Kenapa Kota Tuban dan Sekitarnya Banjir?

Kota Tuban bagian selatan, terutama Kecamatan Semanding, dilanda banjir bandang menyusul hujan deras yang mengguyur kota tua ini sekitar dua jam yang mengakibatkan meluapnya Sungai Karang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang yang menyasar pada Kamis (28/1/10) malam hingga Jumat (29/1/10) pagi tadi. Namun banjir disertai pasir dan lumpur serta butiran batu kapur itu merusak ratusan hektare tanaman padi.

Banjir menerjang ke empat desa yaitu Desa Bektiharjo, Prunggahan Kulon, Tegalagung, dan Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Banjir juga meremdam perkampungan nelayan Kingking, Kecamatan Kota Tuban. Di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, ketinggian air di jalan sekitar satu betis orang dewasa. Air deras yang disertai lumpur ini menyulitkan pengguna jalan.

Banjir bandang ini akibat kawsan perbukitan kapur di selatan kota Tuban seperti Kecamatan Montong, Rengel, Semanding, Grabagan dan sekitarnya telah rusak karena penambangan batu kapur dan sebagian hutannya telah gundul. Akibatnya begitu terjadi hujan besar, membuat air menggerus bukit kapur dan menuju ke pinggiran Kota Tuban. Dan terjadilah banjir bandang.
Banjir bandang ini cukup mengagetkan warga, karena sudah puluhan tahun tidak terjadi banjir bandang seperti terjadi minggu lalu.

Sehingga sampai saat masih banyak rumah-rumah yang belum dibersihkan pemiliknya.
Banjir seperti yang terjadi minggu lalu harus diantisipasi oleh semua pihak, utamanya pihak Pemda Tuban, mengingat perubahan musim dari tahun-ke tahun sudah sangat menghawatirkan, dimana curah hujan semakin besar dan juga kekeringan yang panjang dan juga terjadi pergeseran musim.

Menurut hemat penulis, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah kesatu dengan menertibkan penambangan batu kapur dan galian C lainnya di Kabupaten Tuban ini, sehingga tidak terjadi penambangan yang seporadis tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan.

Kedua, langkah reboisasi yang kelihatannya sangat klasik, harus juga mendapatkan perhatian, cuma mungkin harus dicari solusi cara dan teknik pelibatan masyarakat dalam program reboisasi, karena selama ini masyarakat kurang merasa memiliki terhadap hutan yang ada. Program ini juga harus dilakukan secara bersama-sama semua kalangan, baik itu Pemda Tuban, Perhutani, LSM dan juga Masyarakat piggir hutan serta masyarakat secara keseluruhan

Ketiga, Pemda Tuban harus membuat program revitalisasi sungai-sungai dan juga perbaikan-perbaikan tanggul di kiri – kanan sungai. Hal ini karena beberapa sungai yang ada sudah bebrepa puluh tahun ini seperti tidak berfungsi dan juga tanpa perawatan. Sehingga banyak tanggul yang ada di kiri-kanan sungai tersebut rusak.

Jika sekiranya program-program di atas di kerjakan secara seksama maka banjir seperti yang terjadi minggu lalau akan semakin berkurang dan nantinya diharapkan tidak terjadi lagi. (AM, 1 February 2010).

Iklan

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: