Kembali Minta Hardcopy Hasil Tes

TUBAN – Sulit bagi Satreskrim Polres Tuban untuk mengungkap indikasi penyimpangan seleksi CPNS di pemkab setempat sebelum bisa mengantongi hardcopy hasil tes itu yang dikeluarkan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI). Untuk mendapatkan file asli hasil tes tersebut, kemarin (21/1) satreskrim kembali menyiapkan surat permintaan kepada Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti.

Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika didampingi Kasatreskrim Iptu Budi Santoso menyatakan, dalam surat tersebut, penyidik meminta bupati menyerahkan hardcopy untuk keperluan penyelidikan. Diakui Nyoman, tanpa hardcopy, penyidik tidak punya dokumen pembanding untuk menghitung nilai peserta tes yang diselidiki.

Dia menuturkan, penyidik terpaksa meminta hardcopy kepada bupati karena Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Edy Pranyoto tidak bisa menyerahkan dokumen tersebut. Alasannya, hardcopy dibawa bupati.

Seperti diberitakan, Edy diperiksa penyidik Kamis (31/12) lalu. Dalam penyidikan tersebut, dia hanya menyerahkan lima dokumen. Yakni, dokumen pengumuman pemkab terkait peserta CPNS yang diterima, naskah memorandum of understanding (MoU) pemkab dengan LM FE UI, penunjukan panitia seleksi CPNS, daftar hadir peserta tes, dan pengumuman pendaftaran.

Dalam penyidikan tersebut justru hardcopy yang diperlukan penyidik. Dokumen ini memegang peran penting karena bisa menjadi kunci pembuka kasus kontroversi hasil pengumuman CPNS di Pemkab Tuban. Dokumen ini berisi ranking seluruh peserta tes CPNS berikut nilai ujiannya.

Kalau bupati tidak menyerahkan hardcopy, apakah penyidik akan menggunakan kewenangannya untuk meminta paksa? Kapolres tidak berkomentar. ”Kita tetap prosedural,” kata perwira asal Bali ini.

Pengumuman hasil rekrutmen CPNS di Pemkab Tuban memunculkan kontroversi. Sebagian peserta CPNS yang dinyatakan diterima dalam pengumuman Pemkab Tuban, datanya tidak muncul dalam hasil tes LM FE UI yang diumumkan melalui websitenya, http://www.lmfeui.com. LM FE UI adalah lembaga yang ditunjuk pemkab sebagai asistensi atau pendampingi dalam perekrutan CPNS. Tugasnya, membuat soal tes, menyiapkan lembar jawaban, sekaligus koreksinya.

LM FE UI sempat menyatakan website-nya dibobol hacker sehingga mereka tak mempublikasikan lagi hasil tes CPNS itu. Namun, kontroversi tetap berlanjut karena data yang sempat muncul di versi LM FE UI dan tak ada di hasil pengumuman tes versi pemkab, nama dan nomor pesertanya sesuai data pendaftaran.

Pemkab Tuban kemudian mengeluarkan pernyataan terkait kriteria penentu diterimanya peserta CPNS. Selain hasil tes LM FE UI, dua kriteria tambahan yang diindikasi sebelumnya tidak pernah diumumkan, dimunculkan. Yakni, indeks prestasi komulatif (IPK) dan pengalaman kerja. (ds) (Dikutip dai Radar Bojonegoro, tanggal 22 Januari 2010).

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: