Tim Penyidik Gali Data

TUBAN – Unit I Satreskrim dan Bagian Identifikasi Polres Tuban kemarin (2/2) turun ke Pasar Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Mereka mengumpulkan data indikasi penyimpangan proyek Rp 7,6 miliar di pasar tersebut.

Selain memintai keterangan warga desa sekitar, petugas juga mengambil gambar keretakan sejumlah bagian bangunan. Saat turun ke lapangan, tim yang dipimpin Kasatreskrim AKP Budi Santoso ini bertemu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tuban Choliq Qunnasich dan Satrio, salah satu kasi di dinas setempat. Kedua pejabat di DPU itu menginspeksi proyek yang diduga bermasalah tersebut.

Seperti diberitakan, proyek pembangunan Pasar Desa Karangagung, Kecamatan Palang yang baru empat bulan selesai dikerjakan dan belum diserahkan ke pemkab setempat, mengalami kerusakan. Sejumlah dinding, lantai beton, pilar beton, dan pagarnya rentak. Diduga, kerusakan tersebut akibat pembangunan proyek yang didanai APBD Tuban Rp 7,6 miliar itu menggunakan air asin dari sungai di belakang pasar.

Tim penyidik yang turun ke Pasar Karangagung kemarin tidak hanya menemukan keretakan pada bagian luar bangunan. Juga keretakan di bagian dalam bangunan sejumlah toko yang pintunya terkunci sebelumnya. Sehari kemarin, sebagian pintu toko dibuka karena pelaksana proyek, PT Timbul Persada Tuban, tengah memerbaiki sejumlah bagian bangunan yang retak.

Untuk menggali indikasi penggunaan air asin pada proyek pasar tersebut, tim penyidik kemarin memintai keterangan sekretaris desa (Sekdes) Rasilan dan Heri Wahono, tokoh masyarakat desa setempat, yang datang ke bangunan Pasar Karangagung. Rasilan kepada petugas mengatakan, dia melihat langsung pekerja proyek pasar mengambil air sungai yang asin dengan menggunakan timba bekas kaleng cat. Posisi saksi ini melihat dari jendela ruang pemerintahan balai desa setempat yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari posisi pengambilan. ”Perangkat desa lainnya juga melihat. Mereka juga bisa dimintai keterangan,” kata Rasilan.

Keterangan yang sama disampaikan Heri Wahono. Setelah beberapa kali memergoki pekerja mengambil air sungai, dia kemudian lapor ke kantor Dinas Perekomoian dan Pariwisata (DPP). Laporan tersebut esoknya ditanggapi dengan mendatangkan tandon untuk menampung air tawar. Namun, tak lama berselang, pelaksana proyek kembali menggunakan air asin.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, tim yang diturunkan ke lapangan bertujuan untuk penyelidikan. Selama penyelidikan, kata dia, tim ini menggali data dan informasi sebanyak-banyaknya. Ditanya hasil penyelidikan tersebut, Budi enggan menjelaskan karena semua masih dalam kajian timnya. Selain data di lapangan, kemarin tim ini juga berhasil mendapatkan sejumlah dokumen penting.

Salah satunya, dokumen pelelangan umum pekerjaan jasa pelaksanaan konstruksi (pemborongan). Dokumen ini juga sempat dibawa tim saat turun ke lapangan. (ds) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, tanggal 3 Pebruari 2010).

Iklan

,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: