Paripurna Batal, Gedung DPRD Bau Kemenyan

TUBAN – Suhu politik di DPRD Tuban terus memanas. Kemarin (18/2), agenda rapat paripurna beracara pembacaan nota keuangan bupati terhadap Raperda APBD 2010 batal dihelat. Gara-garanya, rapat tidak memenuhi kuorum, meski dua kali ditunda.

FKB, FPDIP, F-Gerindra, serta sebagian anggota Fraksi Demokrat (FD) dan Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) memboikot rapat tersebut.

Tanda-tanda bakal ada ”ketidakberesan” di gedung DPRD terbaca sejak sebelum sidang dimulai. Lantai satu gedung wakil rakyat tersebut ”disebari” bau kemenyan. Sebagian besar undangan dan anggota dewan merasakan bau tersebut.

Salah satunya, Kajari Tuban Agung Komanindyo Dipo. Dia sempat bertanya kepada Kabag Umum Setwan Asri K. ”Kok bau kemenyan ya?,” tanyanya.

Asri yang sudah sejak tadi mencium bau tersebut mengatakan tak tahu asal-muasal bau tersebut.

Sebelum paripuna dimulai, sebagian anggota yang memboikot sebenarnya sudah tiba. Namun, mereka bertahan di ruang kerjanya dan tidak masuk ruang paripurna yang ada di lantai II. Barisan pemboikot rapat paripurna tersebut, antara lain, seluruh anggota FKB, FPDIP, dan Fraksi Gerindra. Selain mereka, masih ada Aris Dwi Setiawan dan Ali As’adi (FD). Nurul I dan Misbachul Munir (FPP).

Sementara barisan mendukung rapat paripurna tersebut seluruh anggota Fraksi Golkar Bersatu (FGB), Fraksi Amanah Bulan Bintang (FABB), dan sebagian anggota FD dan FPP. Sikap pro mereka ditunjukkan dengan masuk ruang paripurna begitu tiba di gedung dewan.

Aparat kepolisian juga sudah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sepuluh personel berpakaian preman dari satreksrim dan satuan intelkam Polres Tuban diturunkan mengamankan agenda paripurna tersebut.

Pada pukul 09.05, jumlah anggota dewan yang absen untuk mengikuti rapat paripurna ada 27 orang. Ketua DPRD Kristiawan sempat keluar ruang kerjanya sekitar pukul 09.10 untuk menanyakan daftar anggota yang hadir kepada petugas absensi di lobi dekat tangga menuju lantai dua. Setelah dilapori stafnya, dia kembali ke ruang kerjanya.

Rapat paripurna akhirnya dimulai pukul 09.25. Karena anggota dewan yang hadir hanya 22 orang, Kristiawan menskors satu jam. Dalam rapat paripurna tersebut, tiga pimpinan dewan juga ikut melakukan aksi boikot. Mereka adalah Teguh Prabowo Gunawan (FPDIP), Sa’dun Naim (FKB), dan Aris Dwi Setiawan (FD).

Penundaan satu jam tersebut membuat sebagian undangan gerah. Asep Koswara, hakim yang mewakili Ketua PN Tuban Mulyanto memilih pulang.

Sidang lanjutan paripurna dihelat sekitar pukul 10.30. Karena jumlah peserta sidang tidak bertambah, rapat kembali diskor satu jam. Setelah skors dicabut sekitar pukul 11.30 dan peserta sidang paripurna tetap tak memenuhi kuorum, akhirnya Kristiawan membatalkan sidang kemarin.

Dia kemudian mengumumkan penundaan sidang pada Sabtu besok. Penundaan tersebut, kata Kristiawan, mengacu pasal 70 tatib DPRD. Sementara itu, Teguh Prabowo mengatakan, boikot tersebut terpaksa dilakukan karena semua aturan main di dewan dilanggar. (ds) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 19 Feb. 2010).

Iklan

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: