Warga Lima Desa Tolak Pengembangan PT SG

Tuban (beritajatim.com) – Ratusan warga lima desa di Kabupaten Tuban, Senin (29/12/2009) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Tuban. Mereka berasal dari Desa Tegalrejo, Tahulu, Kapu, Tuwiri Wetan dan Desa Tuwiri Kulon, kelimanya di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Data yang dihimpun beritajatim.com, para warga datang untuk menyampaikan penolakannya atas perluasan tambang yang dilakukan oleh PT Semen Gresik (PT SG). Saat datang ke Kantor DPRD Tuban, warga memasuki kantor DPRD Tuban sambil membawa hasil bumi. Seperti jagung dan juga ketela pohon.

Dalam orasinya, warga menolak perluasan tambang bahan baku semen yang dilakukan oleh PT SG di Kabupaten Tuban. Alasannya, warga akan kesulitan untuk melanjutkan hidup karena selama ini tanah persil itulah yang menjadi sandaran hidup mereka.

Korlap Aksi, Kuncoko mengatakan, warga sejak lama telah menggantungkan hidup dari bercocok tanam di persil yang direncanakan akan dipakai untuk galian PT SG. “Kalau dikeruk atau ditambang oleh PT SG, lantas harus kemana ribuan warga di lima desa yang selama ini menggarapnya,” katanya.

Sebab, saat digali oleh PT SG dan diambil bahan untuk semen, warga secara otomatis tidak akan bisa bercocok tanam lagi dan itu mengakibatkan warga kehilangan mata pencahariannya. “Imbasnya maka akan semakin banyak pengangguran di desa yang ditambang,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta anggota dewan Tuban ikut memperjuankan nasib mereka. Sebab, ada ribuan anak dan juga pemuda yang membutuhkan makan setiap harinya.

“Kami tidak ingin warga di desa kami seperti warga yang ada di ring I. Sebab, hingga kini nasibnya juga tidak semakin baik,” sambungnya.

Setelah sampai di DPRD Tuban, perwakilan warga diterima oleh anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PDIP. Setelah menyampaikan uneg-unegnya, warga selanjutnya membubarkan diri. Dengan tertib, warga langsung pulang dan menuju ke rumahnya masing-masing.

Sementara itu, perwakilan DPRD mengaku siap memberikan fasilitas kepada warga dan akan ikut memperjuangkan nasib mereka. (dul/eda) (Dikutip dari website beritajatim.com, tanggal 30 Desember 2009).

Iklan

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: