Menelisik Sikap PG Tuban Yang Menolak Memberikan Calon Definitif Ketua DPRD Tuban

Oleh : Khozanah Hidayati
Tanggal : 24 Oktober 2009

Sikap PG Tuban yang masih mengulur-ngulur waktu untuk mengajukan calon definitif ketua DPRD Tuban menimbulkan beragam pertanyaan di masyarakat. Padahal berdasarkan Surat Edaran Mendagri nomor 161/1405/sj bahwa seluruh DPRD se-Indoensia diharapkan menetapkan ketua definitif DPRD masing-masing sebelum penentuan alat kelengkapan dewan.
Pernyataan dari PG Tuban sendiri tentang molornya meraka karena dasar dari Surat Edaran Mnedagri tersebut yang kurang kuat, karena Peraturan Pemerintah yang berhubungan dengan itu belum keluar.. Dan mereka juga menyatakan kenapa harus tergesa-gesa untuk mengajukan calon definitif ketua DPRD.

Pertanyaan yang timbul di masyarakat perihal masalah ini adalah apa yang melatarbekangi PG Tuban untuk mengolor-ngolor waktu. Menurut opini penulis ada beberapa factor yang membuat PG enggan segera mengajukan nama definitive untuk diangkat menjadi ketua DPRD Tuban periode 2009 – 2014.

Faktor pertama adalah menunjukkan kuatnya hegemoni cengkeraman eksekutif terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Tuban dan sekaligus akan menunjukkan sangat lemahnya daya tawar dan eksistensi pihak legislatif dareah terhadap jalannya roda pemerintahan daerah.
Hal ini suduh terbukti dengan kinerja DPRD Tuban periode sebelumnya (2004 – 2009) yang menurut lemabaga survey JPIP adalah berada diperingkat ke-38 dari semua daerah tingkat 2 di seluruh Jawa Timur. Dari hasil survey tersebut menunjukkan kinerja DPRD Tuban yang tidak menggemberikan karena diakibatkan kuatnya hegemoni pihak eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Adapaun faktor kedua adalah karena pihak PG Tuban masih kesulitan untuk mencari sosok yang cocok diantara wakil-wakil meraka yang berhasil lolos duduk di DPRD Tuban untuk mengemban amanat partai menjadi ketua DPRD Tuban. Hal ini karena Ketua Sementara DRPD Tuban yang notabene wakil dari PG sudah tidak dipercaya lagi oleh ketua PG Tuban untuk mengamankan jalannya kebijakanya selaku Bupati Tuban.

Disamping itu ditenggarai tengah terjadi gesekan antar faksi di internal PG Tuban. Masing-masing faksi ingin mengajukan orang yang loyal pada faksi-faksi mereka masing-masing. Sehingga belum dicapai kesepakatan untuk menentukan calon definitif ketua DPRD Tuban dari PG.

Rupanya tarik ulur pengajuan calon definitif ketua DPRD Tuban oleh PG akan masih menghiasi berita perihal Tuban. Hal ini karena PG tidak akan segera mengajukan calon karena beberapa persoalan di atas, dan yang akan menerima dampak tidak langsung dari ini semua tentunya rakyat Tuban. Karena dengan tidak terbentuknya pimpinan definitif DPRD Tuban, maka perangkat kelengkapan DPRD Tuban juga tidak akan terbentuk dan produk-produk hukum dan politik DPRD Tuban di bidang legislasi, anggaran, partisipasi dan control juga idak akan bias dilakukan.

Untuk itu marilah kita berharap agar konflik ini tidak berlarut-larut dan pimpinan DPRD Tuban segera terbentuk sehingga mereka bias bekerja maksimal. (4 Oktober 2009 oleh AM).

Iklan

  1. #1 by xaxa lindawati on Oktober 6, 2009 - 10:19 am

    Kita tahu sendirilah permainan golkar selalu kotor
    dan menjijikkan

  2. #2 by budi hartono on Oktober 6, 2009 - 10:21 am

    Hati2 dengan manuver golkar
    dia lagi kesulitan, terus membuat permainan politik
    jadi hati2 jangan terpansing permainan kotor mereka

  3. #3 by khozanah on Oktober 6, 2009 - 11:06 am

    @linda: thank sarannya dan kunjungan ke blog ini
    @budi: suwun diingatkan dan thank kunjungan ke blog ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: