Muhaimin Kritik Nahdatul Ulama Terlalu Nafsu Berpolitik

Kamis, 23 Juli 2009 | 16:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar mengkritik peran Nadlatul Ulama dalam politik praktis. Menurut dia, NU sudah mulai bergeser.

“NU harus konsisten kembali ke kithahnya. Kalau berpolitik akan merugikan NU sendiri,” kata Muhaimin dalam peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke 11 di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (23/7).

Dia melanjutkan, langkah politik praktis yang dilakukan Nadlatul Ulama justru akan merugikan jika tanpa koordinasi dengan PKB. Muhaimin mencontohkan pada pemilihan kepada daerah di Jawa Timur dan pemilihan presiden. “Kalau mau berpolitik silahkan lewat PKB,” katanya. PKB, kata dia, siap mengakomodasi kepentingan masyarakat NU.

Seperti pada pemilihan legislatif 2009, perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa jauh dibawah pada pemilihan legislatif 2004. Di Jawa Timur, PKB masih kalah dengan Partai Demokrat dan PDIP.

Muhaimin menuding kekalahan Partai Kebangkitan Bangsa itu karena Nadlatul Ulama yang berpolitik praktis melalui partai politik selain PKB. “PKB tidak pernah menjauh dari NU, tapi NU yang selalu bernafsu melakukan politik praktis,” katanya. Dia menyarankan NU konsisten bergerak dalam bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi kebawah dan dalam politik jangan terlalu praktis masuk ke dalam. “NU terlampau jauh dalam politik praktis,” katanya.

(Dikutip dari Tempo Interaktif 23 Juli 2009 oleh Khozanah Hidayati)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: