Tuban Diterjang Banjir Bandang

Jum’at, 29 Januari 2010 | 13:59 WIB
TEMPO Interaktif, Tuban – Kota Tuban bagian selatan, terutama Kecamatan Semanding, dilanda banjir bandang menyusul hujan deras yang mengguyur kota tua ini sekitar dua jam yang mengakibatkan meluapnya Sungai Karang.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang yang menyasar pada Kamis (28/1) malam hingga Jumat (29/1) pagi tadi. Namun banjir disertai pasir dan lumpur serta butiran batu kapur itu merusak ratusan hektare tanaman padi.
Banjir menerjang ke empat desa yaitu Desa Bektiharjo, Prunggahan Kulon, Tegalagung, dan Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Banjir juga meremdam perkampungan nelayan Kingking, Kecamatan Kota Tuban. Di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, ketinggian air di jalan sekitar satu betis orang dewasa. Air deras yang disertai lumpur ini menyulitkan pengguna jalan.
Pada Kamis malam, sejumlah kecamatan diguyur hujan deras. Hujan sebagian besar turun di Kabupaten Tuban bagian selatan. Mulai dari Kecamatan Semanding, Plumpang, Rengel, juga sebagian di Grabagan dan Soko. Daerah ini masuk kawasan pegunungan kapur yang sudah mulai gundul.
Akibat guyuran hujan yang cukup lama, sejumlah jalanan dipenuhi lumpur, berikut pasir kapur. Daerah terparah yaitu di Kecamatan Semanding, terutama di empat desa/kelurahan di daerah itu. Derasnya hujan membuat Sungai Karang tak mampu menampung air. Akibarnya air hujan meluber ke jalan-jalan di kecamatan berlokasi tenggara Kota Tuban tersebut.
Supeno, warga Semanding, mengaku kaget dengan banjir bandang yang datang Jumat, dinihari. Dia tidak mengira banjir akan menggenangi daerahnya. Sebab, selama kurang lebih 10 tahun ini, daerah ini jarang terjadi banjir. “Apalagi ini banjir bandang,” tegasnya pada Tempo, Jumat.
Aktivis Cagar Tuban (Komunitas Pecinta Goa) ini menyebutkan, sebagian besar Kabupaten Tuban adalah pegunungan kapur. Terutama di bagian selatan, seperti Kecamatan Montong, Rengel, Palang, Grabagan dan sekitarnya. Tetapi kawasan tersebut sebagian telah rusak. Akibatnya begitu terjadi hujan desar, membuat air menggerus bukit kapur dan menuju ke pinggiran Kota Tuban.
Dia menyontohkan, di Sungai Karang ukuran panjang sekitar 6 kilometer yang melintas di sedikitnya 9 desa di Kecamatan Semanding dan Kecamatan Kota. Sungai Karang juga melintas di areal wisata pemandian Bektiharjo, kemudian di Kalijoyo di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Tuban. ”Pemerintah harus membatasi industri tambang,” tegasnya pada Tempo, Jumat siang.
Juru Bicara Pemerintah Tuban Gatot S, belum bisa dihubungi. Beberapa kali teleponnya dihubungi, tidak bisa meski dalam keadaan aktif.
Sujatmiko (Dikutip dari Tempointeraktif, 31 Januari 2010)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: