Sembilan Anggota Dewan ”Dipimpong” BKD , Saat Minta Hasil Tes CPNS

TUBAN-Sembilan anggota DPRD Tuban kemarin (16/12) ngluruk Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Jalan Pattimura. Tujuannya, meminta print out hard copy hasil tes CPNS 2009. Namun, permintaan itu tidak dikabulkan oleh pejabat setempat, dengan alasan tidak mempunyai kewenangan. Padahal Corporate Secretary LMFE UI, sebelumnya telah mengimbau agar menanyakan ke langsung ke BKD.

Mereka antara lain Fahmi Fikroni, Khozanah Hidayati (FKB); Hendtra Setiaji, So’im, Rahmad, Syaiful Adhim (F Gerindra) ; Zubaidi, Sumantri ( FAB); Ali As’adi (FPD). Sebaliknya, para wakil rakyat ini ‘dipimpong,” oleh pelaksana rekrutmen CPNS ini untuk menghadap ke Bupati. Akibatnya, para anggota dewan terpaksa pulang dengan tangan hampa.

Mereka datang ke BKD sekitar pukul 11.30. Mereka dinterim langsung kepala BKD Edy Pranyoto diruang kerjanya. Pertemun berlangsung sekitar 40 menit secara tertutup.

Fahmi Fikroni kepada wartawan koran ini mengatakan, kedatangan ke BKD menanyakan tentang kejelasan hasil tes CPNS. ”Kami minta data hasil tes CPNS dari UI maupun hasil penilalian tiga ketegori (Nilai UI, IPK, Pengalaman keraj). Namun tidak dikasih. Alasanya tidak mempunyai kewenangan. Bahkan kami disuruh ke Bupati. Ini kan nggak masuk akal” keluhnya. Mestinya, lanjut dia, jika hasil itu dibuka secara transparan, maka polemik ini akan segera tuntas.

Belum berhasilnya upaya DPRD meminta hasil tes CPNS ini tidak membuat wakil rakyat tidak putus asa. Mereka akan mengagendakan hearing dengan BKD dan FE UI usai alat kelengkapan dewan terbentuk. ”Bahkan kami akan mengusulkan pansus hak angket,” papar politisi muda asal Jenu ini.

Terpisah ketua BKD Tuban Edy Pranyoto ketika ditemui diruang kerjanya mengatakan, hasil tes CPNS secara detail tidak mungkin dibuka didepan umum. ”Sebab tidak ada ketentuanya. Bahkan sejak dulu nggak pernah,” terang Edy. Namun, ketika ditanya lebih lanjut, Edy enggan berkomentar banyak. ”Wis nggak sah diulas-ulas lagi lah. Semuanya sudah dijawab didalam koran ini (Radar edisi 16 Desember,red)” tegas Edy sambil menunjukkan koran tersebut. Lantas bagaimana jika nanti masyarakat tetap mendesak agar hasil dipublikasikan? ”Ya tidak harus,” tandas dia. Dikatakan Edy, penetapan hasil tes CPNS dengan menggunakan tiga kategori, yakni nilai skor dari UI, IPK dan pengalaman kerja dimaksudkan untuk mencari kualitas pegawai.

Sementara itu, Sekkab Parastuti ketika ditemui wartawan koran ini digedung DPRD mengatakan, bobot tiga kategori tersebut adalah untuk skor hasil FE UI sebanyak 70 persen, IPK 20 persen dan pengalaman kerja 10 persen. Untuk kategori IPK, pihaknya tidak membatasi minimal IPK yang ada dimasing-masing peserta. Dan pengalaman kerja juga tidak dibatasi. Yang penting, terang dia, pengalamannya sesuai dengan kompetesinya. Jadi, tegas Parastuti, hasil dari FE UI tidak menentukan kelulusan.

Lantas kenapa ada kerjasama dengan FE UI, tidak dengan PTS lokal? ”Karena memang mereka yang menawarkan,” tandasnya. Dengan polemik ini, sebagian anggota dewan dan juga masyarakat berharap agar hasil tes CPNS diumumkan secara tranparans. Bagaiaman ketika masyarakat meminta untuk dibuka hasilnya secara detail? ”Ya nggak bisa,” paparnya. Dengan alasan tidak ada ketentuan. Bagaimana jika ada kecemburuan sosial? ”Ya nantilah, jangan misal-misal dulu,” jelas dia sambil berlalu. (zak). (Dikutip dari Radar Bojonegoro, tanggal 17 Desember 2009, oleh Khozanah).

Iklan

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: