Rapat Paripurna DPRD Tuban Berlangsung Ricuh

TUBAN–Rapat paripurna DPRD Tuban dengan agenda pembentukan komisi sebagai alat kelengkapan dewan Senin (4/1) berlangsung ricuh. Sejumlah anggota Fraksi PDIP, FKB dan Gerindra menggedor-gedor meja meluapkan kemarahanya kepada pimpinan sidang karena menyudahi paripurna saat baru berjalan lima menit.

Menurut Ketua Fraksi PDIP Karjo, gagalnya paripurna karena arogansi ketua DPRD Tuban Kristiawan dari Fraksi Golkar selaku pimpinan sidang yang menutup sidang tanpa alasan yang jelas. Padahal dalam tatib dewan sidang paripurna harus diselesaikan hingga selesai.

”Dalam Tatib disebutkan bahwa Paripurna harus dilaksanakan sampai selesai. Mestinya, kalau hanya PD yang belum menyerahkan nama-nama anggotanya, kan bisa diatasi dengan cara menskors rapat untuk memberi waktu PD meminta rekom dari ketua DPC-nya. Jangan asal tutup paripurna semaunya sendiri,” cetus Karjo usai menggedor-gedor meja karena kecewa paripurna ditutup pimpinan, Senin (4/1).

Akibatnya fraksi PDIP dengan tegas menarik nama-nama yang sudah diserahkan untuk pembentukan komisi. ”Kita terpaksa menarik nama-nama yang sudah kita serahkan. Selain untuk melakukan revisi, hal ini juga upaya kita untuk memprotes tindakan ketua dewan yang semena-mena itu,”sambungnya sambil membuka kancing bajunya diluar ruang sudang.

Sementara ketua Fraksi PD Elvy Alfiah mengaku bahwa pihaknya belum menyerahkan nama-nama anggota dalam pembentukan fraksi sehingga dibuat alasan pimpinan untuk menghentikan sidang paripurna. ”Dalam partai kami, pengiriman nama anggota harus mendapat rekomendasi dari ketua DPC. Lha, sampai saat ini kita belum menerima rekom tersebut,” kata Elvy.

Padahal, deadline penyerahan nama itu sebenarnya pada Sabtu (1/1) lalu. ”Memang demikian, tapi pak Lilik (Ketua DPC PD Tuban yang juga menjabat sebagai wakil Bupati) sedang sakit. Terus, pas pagi tadi (kemarinm red) kita datangi ke rumahnya pak ketua sudah berangkat ke Surabaya,” dalihnya.

”Jika kita dituding sebagai penghambat pembentukan komisi, itu terserah yang menilai. Sebab, kami di DPRD ini hanya kepanjangtanganan partai yang tidak mungkin mengambil kebijakan sendiri,” tambahnya.

Sedangkan alasan Kristiyawan pimpinan sidang, penutupan sidang paripurna karena Frak PD belum menyerahkan nama anggotanya sehingga diputusakan untuk ditunda. ”Paripurna terpaksa saya tunda karena PD belum menyerahkan nama-nama anggotanya,” kata Ketua DPRD Tuban Kristiawan ino.

Meski para anggotanya menggedor meja beberapa kali saat dirinya menyudahi paripurna Kristiawan tetap tidak bergeming. ”Semua ada aturanya. Paripurna kita gelar karena peserta sudah memenuhi kuorum. Namun, tidak mungkin pembentukan komisi dilaksanakan sebelum semua fraksi menyerahkan nama-nama anggotanya,” jelas Kristiwan usai paripurna. masduki/pur (Dikutip dari Replubika online, tanggal 5 Januari 2010).

Iklan

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: