Kepala BKD Tuban Sudah Diperiksa Unit III Satreskrim

TUBAN – Benang kusut kasus kontroversi pengumuman hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemkab Tuban tak lama lagi bakal terurai. Itu setelah lima dari enam dokumen penting proses rekrutmen tersebut berada di tangan penyidik polres setempat.

Kamis (31/12) lalu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban Edy Pranyoto menyerahkan dokumen itu saat diperiksa di Unit III satreskrim polres setempat.

Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika yang dikonfirmasi melalui ponselnya tidak menyebut dokumen apa saja yang sudah diserahkan ketua

pelaksana CPNS Pemkab Tuban 2009 tersebut.

Menurut dia, dokumen yang tidak diserahkan hanyalah hard copy hasil tes CPNS dari Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI).

”Dokumen itu tidak diserahkan karena dibawa bupati,” kata Nyoman.

Hard copy hasil tes memegang peran kuat untuk membuka kunci kasus kontroversi hasil pengumuman CPNS di Pemkab Tuban. Dokumen ini berisi ranking peserta tes CPNS berikut nilai ujiannya.

Karena dokumen tersebut belum diserahkan, apakah penyidik akan tetap meminta? Kapolres membenarkan. Menurut dia, pertimbangan meminta dokumen tersebut karena diperlukan sebagai alat bukti penyidik.

Sementara sumber terpercaya di Mapolres Tuban mengatakan, lima dokumen yang sudah diserahkan kepala BKD adalah pengumuman pemkab terkait peserta CPNS yang diterima, naskah memory of understanding (MoU) pemkab setempat dengan LM FE UI, penunjukan panitia seleksi CPNSD, daftar hadir peserta tes, dan pengumuman pendaftaran.

Ditanya materi penyidikan kepada kepala BKD Tuban, Nyoman menuturkan, salah satunya seputar kebijakan pemkab yang menerapkan dua kriteria tambahan selain hasil tes tertulis terkait untuk menentukan peserta CPNS yang diterima.

Dua kriteria tambahan itu, indeks prestasi komulatif (IPK) dan pengalaman kerja. Menurut dia, meminta seluruh dokumen proses seleksi CPNSD adalah kewenangan penyidik dalam penyelidikan perkara tersebut.

Untuk sementara ini, baru polisi yang bisa meminta data ke BKD Tuban. Rabu (16/12) lalu, sembilan anggota fraksi di DPRD Tuban mendatangi kantor BKD di Jalan Patimur untuk meminta dokumen tersebut. Namun, para wakil rakyat tersebut ditolak. Alasannya, BKD tidak berani mengeluarkan dokumen tersebut tanpa seizin bupati.

Wartawan koran ini juga pernah meminta kepada Edy Pranyoto dan Kabag Humas dan Media Tri Martojo untuk membeber hard copy hasil tes dari LM FE UI. Namun, mereka keberatan dengan alasan hard copy adalah dokumen negara yang harus dirahasiakan.

Permintaan yang sama juga pernah dilakukan sejumlah mantan peserta CPNSD yang merasa dirugikan atas kontroversi hasil pengumuman seleksi.

Namun, BKD tetap bertahan dengan sikap proteksinya.

Seperti diberitakan, pengumuman hasil rekrutmen CPNSD di Pemkab Tuban memunculkan masalah. Dari 376 peserta CPNS yang dinyatakan diterima dalam pengumuman Pemkab Tuban, sebagian di antaranya tidak muncul dalam hasil tes

LM FE UI yang diumumkan melalui websitenya, http://www.lmfeui.com. LM FE UI adalah lembaga yang ditunjuk Pemkab Tuban sebagai asistensi atau pendampingi dalam perekrutan CPNS di pemkab setempat. Tugasnya, membuat soal tes, menyiapkan lembar jawaban, sekaligus koreksinya.

LM FE UI sempat menyatakan website-nya dibobol hacker sehingga mereka tak mempublikasikan lagi hasil tes CPNS. Namun, kontroversi tetap berlanjut karena data yang sempat muncul di versi LM FE UI dan tak ada di hasil pengumuman tes versi pemkab, nama dan nomor pesertanya sesuai data pendaftaran. Sehingga, kemungkinan adanya hacker masih diragukan.

Pemkab Tuban kemudian mengeluarkan pernyataan terkait kriteria penentu diterimanya peserta CPNS. Selain hasil tes LM FE UI, dua kriteria tambahan yang diindikasi sebelumnya tidak pernah diumumkan, dimunculkan. Yakni, indeks prestasi komulatif (IPK) dan pengalaman kerja. Hasil tes menyumbangkan poin tertinggi 70 persen. IKP 3,00 ke atas berpoin 20 persen dan 2,5-2,99 berpoin 10 persen. Sementara pengalaman kerjanya 10 persen.

Berdasar hasil penyelidikan Satreskrim Polres Tuban, banyak peserta yang memiliki poin tinggi untuk tiga kriteria tersebut justru tidak lulus.

Kabag Humas dan Media Tuban Tri Martojo belum berhasil dikonfirmasi. Kemarin petang, wartawan koran ini mencoba menghubungi melalui ponselnya. Terdengar terdengar nada sambung, namun tidak diangkat. (ds) (Dikutip dari Radar Bojonegoro tanggal 2 Januari 2010).

  1. #1 by suryadani on Januari 8, 2010 - 1:20 am

    Soal tes CPNS kemari terlalu gampang buuu apa lagi g ada bahasa inggris yang dari pertama tak harapkan kemunculnnya agar ada daya pembeda antara si pandai n si bodo.n soal matematika klo g salah cuman 10 kurang yang gradenya (klo buat lulusan SMAN RSBI) waduh 1 menit dah selesai smua tu soal. yang laen dah bagus apa lagi skla kematangan yang cukup membuat otak pusing…aq saja setengah jam sbelum selesai dah keluar (suer)….tapi tetep aja masukk…he.he..maklum lah dari universitas negeri n IPKq yah jelek sih cuman hmpr cum laude padahal cita citaq summa cum laude…..by the way thank bgt yahhh bu bentar lagi gajian……he.he…g rugi tuban punya guru yang kaya aq…i promise u……aq punya paham idealisme yang akan kutanamkan pada generasi tuban.demi tuban yang jaya….. aqpun akan selalu menempuh study meskipun gajinya paspasan……(sekalian nempuh prgram sertifkasi n s2)….he.he..sedikit opportunist dikit g papa kan……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: