Gugatan Terhadap Kenaikan Setoran Awal Biaya Haji

Oleh : Khozanah Hidayati

Kenaikan setoran awal BPIH untuk mendapatkan porsi kursi dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta untuk kelas regular adalah suatu keputusan yang patut disesalkan dan dikritisi. Walaupun alasan kenaikan ini adalah untuk mengerem kenaikan daftar tunggu yang membludak. Karena dengan menaikkan setoran untuk mendapatkan porsi kursi, maka kepastian masyarakat untuk bisa menjalankan ibadah haji jadi menurun, padahal dengan daftar tunggu yang semakin banyak otomatis uang setoran awal BPIH untuk mendapatkan porsi tersebut akan semakin lama mengendap yang mestinya bisa diputar atau minimal mendapatkan bunga bank.

Mari kita mencoba untuk menghitung semestinya uang yang bisa dinikmati dari setoran awal BPIH ini. Dengan asumsi jumlah jamaah haji per tahun adalah 200 ribu, maka dengan setoran BPIH awal Rp 20 juta, maka kalau daftar tinggunya selama 5 tahu, akan didapat uang yang mengendap selama lima tahun sebesar Rp 4 Trilyun. Dan kalau dibungakan akan mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 200 Milyar / tahun atau sebesar Rp 1 Trilyun selama masa tunggu (lima tahun), dengan asumsi bunga bank sebesar 5% per tahun.

Bagaimana kalau setoran awal dinaikkan menjadi Rp 25 juta yang akan berlaku efektif mulai Maret 2010 ? Maka akan terjadi kenaikan tambahan uang dari hasil bunga sebesar Rp 50 Milyar setahun atau 250 Milyar selama menunggu masa keberangkatan (5 tahun).

Perhitungan di atas baru memperhitungkan untuk satu tahun keberangkatan, Bagaimana kalau kita hitung untuk empat tahun keberangkatan? Untuk 4 tahun keberangkatan, maka uang yang mengendap adalah sekitar Rp 16 Trilyun (kenyataan yang ada adalah Rp 18,8 Trilyun). Dan besarnya bunga yang akan di dapat adalah Rp 800 Milyar atau Rp 4 Trilyun selama lima tahun.

Sungguh dana yang sangat besar, yang kalau dikelola dengan benar maka akan mendapatkan keuntungan yang besar pula.

Dari uraian di atas, yang patut dipertanyakan kepada pihak penyelenggara ibadah haji adalah digunakan untuk apa uang dari hasil setoran awal BPIH yang besarnya Rp 18.8 Trilyun dan keuntungan dari bunga minimal sebesar Rp 800 Milyar per tahun tersebut? Mestinya jumlah setoran BPIH malah turun dengan meningkatnya masa tunggu untuk bisa diberangkatkan, karena dari setoran BPIH awal yang disetorkan seorang jamaah haji bisa diambil keuntungannya, sehingga bisa menurunkan nilainya BPIH secara keseluruhan.

Akhirnya kita sebagai rakyat hanya berharap agar kenaikan ini kalaupun tidak bisa dibatalkan, minimal pemerintah melakukan perbaikan-perbaikan dari segi pelayanan kepada jamaah haji ketika berada di tanah suci nantinya. Memang kita akui kalau pelayanan jamaah saat masih berada di asrama haji Indonesia sudah cukup bagus, namun untuk pelayanan haji di tanah haram, masih cukup jauh dari rasa memuaskan.

Pembaca bisa bayangkan, setiap harinya (bisa 3 – 4 kali) seorang jama’ah haji harus nganrti dengan berdesak-desakan untuk bisa naik bus yang akan mengantar pulang pergi ke dan dari Majidil Haram, karena letak pemondokannya yang cukup jauh dari Masjidil Haram. Padahal pemondokan dari jama’ah haji negeri tetangga Malaysia ataupun Thailand semua cukup dekat dengan Masjidil Haram.

Pelayanan yang buruk ini belum termasuk saat pelayanan di Jeddah, ketika jama’ah akan pulang ke tanah air ataupun saat pelaksanaan wuquf dan melontar jumroh di Mina. Di pelayanan saat di Mina ini banyak sekali jama’ah kita yang mendapatkan tempat perkemahan pondokan yang cukup jauh dari tempat melaontar sehingga para jama’ah ahrus berjalan kaki setiap harinya lebih dari 4 km pulang dan lebih dari 4 km pergi.

Kalau dengan besarnya uang yang didapat dari hasil pengembangan setoran awal yang sangat besar tersebut dikelola dengan benar dan pada pelaksanaannya dijalankan oleh para personnel yang qualified dan kredibel serta mempunyai integritas yang tinggi, maka Insyallah pelayanan jamaah haji Indonesia akan semakin baik dan akan menjadikan para jamaah lebih khusuk beribadah sehingga otomatis akan menimbulkan efek yang bagus pula bagi kemakmuran bangsa. (AM

Iklan

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: