Sayangkan Minimnya Laporan Kekurangan Air Bersih

[ Sabtu, 05 September 2009 ]

TUBAN – Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf kemarin (4/9) menyayangkan minimnya laporan dari pemkab-pemkab di wilayah kerjanya terkait kekurangan air bersih. Dia mencontohkan Pemkab Tuban yang tak melaporkan kekurangan air bersih di Desa Sendangrejo, Kecamatan Parengan.

Warga desa tersebut, menurut dia, hanya mengandalkan pasokan air bersih yang selalu didroping Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro. Salah satu sumber mata air di desa setempat tak lagi bisa diandalkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. ”Saya tidak tahu, tanyakan saja kepada warga. Tetapi dengan kondisi seperti ini, asli kekeringan,” kata dia saat disodori pertanyaan wartawan apakah pemkab dan kecamatan menganggap desa tersebut tidak kekeringan.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul itu, mengaku mendapatkan informasi kekurangan air bersih di Desa Sendangrejo dari Kepala Bakorwil II Bojonegoro Setiadjit. Gus Ipul kemarin sempat mendatangi lokasi antrean air bersih di desa tersebut. Dia ikut menuangkan air bersih dari truk tangki kepada warga desa setempat.

Warga sempat menertawakan Gus Ipul saat dia mencoba memikul air bersih dan tidak kuat. ”Ternyata berat, padahal kondisi ini selalu dilakukan warga untuk mengambil air dari sumber air yang jaraknya ratusan meter,” katanya.

Jinawan, salah satu warga desa setempat, menjelaskan, sudah tiga minggu ini di desanya kesulitan mendapatkan air bersih. Warga hanya mengandalkan droping air bersih dari Bakorwil II Bojonegoro. ”Setiap hari antri dan menunggu air datang,” ujarnya.

”Kami sudah mengirim surat kepada Pemkab Tuban, namun belum ada respons. Akhirnya kani mencari alternatif dengan mengirim surat ke Bakorwil Bojonegoro dan selanjutnya direspons,” sambung salah satu tokoh di desa setempat.

Dikonfirmasi terpisah, Setiadjit menjelaskan, pihaknya mendapatkan keluhan warga setempat atas krisis air bersih. ”Droping di lokasi ini semenjak seminggu sebelum puasa hingga saat ini, bahkan mendatang,” katanya.

Setiadjit menuturkan, bakorwil saat ini mempunyai empat truk tangki. Setiap truk volumenya mencapai 5.000 liter. ”Untuk dropping hari ini, kami salurkan empat truk,” katanya.

Sementara itu, Gus Ipul datang ke Tuban bukan hanya untuk mengikuti penyaluran bantuan air bersih. Dia juga meresmikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kehutanan Tuban di Dusun Gomang, Desa Lojalor, Kecamatan Singgahan.

”Sengaja wagub memenuhi undangan pihak sekolah, karena SMKN 1 Kehutanan Tuban ini merupakan satu-satunya yang ada di Jatim,” ujarnya.

Gus Ipul menuturkan, konsep SMKN kehutanan ini unik. Sebab, pendirian sekolah yang di atas gunung bertujuan mencegah adanya ilegal logging. Menurut dia, siswa SMK setempat nantinya menyadari pentingnya melestarikan hutan. ”(Siswa) bukannya menebang, tetapi menanam,” katanya kepada siswa SMKN Kehutanan. (rij)  (Dikutip dari Radar Bojonegoro, tanggal 5 September 2009, oleh Khozanah Hidayati).

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: