Dilecehkan, Ketua FPP Datangi Polres Tuban

TUBAN – Konflik di internal DPRD Tuban mulai melebar ke ranah hukum. Kemarin (12/2) sekitar pukul 09.30, Nurlina, ketua Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) DPRD mengadu ke mapolres setempat.

Dia merasa dilecehkan teman kerjanya di DPRD Tuban. Teman yang diadukan tersebut, Rahmad, 40, anggota Fraksi Gerindra. Didampingi penasihat hukumnya Sujono Ali Mujahidin, Nurlina mengatakan, pelecehan atau penistaan tersebut berlangsung Selasa (19/1) lalu. Medianya, dua pesan pendek (SMS) yang dikirim terlapor ke ponsel Nurlina.

Dalam SMS yang ditunjukkan kepada wartawan koran ini, pelapor merasa harga dirinya dilecehkan. Bunyi lengkapnya, P3 gak komit, khianat. Hanya Rp 1,5 juta geblak dewe (tunduk). SMS ini fakta. Kalau benar memalukan martabat DPR ngisin2ni. SMS lain berbunyi, segitu itu (Rp 1,5 juta) harga purel karaoke, bukan harga seorang DPR. Memalukan.

Nurlina mengatakan, sebelum menerima SMS tersebut, dirinya tidak kontak dengan Rahmat. ”Tahu-tahu, saya terima SMS itu,” kata dia.

Wakil rakyat berjilbab ini menuturkan, SMS bernada pelecehan tersebut terkait konteks dirinya dan sejumlah teman fraksi sehaluan yang menghadiri rapat di suatu tempat sebelum rapat paripurna DPRD yang membahas pembentukan komisi, Januari lalu. Dalam rapat tersebut, dia mengaku menerima uang saku Rp 1,5 juta. ”Yang menyerahkan anggota dari salah satu anggota fraksi di DPRD. Namanya saya lupa,” tutur Nurlina saat ditanya perihal pertemuan tersebut.

Sekitar satu jam setelah melapor, Nurlina menghubungi ponsel wartawan koran dan menyatakan bahwa laporan pencemaran nama baik tadi dicabut. Alasannya, dia belum bisa mendapatkan dua saksi yang diminta penyidik.

Dia juga menyatakan, usai salat Jumat akan kembali datang ke mapolres untuk mencabut laporan tersebut. Pencabutan laporan itu, dibantah Sujono Ali Mujahidin yang dihubungi melalui ponselnya. ”Kami tidak pernah membuat pencabulan laporan. Karena itu, laporan tersebut masih berlaku,” tegas dia.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, penyidik yang menangani sempat melaporkan terkait rencana Nurlina untuk mencabut laporannya. ”Untuk kepastiannya, saya belum tahu,” tutur dia yang dihubungi melalui ponselnya saat berada di Polda Jatim.

Sementara itu, Kanit Opsnal I Satreskrim Polres Tuban Brigadir Edi S. yang menerima laporan Nurlina sampai berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi.

Sementara Rahmad yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut, tidak membantah bahwa dirinya yang mengirim SMS itu. Menurut dia, materi SMS yang dikirim ke Nurlina tersebut didapat dari Syakir Safii, anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD setempat. Untuk mengecek kebenaran SMS tersebut, dia kemudian mengirimkannya kepada Nurlina dan anggota FPP lainnya. ”Sebagian isi SMS tersebut saya tambahi,” katanya. (ds)(Dikutip dari Radar Bojonegoro, 13 Feb. 2010)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: