Gus Sholah Jadi Alternatif

KH MIFTAH: USUNG KADER YANG BERKERINGAT
Mencuatnya nama Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Mohammad Nuh akan maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar pada Januari 2010 mendatang tampaknya tak akan mendapat dukungan dari PWNU Jatim. Pasalnya, dari beberapa kriteria yang diinginkan PWNU Jatim, tampaknya nama M. Nuh tidak masuk dalam kriteria kandidat Ketua Umum PBNU mendatang.

Apalagi dalam kriteria kandidat calon Ketua Umum PBNU mendatang, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar menginginkan calon pemimpin NU mendatang harus berasal dari kader NU yang berkeringat. Maksudnya, sejak kecil sosok ketua umum harus mendapat pendidikan ke-NU-an dan memiliki nasab NU yang baik. Selain itu harus mampu mensinergikan antara NU Indonesia dengan NU cabang istimewa (luar negeri-red).

?Usulan kami mendatang sosok seorang Ketua Umum itu harus berasal dari kader yang berkeringat,? kata Kiai Miftah, Senin (27/7).

Keinginan Kiai Miftah mengusung kriteria tersebut ternyata bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika ketua umum mendatang bukan dari kader yang berkeringat di NU atau berasal dari kader yang hanya mendapat pendidikan ke-NU-an setengah-setengah dikhawatirkan kondisi NU akan menjadi buruk.

?Biar NU tidak dipermainkan atau justru malah dipinggirkan. Makanya harus berasal dari kader yang benar-benar berjuang untuk NU,? terangnya.

Pernyataan tersebut, lanjut Kiai Miftah, bukan berarti meragukan keberadaan keberadaan tokoh-tokoh NU yang kini mulai mencuat melalui birokrasi atau kedudukannya. Namun, hal ini dilakukan karena amanat NU sangat besar.

Sehingga diperlukan kader yang benar-benar militan seperti halnya KH Hasyim Muzadi maupun KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). ?Bukan berarti saya meragukan ke-NU-an Pak Nuh,? katanya.

Ketika disinggung siapa sosok yang lebih dipilih jika nantinya Kiai Hasyim tidak mencalonkan kembali dalam Muktamar mendatang. Apakah Gus Sholah ataukah M. Nuh? Kiai Miftah mengaku belum bisa memutuskan siapa kandidat yang bisa menggantikan Kiai Hasyim Muzadi. Namun, jika memang Kiai Hasyim tidak maju, Kiai Miftah lebih memilih berkonsultasi dengan Kiai Hasyim untuk meminta arahannya.

?Intinya, PWNU Jatim masih memperhatikan pandangan-pandangan Pak Hasyim. Jika pilihannya hanya dua orang itu. Ya mungkin kami akan pilih Gus Sholah. Karena beliau orang cerdas dan netral dalam segala hal,? kata Kiai Miftah.

Maklum, dari segi nasabnya atau garis keturunannya Gus Sholah sendiri adalah cucu dari Hadratus Syekh Hasyim Asy?ari yang merupakan pendiri NU. (Dikutip dari Dutamasyarakat online, tanggal 28 Juli 2009, oleh Khozanah Hidayati).

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: