Kesulitan Air Sudah Terjadi sebelum Ada Perluasan PT SG” – PT SG Jawab Penolakan Empat Desa

Tuban, Bhirawa
Kecemasan dan aksi penolakan perluasan tambang dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk (PT.SG), oleh masyarakat dari empat desa di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban beberapa saat yang lalu akhirnya mendapat jawaban.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas PT SG Syaifuddin Zuhri, menyatakan, bahwa sebelum pabrik semen SG dibangun, wilayah Merakurak sudah seringkali mengalami kesulitan air.
“Sudah dari dulu, daerah di sekitar pabrik Semen PT SG memang kering. Sejak dulu sering mengalami krisis air karena kondisi alamnya 80 persen batu dan ketinggian mencapai 120 meter dpl (di atas permukaan air laut, red),” kata Syaifuddin di sela-sela acara Sosialisasi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT SG, di Hotel Mustika, Jl. Teuku Umar di penghujung akhir tahun 2009.
Syaifuddin, juga memaparkan, bahwa berdasarkan menjelaskan dari laporan hasil penelitian ahli geologi dari ITB bahwa kedalaman air bawah tanah di daerah itu mencapai lebih dari 70 meter dari permukaan tanah. Lapisan permukaan tanah di daerah itu hanya setebal 1,3 meter. Setelah itu sedalam 60 meter berupa batu kapur, kemudian tanah liat yang diperkirakan tebalnya hingga 7 sampai 8 meter.
“Di bawah lapisan tanah liat, ada sumber air bawah tanah. SG nanti hanya akan menambang sampai kedalaman 60 meter,” tambah Syaifuddin, seraya menambahkan, sebelum menambang, pihaknya membuat buffer zone sepanjang 50 meter dari garis batas area pertambangan untuk melindungi sumber air di sana.
Lebih lanjut, Kadiv Humas PT SG menjelaskan, terkait dengan tenaga kerja dan masyarakat yang merasa terancam dengan lahan tambang pembuatan batu kumbung yang berada di wilayah KPH perhutani Tuban, akan dilakukan pertemuan lebih lanjut, Pemkab, Perhutani, PT SG dan lokasi Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan (LMDH).
“Ini sampeyan jelaskan kepada masyarakat, kalau PT SG tidak menutup mereka yang melakukan penambangan batu kumbung di lahan perhutani yang masuk dalam wilayah rencana tambang kita. Yang pasti Kita ketemu empat elemen termasuk SG untuk masyarakat yang mengerjakan lahan perhutani atau petani pesagem guna mencari solusi yang lebih baik untuk mereka” terang Saifudin. [hud]
(Dikutip dari Harian Bhirawa tanggal 4 Agustus 2010).

Iklan

  1. #1 by tiok sang juara on Januari 24, 2010 - 11:39 am

    kapan ya SK turun….dan saya bisa kembali berkarya lagi dibumi ronggolawe…sekarang saya ngangur dirumah.
    Saya cuman bisa berdo’a semoga SK CPNS 2009 cepat turun.Trimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: