Rapat Gabungan Fraksi Ricuh, Pembahasan Alat Kelengkapan DPRD Deadlock

TUBAN – Rapat koordinasi antara pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi kemarin (26/1) berlangsung ricuh. Penyebabnya, terjadi saling tarik ulur antaranggota fraksi. Akibatnya,

rapat untuk membahas alat kelengkapan DPRD itu berakhir deadlock (menemui jalan buntu).

Informasi yang diperoleh Radar Bojonegoro menyebutkan, rapat tertutup itu dimulai sekitar pukul 11.30. Ketua DPRD Tuban Kristiawaan yang memimpin rapat langsung menuju pembahasan alat kelengkapan dewan. Seperti badan musyawarah (Banmus),

badan anggaran (Banggar), badan legislasi (Baleg), badan kehormatan (BK).

Namun, hal itu ditolak oleh FKB, FPDIP, dan FGerindra. Ketiga fraksi itu meminta agar pimpinan dewan membahas komisi terlebih dahulu. Sebab, pembentukan komisi pada 18 Januari lalu dianggap tidak sah. Namun, ketua dewan tidak menghendakinya. Hal itulah yang memancing emosi sebagian anggota yang ikut rapat.

Adu mulut antaranggota dewan terjadi. Hingga akhirnya sebagian anggota menggebrak meja sebagai bentuk protes kebijakan itu. Entah siapa saja anggota dewan yang sempat menggebrak meja. Karena masih tarik ulur, akhirnya rapat diskors sekitar sekitar satu jam. “Pertama saya memprotes dengan menggebrak meja agar ketua membahas komisi terlebih dahulu, karena pembentukan komisi belum sah. Sebab, FKB dan FPDIP belum masuk. Mestinya itu dimasukkan dulu, baru kita membahas alat kelengkapan yang lain,” ungkap Wakil Ketua FKB Syakir Syafi’i saat skors.

Menurut politisi asal Rengel itu, jika komisi tidak diselesaikan, selanjutnya akan terjadi ketidakberesan di DPRD. Sikap itulah yang memicu amarah anggota lain. Namun, Syakir tidak menyebutkan identitas anggota yang sempat menggebrak meja. “Ya anggota lain juga marah, ikut menggebrak meja,” ungkapnya.

Sumber internal DPRD menyebutkan, selain terjadi saling menggebrak meja, sebagian anggota dewan malah ada yang hampir adu jotos. Awalnya, salah satu pimpinan dewan memberikan pandangan, namun oleh anggota fraksi dipotong. Karena memotong pembicaraan, salah satu anggota fraksi lainnya memegang pundak anggota yang memotong pembicaraan pimpinan dewan. “Ya hampir saja adu jotos,” ujar salah satu sumber yang enggan disebut namanya.

Terpisah, Ketua FPDIP Karjo mengakui terjadi adu mulut. Sebab, FKB dan FPDIP dengan didukung FGerindra mengusulkan agar membahas komisi terlebih dahulu, tapi tak diindahkan pimpinan. “Kita tetap ingin komisi diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya. Sekitar pukul 13.30 rapat kembali dimulai dan membahas komposisi alat kelengkapan lain. Sementara untuk komisi dibahas setelah komposisi alat kelengkapan lainnya selesai. Rapat yang berakhir pukul 16.00 itu pun deadlock. “Deadlock mas, dilanjut besok (hari ini, Red),” imbuh Syakir usai rapat.

Ketua DPRD Kristiawan mengakui rapat berlangsung panas. “Ya ada yang menggebrak meja, tapi sudah saya lerai,” paparnya. Menurut dia, rapat berakhir deadlock karena masih tarik ulur dalam pembahasan proporsional jumlah anggota dalam alat kelengkapan dewan. “Kita lanjutkan besok (hari ini, Red),” janjinya.

Seperti diberitakan, FKB, dan FPDIP, didukung FGerindra meminta agar ketua DPRD meninjau ulang pembentukan komisi-komisi. Sebab, pembentukan komisi dinilai tidak kuorom sehingga cacat hukum, karena belum dihadiri FKB, FPDIP, dan FGerindra. (zak)
(Dikutip dari Radara Bojonegoro, tanggal 28 Januari 2010).

Iklan

,

  1. #1 by mobil88 on Januari 28, 2010 - 12:22 pm

    Tulisan Anda hari ini begitu luar biasa dan inspiratif. Tetaplah menulis…!!
    http://mobil88.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: