Membaca Peta Politik DPRD Tuban

Adanya berita di koran bahwa sidang paripurna dewan untuk pemilihan ketua definif DPRD Tuban akan dilakukan tanggal 12 Oktober 2009 adalah sungguh sangat ironi karena partai golkar sebagai pemenag pemilu di Tuban masih belum mengajukan calon, dan ini akan sangat sekali menarik untuk dibaca dan disimak. Bagaimana akhir dari babak perseteruan antar fraksi ini dan juga bagaimana peta perpolitikan di Tuban yang akan datang dengan representasi dari kasus ini.

Menariknya, rapat koordinasi kemarin yang menelurkan rapat paripurna Senin depan tidak dihadiri oleh ketua sementara DPRD Tuban yang nyata-nyata wakil dari PG. Kalau benar tanggal 12 Oktober 2009 nanti diadakan sidang paripurna dengan agenda menetapkan pimpinan dewan dan seandainya PG belum mengajukan calon, sungguh sangat ironis dan sekaligus menarik disimak dan dianalisa untuk perkembangan dan keadaan peta perpolitikan Tuban lima tahun ke depan.

Dari segi kekuatan politik, frkasi-fraksi yang mendukung sidang paripurna Senin depan adalah FKB, FPDIP, FPD , F Gerinda dan FPPP yang semuanya berjumlah 31 orang, sedangkan fraksi yang akan menolak (diprediksi menolak) adalah Fraksi Golkar Bersatu (FGB) yang beranggotakan 15 orang, sedangkan frkasi Amanat Bulan Bintang yang berjumlah 4 anggota belum menentukan sikap. Yang menarik kalau sidang ini jadi dilakukan dengan dukungan mayoritas anggota DPRD  (kita sebut anggota dewan pro perubahan) sementara pihak pemenang pemilu di Tuban  (partai golkar / fraksi golkar bersatu atau kita sebut pro status quo)  yang mestinya menurut UU 27/2009  berhak mendudukkan wakilnya sebagai ketua DPRD tidak hadir, maka pertarungan “head to head” antara kekuatan pro perubahan dan pro status quo adalah 31 oarang vs 15 oarang, dan 4 orang masih belum kelihatan akan memihak kemana, kalaupun memihak ke pro status quo, maka kekuatan akhir akan dimenangkan pro perubahan dengan kekuatan 31 orang vs 19 oarang.

Terlepas dari segi hukum dan dari segi politik lainnya, hal ini sudah menunjukkan bahwa kekuatan politik DPRD Tuban sudah berubah arah, yang mana pada periode lalu pihak eksekutif selalu menang dengan mendapat dukungan partai golkar dan paratai pendukung lainnya dalam setiap menelorkan produk-produk hukum atau lainnya, namun saat ini pihak eksekutif harus berpikir ulang, karena gerbong politik pendukung mereka sudah berubah baik jumlah yang semakin sedikit maupun dari segi kwalitas.

Agar tidak terjadi perseteruan yang berkepanjangan dan agar rakyat tidak menerima imbasnya, sudah selayaknya pihak eksekutif mestinya harus memperbaiki diri dalam semua arah terutama dalam hal hubungan dengan pihak legislatif daerah ini.  (AM, 5 Oktober 2009).

  1. #1 by harto bagyo on Oktober 7, 2009 - 10:45 am

    analisa politik yg cukup bagus, moga2 dprd pro perubahan
    bisa menaklukkan drpd pro status quo dan akhirnya
    sang ibu takluk juga

  2. #2 by widya santoso on Oktober 7, 2009 - 10:47 am

    tinggalin saja partai golkar, kalau dia macam2.
    jangan mau diatur sama golkar, libas dia !!!!

  3. #3 by andi best on Oktober 7, 2009 - 10:48 am

    moga2 pro perubahan di dprd tuban bisa membawa
    kemaslahatan rakyat tuban

  4. #4 by p bagyo on Oktober 7, 2009 - 10:50 am

    kami dukung faksi pro perubahan di dprd tuban
    lawan kesewenangan bupati

  5. #5 by nasihin_m on Oktober 7, 2009 - 10:52 am

    Untuk penulis artikel ini : cukup masuk akal opininya
    Untuk DPRD Tuban : emban amanat rakyat, jangan lama2
    berdiskusi, anda digaji untuk bekerja. Cepat2 buat
    sidang dan tentukan pimpinanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: