Ancam Buat Komisi Tandingan

TUBAN – Dua fraksi di DPRD Tuban, FKB dan FPDIP, tidak goyah dengan gertakan Ketua DPRD Kristiawan yang akan meninggalkan keduanya dalam pembentukan alat kelengkapan dewan. Bahkan, FKB dan FPDIP balik mengancam ketua dewan. “Kalau ini dipaksakan atau tak diagendakan dalam rapat paripurna ulang, kami akan membuat komisi tandingan. Sebab, sudah tidak ada aturan. Sehingga, nanti akan ada komisi asli dan resmi, biar masyarakat yang menilai,” tandas Wakil Ketua FKB Syakir Syafi’i, kemarin (20/1) siang. Sebab, lanjut dia, apa yang dilakukan ketua dewan melanggar kesepakatan yang sudah ada dan tidak beraturan.

Syakir mengungkapkan, berdasar catatannya, saat penetapan pimpinan dewan yang menjadi jatah PG, PKB, PDIP, dan PD, hanya PG yang belum menyerahkan nama.

Namun, saat itu penetapan selalu ditunda terus dengan alasan menunggu peraturan pemerintah (PP).

Kemudian, 4 Januari lalu digelar rapat paripurna yang dihadiri semua anggota dewan.

Saat itu, hanya FPD yang belum menyetorkan, namun oleh ketua dewan dibatalkan.

Selanjutnya, 12 Januari digelar rapat koordinasi pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi.

Rapat mengagendakan untuk rapat kembali pada Kamis (14/1). Namun saat itu ketua tidak datang tanpa alasan yang jelas. Kemudian, Jumat (15/1) rapat paripurna batal lagi, karena FGerindra belum menyerahkan nama.

Akhirnya, Senin (18/1) lalu digelar rapat yang dihadiri 27 anggota. Meski, FKB dan FPDIP belum menyerahkan nama, rapat paripurna tidak dibatalkan. “Ini kenapa, ketua dewan telah melanggar tatib pasal 70 ayat 1. Jika sudah melanggar, secara otomatis rapat paripurna itu tidak sah, cacat hukum,” tegasnya. Syakir menilai, semua itu ada kaitanya. Sehingga, notulensi dan rekaman diperlukan karena badan anggaran belum dibentuk.

Hal senada dikatakan Ketua FPDIP Karjo. Dia tidak mempermasalahkan dibentuknya komisi tandingan. Hanya, pihaknya masih akan koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan partai dan pimpinan fraksi lainnya. “Yang jelas langkah yang dilakukan ketua tidak benar. Jangan bersifat arogansi,” tegasnya. Ketua FGerindra Nurhadi Sunar Indro enggan mengomentari polemik ini. “Maaf saya no comment dulu,” jawabnya singkat. (zak) (Dikutip dari Radar Bojonegoro 21 Januari 2010).

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: