Rapat Pengesahan Alat Kelengkapan Dewan Ricuh

Monday, 04 January 2010 22:29 dans set
Tuban, Bhirawa

Sidang paripurna DPRD Kabupaten Tuban dengan agenda pembentukan alat kelengkapan dewan (Komisi.red) kemarin berlangsung ricuh (4/1). Beberapa anggoata DPRD menggebrak meja karena tidak terima dengan keputusan Ketua Dewan sebagai pimpinan rapat yang menutup Paripurna saat baru berjalan sekitar lima menit.

Ini setelah beberapa bulan dilantik, baru Senin kemarin DPRD Tuban menggelar paripurna pembentukan komisi. Selain mengalami keterlambatan yang cukup alot, paripurna itupun tidak bisa dilanjutkan karena Fraksi Partai Demokrat (PD) hingga batas yang ditentukan belum mengajukan nama-nama anggotanya.

”Paripurna terpaksa saya tunda karena PD belum menyerahkan nama-nama anggotanya,”Ujar Kristiawan, SIP, MM Ketua DPRD Tuban saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Keputusan yang dinilai tak berdasar tersebut memantik reaksi keras para anggota dewan yang ikut dalam paripurna. Sejumlah anggota dewan dari PDIP, PKB dan Gerindra sampai menggebrak meja untuk melampiaskan kemarahanya terhadap ketua dewan yang tiba-tiba mengahiri rapat. Meski kondisi semakin memanas, Kristiawan tetap tidak bergeming.

”Semua ada aturanya. Paripurna kita gelar karena peserta sudah memenuhi kuorum. Namun, tidak mungkin pembentukan komisi dilaksanakan sebelum semua fraksi menyerahkan nama-nama anggotanya,”kata Kristiwan diselala-sela acara perpisahan Sekretaris Dewan (Setwan) usai paripurna.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Fraksi PD Elvy Alfiah ketika ditemui Bhirawa mengakui bahwa pihaknya belum menyerahkan nama-nama anggota dalam pembentukan fraksi. ”Dalam partai kami, pengiriman nama anggota harus mendapat rekomendasi dari ketua DPC. Lha, sampai saat ini kita belum menerima rekom tersebut,”kata Elvy.

Sementara, deadline penyerahan nama itu sebenarnya pada Sabtu (1/1) lalu. ”Memang demikian, tapi pak Lilik (Ketua DPC PD Tuban yang juga menjabat sebagai wakil Bupati Tuban) sedang sakit. Terus, pas pagi tadi (kemarinm red) kita datangi ke rumahnya, pak ketua sudah berangkat ke Surabaya,”dalihnya. ”Jika kita dituding sebagai penghambat pembentukan komisi, itu terserah yang menilai. Sebab, kami di DPRD ini hanya kepanjangtanganan partai yang tidak mungkin mengambil kebijakan sendiri,”tambahnya.
Sedangkan menurut Ketua Fraksi PDIP Karjo, permasalahan itu terjadi karena arogansi ketua DPRD Tuban. ”Dalam Tatib disebutkan bahwa Paripurna harus dilaksanakan sampai selesai. Mestinya, kalau hanya PD yang belum menyerahkan nama-nama anggotanya, kan bisa diatasi dengan cara menskors rapat untuk memberi waktu PD meminta rekom dari ketua DPC-nya. ”Jangan asal tutup paripurna semaunya sendiri,”tegas Karjo.

Karena hal tersebut, fraksi PDIP dan Fraksi lain dengan tegas menarik nama-nama yang sudah diserahkan untuk pembentukan komisi. “Kita terpaksa menarik nama-nama yang sudah kita serahkan. Selain untuk melakukan revisi, hal ini juga upaya kita untuk memprotes tindakan ketua dewan yang semena-mena itu” Ujar Karjo berapi-api. [hud] (Dikutip dari Harian Bhirawa, tanggal 5 Januari 2010).

Iklan

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: