perekrutan CPNS sangat menarik untuk diikuti, karena ditenggarai ada permainan yang tidak fair dibelakang perekrutan ini.

Seperti diketahui bahwa pengumuman online (yang sempat diumumkan, walaupun kemudian pengumuman tersebut dicabut dengan alasan website mereka dibobol oleh hacker) oleh Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI) tersebut dianulir oleh panitia penerimaan CPNS dengan alasan pengumuman hasil test oleh lembaga dari UI tersebut hanya menyangkut hasil test kemampuan umum dan akademis, dan belum mencantumkan nilai dari pengalaman kerja serta indek komulatif prestasi peserta CPNS.

Sehingga pengumuman yang dikeluarkan pemda sangat berbeda jauh dengan hasil yang diumumkan oleh Lembaga dari UI tersebut. Ada sekitar 200 peserta yang lulus versi LM FE UI namun tidak lolos versi pemda.
Menurut pihak pemda Tuban, bahwa pengumuman tersebut sudah memperhitungkan beberapa kriteria, yautu hasil skoring dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI) 70 persen, IPK 20 persen, dan pengalaman kerja 10 persen. Namun hal ini tidak dipercaya masyarakat karena kenyataannya banyak calon yang diterima namun tidak lulus hasil seleksi versi lembaga UI dan juga minim pengalaman kerja serta dengan IPK yang juga kecil.

Kalau kita cermati secara seksama, semestinya hal ini tidak perlu terjadi kalau sebelumnya pihak pemda juga menyebutkan bahwa kriteria pengalaman kerja dan juga kriteria IPK menjadi salah satu pembobotan akhir dalam penerimaan CPNS ini jauh sebelum pengumuman akhir hasil test atau saat pendaftaran dan juga dilakukan secara transparan, artinya skor masing-masing bobot kriteria dicantumkan secara terbuka kepada masyarakat. Seandainya hal ini dilakukan masyarakat tidak akan curiga terhadap kinerja pemda ini dalam rekruitmen CPNS kali ini.

Sebenarnya untuk rekruitmen CPNS ini sudah ada pedoman hukum yang cukup bagus, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor : 98 tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor : 11 tahun 2003 tentang pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan petunjuk pelaksanaan secara teknis ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 30 Tahun 2007 tanggal 27 Agustus 2007 tentang pedoman pelaksanan calon pegawai negeri sipil.

Kalau kita cermati secara substansial ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut secara implisit bahwa rekrutmen CPNS harus dilaksanakan dengan prinsip netral, objectif, transparan, accuntable dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Prinsip netral diartikan bahwa semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan dan daerah. Dengan demikian rekrumen CPNS bersifat nasional. Penduduk yang berasal dari seluruh Provinsi di nusantara ini dibolehkan mendaftar di mana pun ia mau melamar. Baik dari pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan dari Irian Jaya jika ia mau mengikuti seleksi di kabupaten Tuban, panitia seleksi tidak boleh menolaknya. Demikian pula masalah ras, WNI keturunan Tionghoa ataupun Arab diperkenankan untuk mengikuti seleksi.

Transparan diartikan terbuka untuk umum baik dari aspek pengumuman maupun hasil dari seleksi harus dilakukan secara transparan tanpa boleh ditutup-tutupi serta dirahasiakan. Karena sifatnya transparan maka diharuskan mengumumkannya secara luas kepada masyarakat dengan menggunakan multi media yang tersedia baik melalui internet, televisi, radio, brosur, surat kabar ataupun papan pengumuman.

Sedangkan sifat objectif, baik perumusan/penyusunan soal maupun pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer (LJK) harus dilakukan oleh lembaga Perguruan Tinggi yang diakui kredibilitasnya. Sehingga proses penyusunan materi ujian dan pemeriksaan LJK yang begitu ketat dan terjamin kerahasiaannya benar-benar terbebas dari praktik kolusi, korupsi dan nepotisme. Pemeriksaan hasil LJK melalui komputerisasi ini menghasilkan peringkat yang diperoleh peserta ujian. Berdasarkan ranking hasil seleksi menjadi pedoman bagi pejabat pembina kepegawaian menentukan kelulusan peserta sesuai formasi yang selanjutnya diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil untuk menyandang predikat abdi negara dan abdi masyarakat.

Accountble diartikan bahwa semua proses perekrutan CPNS ini harus bisa diertanggungjawabkan secara jujur dan objektif dan tidak ada yang ditutup-tutupi, kepada masyarakat sebagai pemberi amanah..
Namun anehnya pihak pemda Tuban dengan angkuhnya tidak mau terbuka perihal nilai tambahan dari dua kriteria tersebut dan seolah-olah itu adalah hanya hak mereka sebagai aparat untuk tahu sendiri dan masyarakat tidak perlu tahu, padahal dalam prinsip – prinsip rekruitmen CPNS yang didasarkan kepada peraturan yang ada seperti diutarakan di atas prinsip trasparan ini haruslah dipegang teguh. Apalagi kalau kita bicara prinsip “good goverment and clean governance” aspek keterbukaan kepada publik adalah unsur utama untuk dijunjung tinggi disamping aspect “accountability”, “transparancy”, efektif dan efesiensi.
Kalau unsur tranparancy ini tidak diindahkan berarti ada sesuatu yang ditutup tutupi pihak pemda Tuban dalam proses perekrutan CPNS kali ini, untuk itu inisiatif FPKB DPRD Tuban yang menggulirkan hak angket perlu didukung semua pihak.

Sayangnya usulan hak angket dari para anggota DPRD Tuban tersebut kurang mendapat dukungan mayoritas dari para anggota dewan, hanya 28 anggota yang mendukung,. Dan juga usulan hak angket ini mandek di meja ketua DPRD Tuban tanpa ada kelanjutan yang jelas tentang nasibnya.

Kalaupun usulan hak angket ini bisa dibawa ke Bamus dan selanjutnya dibentuk Pansus, namun syarat minimal dukungan 2/3 dari jumlah anggota DPRD Tuban atau paling sedikit 33 orang anggota dewan belum terpenuhi. sehingga para pencari keadilan (korban-korban perekrutan CPNS ini atau masyarakat yang peduli) harus bersabar dan semestinya meminta pertanggungjawaban para wakilnya yang belum mendukung pengajuan hak angket ini, dan mengharapkan tuntasnya penanganan kasus ini oleh kepolisian.Polres Tuban maupun DPR RI.

Jalannya penyidikan oleh Polres Tuban perihal kasus ini, semestinya harus terus dicermati dan dikawal setiap perkembangannya dan nantinya diharapkan bisa diketahui apakah benar ada penyimpangan pada rekruitmen kali ini. Yang patut dikhawatirkan dan jangan sampai terjadi adalah jangan sampai kasus ini menguap begitu saja, seperti beberapa penanganan kasus korupsi lain di Tuban yang sampai saat ini belum tahu perkembangan selanjutnya karena ketiadaan pengawalan dari masyarakat.

Yang patut disambut gembira adalah bahwa kasus ini juga sudah dimasukkan dalam agenda pembahasan Panja di Komisi II DPR RI, semoga dengan menasionalnya kasus ini akan cepat terbuka tabir yang menyelimutinya. Dan juga akan menambah sebagai pendorong bagi Polres Tuban untuk mendapatkan barang bukti penting, yaitu hard copy hasil tes dari LM FE UI yang sampai sekarang masih belum diserahkan ke pihak berwajib tersebut. Dengan barang bukti tersebut niscaya akan terkuak perbedaan dari dua pengumuman tersebut.

Semoga kedepannya kasus semacam ini tidak terjadi lagi di bumi Ronggolawe tercinta ini. Dengan prinsip “good goverment and clean governance” dan prinsip-prinsip perekrutan CPNS yang netral, objectif, transparan, accuntable dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme bisa dijalankan dan dipegang teguh oleh penguasa maka Insyaallah masyarakat akan merasa terlayani dan tidak akan terdholimi lagi. (Ana M., 28 Januari 2010).

*Tulisan ini juga diterbitkan di Radar Bojonegoro Jawa Pos Group tanggal 7 Maret 2010.

Iklan

, , ,

  1. #1 by m_rijali on Desember 23, 2009 - 6:16 pm

    Begitulah kalau bu Heni lagi cari kembalian modal,
    semua hal di komersialkan, termasuk penerimaan
    CPNS ini. Banyak temen saya harus bayar 75 juta sampai 150 juta untuk lulus jadi CPNS.
    Silahkan diusut saja lewat DPRD, biar ketahuan belangnya.

  2. #2 by ahmad subagyo on Desember 25, 2009 - 4:46 am

    jangan memecah suasana damai tuban
    cpns sudah jujur
    kami forum pemuda tuban menolak anarkhi

  3. #3 by ahmad subagyo on Desember 25, 2009 - 4:50 am

    SAYA HARAP TUBAN TETAP DAMAI
    JANGAN MENGAIL DIAIR KERUH
    STOP EXPLOTASI MASSA

  4. #4 by rujiman on Desember 25, 2009 - 9:08 am

    mestinya penerimaan CPNS harus transparan,
    biar rakyat gak curiga dan semua orang bisa mengikutinya
    tidak yg punya duwit saja yg bisa jadi PNS

  5. #5 by khozanah on Desember 25, 2009 - 11:26 am

    @ahmad subagyo : kita tidak akan anarki, cuma kita mau transparan demi keadilan untuk semua rakyat tuban

  6. #6 by irfan on Desember 27, 2009 - 8:33 am

    nah, bagaimana dengan calon PNS yang tidak bermasalah ? yang di kedua pengumuman namanya tercantum? akhirnya harus menunggu proses yang entah sampai kapan lagi harus ditunggu. ini sangat mengganggu, dan semoga segera ada penyelesaian yang tepat…

  7. #7 by Putra Pribumi on Desember 27, 2009 - 1:27 pm

    Mbak sya minta tolong dikirim atau di upload di sini, hasil seleksi cpns tuban versi FE UI, kami merasa penasaran.

  8. #8 by ari y on Desember 28, 2009 - 11:32 am

    saya kira penerimaan CPNS Tuban ada yang main curang dan ada yang murni, tapi tolong yang main curang di tindak jangan sampai diangkat menjadi PNS dan yang murni tolong segera di angkat sbg CPNS. Trims

  9. #9 by ari y on Desember 28, 2009 - 11:35 am

    tolong yang punya pengumuman lmfeui.com di up load donk…! biar gak mengada -ada infonya. lha wong yen gak lulus yo ra usah ngresulo. eling sesok awakmu pasti ono walesane karo gusti allah

  10. #10 by rezha_only on Desember 30, 2009 - 12:39 am

    Semoga hal yang menyangkut kepentingan bangsa dan negara seperti ini tidak di politisir…..dekadensi moral yang kian lama kian menggerogoti bangsa ini harus kita lawan bersama…kita jadikan tuban bersatu dengan prinsip “jangan ada dusta dintara kita(accountability n transparancy)”..sinergi eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan bagi pembangunan tuban selanjutnya…yang berlalu biarlah berlalu n the show must goon..kita lupakan pilkada yang lalu tuban yang jaya adalah harapan kita semua……..”Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”soe hok gie ….

  11. #11 by abi on Desember 30, 2009 - 11:15 am

    tolong kirim donk pengumuman cpns fersi FE uI,,,,,,,,

  12. #12 by khozanah on Desember 30, 2009 - 3:35 pm

    Tolong yg minta hasil pengumuman dari lemabaga manajemen FE UI untuk bersabar, karena teman2 di dewan
    lagi mengusahakan ke pihak UI dengan cara resmi agar datanya benar2 valid.
    Dan mohon juga kesabarannya untuk kelanjutannya tentang Hak Angket masalah ini, karena kita di dewan lagi
    membuat aturan main ke-dewanan (tatib dewan), setelah itu selesai (kira2 akhir tahun ini) kita akan concern ke hak angket tsb.
    Mohon dukungan morilnya.

  13. #13 by Mantap Jaya on Desember 31, 2009 - 3:23 pm

    Kapan SK keluar, semoga segera cepat keluar, sebab yang dinyatakan ketrima CPNS sudah dikeluarkan dari sekolah tempat asal ngajar. Bisa-bisa jadi penganguran lama. SEMOGA SK LEKAS KELUAR!!!

    • #14 by cimutQyut on Maret 9, 2010 - 3:39 pm

      amiiiinnn…(T T)

  14. #15 by priyo s on Januari 6, 2010 - 11:23 am

    Mana kelanjutan hak angketnya Bu? kok mlempem! Ibu sudah dipilih rakyat Tuban untuk membawa aspirasi mereka lho. Jangan terbawa arus eksekutif lho Bu!

  15. #16 by akhir-z on Januari 6, 2010 - 11:26 am

    Layu sebelum berkembang, begitulah ibaratnya nasib hak angket tentang perekrutan CPNS di Tuban. Para dewan pada takut kali ya……………..

    • #17 by irfan on Januari 8, 2010 - 8:35 pm

      masalahnya, bagaimana juga nasib yang sudah diterima dan namanya ada di dua pengumuman baik Pemkab maupun FEUI? bukankah tidak ada masalah dengan nama kami, dan kami juga berhak untuk segera bekerja ? akhirnya semua terkatung katung..
      saya mendukung pada orang orang yang mencari keadilan, tapi tidak dengan mengorbankan orang orang yang sudah menang secara fair..
      apalagi beberapa pemenang CPNS juga sudah di pecat dari pekerjaan yang lama.
      mau menambah pengangguran ?
      tolong suara kami ini juga diperhatikan…

  16. #18 by salim vw on Januari 10, 2010 - 11:40 pm

    sayang saya bukan orang politik jadi ga bisa coment, salam aja bu ya ?

  17. #19 by ika on Januari 12, 2010 - 12:26 pm

    minta hasil dari Ui dunk…penasaran nich

  18. #20 by tiok sang juara on Januari 24, 2010 - 12:07 pm

    aku harus kerja lagi

  19. #21 by adre on Januari 25, 2010 - 2:30 pm

    semua tindakan qt pasti akan qt pertanggungjawabkan kepada alloh, so jgn menyembunyikan hal yang tidak benar coz pasti akan terkuak juga. ibu22 & bpk222 dewan tolong donk perjuangkan nasib qt yg jd korban mafia CPNS……….
    kebenaran pasti akan MENANG………….

  20. #22 by tiha on Februari 1, 2010 - 5:50 pm

    tolong juga diperhatikan nasib kita yang tidak jelas yang kemarin telah mengikuti pemberkasan… kami sudah banyak yang sudah dikeluarkan dari pekerjaan asal padahal kita tidak ikut main belakang….

  21. #23 by yoland on Februari 1, 2010 - 10:15 pm

    aku pengen liat dmana pengumuman yang sebenarnya????????

  22. #24 by yoland on Februari 1, 2010 - 10:17 pm

    alamat liat pengumuman dmana??

  23. #25 by parnyo on Februari 4, 2010 - 1:11 am

    saya cuma bisa berharap,masalah ini dapat segera diselesaikan secara arif dan bijaksana serta tanpa menimbulkan permasalahan baru. saya selaku salah satu peserta yang lolos test tanpa KKN,memohon agar SK segera diberikan kepada kami.

  24. #26 by Alex on Februari 4, 2010 - 1:12 pm

    Ibu anggota DPRD Tuban yang terhormat,

    Saya salah satu peserta CPNSD Tuban yang di terima versi

    BKD,bagaimana dengan nasib kami yang sudah melakukan pemberkasan ? Saya baca di media massa bahwa permbekasan kami di pending oleh BKN karena ada kasus ini. Padahal kondisi saya sudah tidak bekerja lagi,karena pada saat pemberkasan diperkirakan masuk awal januari 2010, jadi saya keluar dari kerjaan sebelum itu. Misalkan hasil cpns versi BKD di batalkan, apakah kami ini tidak di sebut “the real victim”?

    Saya juga sedih, dimedia massa banyak pihak yang “menyalahkan”

    kami yang namanya tidak ada di pengumuman LMFEUI telah melakukan

    cara2 yang “kotor” untuk lolos CPNSD, padahal saya lolos tanpa

    bantuan apa2 (dikatakan di media massa ada yang memakai uang

    sogokan,dll). Kalau dikatakan untuk lolos harus memakai biaya, ya saya jawab iya, karena mulai pendaftaran saya harus datang ke

    Tuban (butuh uang transport), pada saat tes CPNSD saya harus

    menginap di Hotel, karena tidak ada saudara di Tuban, ya seperti

    pepatah “Jer Basuki Mawa Beya”, untuk mencapai sesuatu harus ada

    pengorbanan.

    Untuk kasus ini, saya tidak tahu apakah ada yang bermain “kotor”

    atau tidak. Saya setuju kasus di usut secara tuntas dan

    transparan, cuma usul saya harus dilihat per peserta, jangan

    langsung dibatalkan semua hasil CPNSD versi BKD, dilihat apakah peserta yang lolos benar2 sesuai dengan tiga kriteria dari BKD.

    Ini sedikit aspirasi saya yang mungkin mewakili beberapa peserta yang lain. Saya minta bantuan ibu sebagai anggota DPRD untuk menyuarakan aspirasi kami. Mungkin saya bukan asli orang Tuban, tapi jika saya di kasih tanggung jawab sebagai abdi negara di kabupaten Tuban, saya akan mengemban tugas dengan baik dan mencurahkan segala kemampuan, dan keahlian saya untuk pembangunan kabupaten Tuban.

    Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

  25. #27 by Alex on Februari 4, 2010 - 2:26 pm

    Ibu anggota DPRD Tuban yang terhormat,

    Saya salah satu peserta CPNSD Tuban yang di terima versi BKD,bagaimana dengan nasib kami yang sudah melakukan pemberkasan ? Saya baca di media massa bahwa permbekasan kami di pending oleh BKN karena ada kasus ini. Padahal kondisi saya sudah tidak bekerja lagi,karena pada saat pemberkasan diperkirakan masuk awal januari 2010, jadi saya keluar dari kerjaan sebelum itu. Misalkan hasil cpns versi BKD di batalkan, apakah kami ini tidak di sebut “the real victim”?

    Saya juga sedih, dimedia massa banyak pihak yang “menyalahkan” kami yang namanya tidak ada di pengumuman LMFEUI telah melakukan cara2 yang “kotor” untuk lolos CPNSD, padahal saya lolos tanpa bantuan apa2 (dikatakan di media massa ada yang memakai uang sogokan,dll). Kalau dikatakan untuk lolos harus memakai biaya, ya saya jawab iya, karena mulai pendaftaran saya harus datang ke Tuban (butuh uang transport), pada saat tes CPNSD saya harus menginap di Hotel, karena tidak ada saudara di Tuban, ya seperti pepatah “Jer Basuki Mawa Beya”, untuk mencapai sesuatu harus ada pengorbanan.

    Untuk kasus ini, saya tidak tahu apakah ada yang bermain “kotor” atau tidak. Saya setuju kasus di usut secara tuntas dan transparan, cuma usul saya harus dilihat per peserta, jangan langsung dibatalkan semua hasil CPNSD versi BKD, dilihat apakah peserta yang lolos benar2 sesuai dengan tiga kriteria dari BKD.

    Ini sedikit aspirasi saya yang mungkin mewakili beberapa peserta yang lain. Saya minta bantuan ibu sebagai anggota DPRD untuk menyuarakan aspirasi kami. Mungkin saya bukan asli orang Tuban, tapi jika saya di kasih tanggung jawab sebagai abdi negara di kabupaten Tuban, saya akan mengemban tugas dengan baik dan mencurahkan segala kemampuan, dan keahlian saya untuk pembangunan kabupaten Tuban.

    Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

  26. #28 by Alex on Februari 4, 2010 - 2:27 pm

    Ibu anggota DPRD Tuban yang terhormat,

    Saya salah satu peserta CPNSD Tuban yang di terima versi BKD,bagaimana dengan nasib kami yang sudah melakukan pemberkasan ? Saya baca di media massa bahwa permbekasan kami di pending oleh BKN karena ada kasus ini. Padahal kondisi saya sudah tidak bekerja lagi,karena pada saat pemberkasan diperkirakan masuk awal januari 2010, jadi saya keluar dari kerjaan sebelum itu. Misalkan hasil cpns versi BKD di batalkan, apakah kami ini tidak di sebut “the real victim”?

    Saya juga sedih, dimedia massa banyak pihak yang “menyalahkan” kami yang namanya tidak ada di pengumuman LMFEUI telah melakukan cara2 yang “kotor” untuk lolos CPNSD, padahal saya lolos tanpa bantuan apa2 (dikatakan di media massa ada yang memakai uang sogokan,dll). Kalau dikatakan untuk lolos harus memakai biaya, ya saya jawab iya, karena mulai pendaftaran saya harus datang ke Tuban (butuh uang transport), pada saat tes CPNSD saya harus menginap di Hotel, karena tidak ada saudara di Tuban, ya seperti pepatah “Jer Basuki Mawa Beya”, untuk mencapai sesuatu harus ada pengorbanan.

    Untuk kasus ini, saya tidak tahu apakah ada yang bermain “kotor” atau tidak. Saya setuju kasus di usut secara tuntas dan transparan, cuma usul saya harus dilihat per peserta, jangan langsung dibatalkan semua hasil CPNSD versi BKD, dilihat apakah peserta yang lolos benar2 sesuai dengan tiga kriteria dari BKD.

    Ini sedikit aspirasi saya yang mungkin mewakili beberapa peserta yang lain. Saya minta bantuan ibu sebagai anggota DPRD untuk menyuarakan aspirasi kami. Mungkin saya bukan asli orang Tuban, tapi jika saya di kasih tanggung jawab sebagai abdi negara di kabupaten Tuban, saya akan mengemban tugas dengan baik dan mencurahkan segala kemampuan, dan keahlian saya untuk pembangunan kabupaten Tuban.

    Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.

    • #29 by Putra Ranggahadi on Februari 6, 2010 - 3:38 pm

      Mas Alex, saya sangat setuju dengan anda, saya juga termasuk yg diterima versi Pemkab, Tp demi Allah saya tidak pakai suap menyuap (boro-boro nyuap, uang kontrakan aja ngutang). Bagaimana nasib kami, seperti ditulis dalam Radar Bojonegoro, mereka menuntut agar dibatalkan hasil seleksi CPNS. Itu akan menimbulkan masalah baru, Jangan menegakkan keadilan tetapi mengijak-ijak keadilan yang lain. Kami merasa murni tanpa suap, beri keadilan bagi kami. Sampaikan ke BKN, Kami mohon SK segera keluar.

    • #30 by khozanah on Maret 14, 2010 - 1:09 am

      To mas Alex

      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya dan mohon maaf kalo sekarang baru saya balas…
      Jujur saya sedih melihat kondisi kota tercinta saya ini yang makin lama makin gak karuan, bukan hanya masalah CPNSD saja tapi banyak hal. Hanya yang ingin saya garis bawahi sebenarnya dalam masalah CPNSD ini adalah proses perekrutan sampai pengumuman, saya mohon dukungan anda dan temen-temen untuk bisa mengusut tuntas masalah ini, terima kasih. Mohon maaf kalau jawaban saya ini kurang memuaskan anda.

      Salam
      Khozanah H

      • #31 by ahmad on Juni 8, 2010 - 9:44 pm

        Sebelumnya saya sangat berterima kasih ke ibu khozanah, dengan adanya ibu kami bisa berkomunikasi… untuk semuanya sabar…pasti ada alasan dengan semua ini…kalian adalah yang terbaik!!!!!

  27. #32 by Tiha on Februari 7, 2010 - 1:20 pm

    Idem ms aex
    Saya juga stu nsib dg dia…
    Bagaimana nsib kita?
    Yg ada di bkd dan tidak ada di ui padahal kita tidak pakai cara belakang….

  28. #33 by Tiha on Februari 7, 2010 - 1:21 pm

    Idem ms alex
    Saya juga satu nasib dg dia…
    Bagaimana nasib kita?
    Yg ada di bkd dan tidak ada di ui padahal kita tidak pakai cara belakang….

  29. #34 by OBAM A on Februari 8, 2010 - 4:30 pm

    becik ketitik olo ketoro wong sing ora jujur bakal ajur wong jujur bakal mujur dosa iku neroko pahala iku surgo sing kepingin ngrasakno matio disik ben kabukten Allah Maha Besar

  30. #35 by iyus on Februari 9, 2010 - 10:40 am

    kalo bersih mengapa harus risih?????
    saya gak percaya DPRD Tuban bisa nyelesaikan masalah ini. wong DPRD dari dulu, termasuk partainya, emang gak ada kemauan untuk membuat regulasi yang menjamin transparansi dan partisipasi.
    atau emang gak mampu??? kayaknya dua-duanya

  31. #36 by Alex on Februari 10, 2010 - 1:43 am

    Bukannya saya risih,cuma ada beberapa item yg harus dgaris bawahi:
    1. Kami yg diterima cpns versi pemkab tuban juga korban,di media kami (yg namanya tidak ada di lmfeui) semua dianggap bermain kotor.
    2. Beberapa dari kami,termasuk saya sudah keluar dari pekerjaan,kalau saya tahu cpns tuban akan seperti ini saya milih kerja di swasta saja. Kalau sekarang gm? Saya sudah keluar kerja,nasib terkatung2 tidak jelas,mencari kerja yg layak juga tidak semudah membeli barang dipasar.
    3. Kami ingin kejelasan nasib kami,apakah terus cpns atau distop,karena saya sendiri ingin tahu kedepannya gm?saya punya anak istri yg harus saya nafkahi.

    • #37 by Putra Ranggahadi on Februari 11, 2010 - 1:12 pm

      Perkara ini masih di sidangkan di PN Tuban. Isyaallah Pemkab yang menang, ini masih di perjuangkan oleh Pemkab dan BKD. Karena sudah jelas MoU dengan UI, UI hanya sebagai mitra bukan panitia. Yang berhak meluluskan adalah Pemkab. Mas Alex, mari kita buat forum aspirasi untuk yang lulus versi Pemkab (yang murni tanpa Suap), entah melalui blog atau facebook. Biar kami-kami ini punya wadah aspirasi. Gmana mas?

    • #38 by cimutQyut on Maret 9, 2010 - 3:52 pm

      yup setuju….nasib saya juga seperti anda,nama saya keluar versi pemkab,tapi demi Allah saya tidak maen “kotor”,nyogok.dan segala macem…sdh dipecat dari pekerjaan..tolong nasib kami jga dpikirkan,jgn cuma yg gembar gembor di media massa bahwa dia terdholimi karna kami juga sama seperti itu.

  32. #39 by deni on Februari 11, 2010 - 8:22 pm

    gimana klo qt panggil uya emang kuya ke tuban en para cpns 2009 versi bkd tuban dihipnotis oleh kuya dikorek apa dia jujur ato ga, yg tau kan ya cpns versi bkd itu sendiri ” kebenaran ” itu, meski banyak yg bersumpah atas nama agama, klo emang versi bkd ada yg jujur pastilah kalian jg ada di daftarnya UI jd ga perlu kalian takut .. yakin aj, klo emang cpns itu rejekimu pastilah itu menjadi milikmu baik dg cara kotor atopun jujur tp klo bukan maka apapun yg kmu lakukan maka ” cpns ” itu ga akan jd milikmu, sabar ..

    • #40 by cimutQyut on Maret 9, 2010 - 3:54 pm

      aku cee siap aja kalo kamu mau manggil uya kuya…tapi aku salah satu yang namaku ga ada di versi ui,,dan aku jujur!!gimana??kapan mau mendatangkan uya kuya??

  33. #41 by ahmad subagyo on Maret 8, 2010 - 1:13 am

    saya baca oponi ini di koran ‘kalo ada tak plastik ‘ akan muntah,okelah klaim kebenaran tentang cpns di tuban korupsi dan nepotisme proses good governance dan idiomatik yang merepresentasikan kebenaran yang ada hanya semu,menarik dikaji bahwa proses pemilihan pns syarat politisi,jangan anggap orang dewan sesuci kapas,kalo saya ibaratkan lebih bagus kotoran aning,ini kita liat dulu pemberitaan sekarang cenderung timpang jelas – jelas radar bojonegoro yang di bawahi oleh jawa pos hanya manipulasi media busuk,c’mon ini negara demokrasi bukan hegemoni pemberitaan kasin korban dan bukan korban.saya paling benci ulasan dari wartawan koran jawapos di tuban ( ds ) kok bisa lulus jadi wartawan,wartawan yang idelais bukan keberpihakkan.dan ini yang bikin blog saya tahu anda hanya corong muhaimin bukan pkb root gusdur,saya jadi muntah baca ulasan2 anda yang kaku coba belajar lagi mbak.politik bukan istan asal ada uang pesan banner di tempel di pohon dan jadi dewan yang terhormat.saya bukan orang tuban asli tapi muak liat kelakuan anggota DPRD,terserah ini kota kalian mau jadi basis bejat moral.
    …………………Lekra….

    • #42 by anshor on Maret 11, 2010 - 9:06 pm

      Pak Subagyo,
      Saya lihat komentar Anda kok muak sekali…apa benar komentar Anda mencerminkan suara nurani Anda?

    • #43 by kepik on Maret 13, 2010 - 11:37 am

      heh pak coba anda hidup di tuban..
      yanf jadi bupati sapa yang jadi pemborong sapa.. pasti anda tertohok melihat itu semua,, tuban bagus cover duank,, tapi jelek substansinya,,

    • #44 by ahmad on Juni 8, 2010 - 9:51 pm

      to subagio :seharusnya kamu malu ngomong begitu…ndak punya hak…namanya aja ahmad, tapi cara ngomong kaya orang yang ndak pernah sekolah…kaya anjing

  34. #45 by ahmad subagyo on Maret 8, 2010 - 1:18 am

    saya tantang anda debat,dan pengerahan masa di tuban!!!

    • #46 by anshor on Maret 11, 2010 - 9:05 pm

      Pak Subagyo!!!
      Anda mau menantang penulis blog ini? Apa gak malu Anda?
      Anda seorang pria kok beraninya menantang wanita.
      Saya yakin Anda adalah pembela PG Tuban. Mengacalah diri Anda, jangan asal bela…..Belalah kebenaran dan perangilah kebathilan

  35. #47 by cimutQyut on Maret 9, 2010 - 3:34 pm

    katanya malah cpns tuban mau dibatalkan ya???kalo benar mau dibatalkan atau mau diusut lagi dan pabila dikemudian hari terjadi perubahan nama2 yang diterima di tuban bknnya masalah juga tidaj selesai??karna saya tahu ada juga orang2 yang tidak bersalah kena imbasnya,orang2 yang dlm data imfeui tidak muncul tapi dalam pengumuman pemkab tuban muncul,padahal mereka tidan pake “money”…terlebih lagi bagi mereka yg sudah keluar atau dipecat dari pekerjaannya karena diterima cpns di tuban…bagaimana nasib orang2 seperti mereka?jagn hanya memikirkan org2 yg namanya muncul di Imfeui tapi tidak dituban,tapi jg tolong dipikirkan nasib mereka2 diatas,karna mereka jg tidak bersalah.

  36. #48 by Alex on Maret 14, 2010 - 10:43 am

    To bu khozanah:
    terima kasih atas responnya,saya pribadi siap mendukung pengusutan kasus cpnsd ini. Tapi misal terjadi hal2 yg tidak saya inginkan (hasil cpnsd dibatalkan) saya mohon bantuan dari ibu untuk mengaspirasikan nasib kami(yg lolos versi pemkab tuban) Byk dr kami yg sudah pengangguran. Memang saya dgr mulai pilkada 2006 lalu sampe skg byk ketidakadilan di kab. Tuban,mg2 kedepannya kab. Tuban lebih baik.
    To Mas putra:
    maap br respon,saya stj dibuat forum d blog atau facebook,tapi sy blm smpt msh sibuk nyari kerjaan lain,mungkn mas putra bs ngawali saya pasti dukung.
    To all:
    kiranya kita harus lbh sabar,tenang,arif,jangan emosi dalam menyikapi permasalahan cpnsd ini.jangan saling menuduh pihak lain salah,mari kita dukung pengusutan kasus ini,insyaallah kebenaran akan muncul,kalo memang nantinya hasil cpnsd dibatalkan,mgkn blm rejeki dan kita harus mensikapinya dgn arif.

    Salam,
    alex

    • #49 by Nanda Satya Abhirama on Maret 14, 2010 - 1:55 pm

      Sudah ada grupnya, silahkan gabung: Forum Komunikasi CPNS Tuban 2009-2010

  37. #50 by Ali on Maret 15, 2010 - 9:54 pm

    insyaAllah semua itu ada balasannya baik dan buruk. Allah maha melihat dan tidak tidur…..!!!KEBATHILAN sekecil apapun akan menerima balasannya…dan KEBENARAN….akan selalu menang!!!! semoga ALLAH SWT. selalu memberi rahmat dan hidayah bagi mereka yang benar dan membela kebenaran….KEBATHILAN TIDAK AKAN BERTAHAN LAMA…..

  38. #51 by ahmad subagyo on Maret 18, 2010 - 11:09 pm

    @anshor + kepik :
    sangat impulsif mas bila anda menuduh saya simpatisan partai politik di tuban,domain saya adalah root masyarakat marjinal petani dan petambak di tuban selatan.saya muak dengan tingkah laku anggota dewan skg.kita negara demokratis idea – idea cermelang dan aktualisasi riil itu lebih penting bukan hanya eksperimen kekuatan ala DPRD.kapan memikirkan masyrakat di tuban ‘pinggiran’ politikus kelas trotoar hanya mikir balik modal.coba liat kuli batu kars yang tergelepar dari ancaman dominasi bumn serta hegemoni kaum pemodal petroleum asing yang ada di daerah ini terasa sumir dengan nasib mbok jah yg harus memungut ranting di hutan rengel,c’mon mas kita butuh move bukan eksistensi semu.dan buat mas anshor jangan diskreditkan coment saya untuk melawan perempuan,saya juga punya vision yg jelas bahwa doktrin emansipasi itu urusan yg haq,saya cuma memberi postingan kritik buat bu khoz untuk lebih prepare pada urusan lebih riil yaitu RAKYAT KECIL!!!!
    ….FORUM DISKUSI MEDIA KIRI TUBAN…..

  39. #52 by dony agus on Maret 25, 2010 - 4:41 pm

    semoga masalah ini cepat selesai, dan sk cpns turun..
    karena banyak banyak diantara kami yang memang benar2 ketrima secara murni (tanpa biaya sepeserpun)merasa terkatung-katung karena masalah ini. bahkan telah menjadi pengangguran karena telah keluar dari pekerjaan yang lama karena takut sewaktu-waktu dipanggil untuk menerima sk cpns.
    saya tidak akan menyalahkan teman-teman yang sedang memperjuangkan nasibnya karena ada perbedaan hasil pengumumnan di bkd dan versi UI. mudah-mudahan semua ini terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.
    semoga tuban tetap damai

  40. #53 by yuda on April 8, 2010 - 6:07 pm

    Prihatin juga dgn kasus tuban
    Jika Anda anggota dewan…ikhlaskan kerja, janganlah untuk cari nama. Kalo pengacara / LSM..jangan mengais uang dari orang tertindas. kalo wartawan..tulislah berita kebenaran..bukan prasangka untuk mendongkrak berita. Untuk yg tidak lolos..tuntutlah keadilan dgn cara yg santun dan tak mendzalimi saudaramu. untuk yang lolos..berjuanglah akan hakmu + doa juga sk cepat turun. Untuk Bupati/BKD..segera selesaikan pekerjaanmu dengan benar, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: