PKB, PDIP dan Gerindra ‘Boikot’ Sidang Paripurna

Tuban, Bhirawa
Sudah di prediksikan sebelumnya, pembacaan nota keuangan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2010 Tuban gagal dibacakan. Pasalnya, sidang paripurna yang digelar DPRD tidak memenuhi kuorum. Karena PKB bersama PDIP dan Gerindra melakukan boikot sidang paripurna Kamis (18/2).
Sementara dalam sidang penting tersebut, Bupati Heany hanya diwakili Wabup Lilik Soehardjono. Sekkab Parastuti juga tidak hadir, pejabat yang diundang rata-rata juga diwakili oleh staf. Sehingga, masalah ini menjadi pemicu boikot sejumlah anggota dewan yang sejak awal menganggap adanya pelanggaran tataterib dewan. “Sikap kami ini merupakan protes terhadap Ketua DPRD Kristiawan yang memimpin dewan tidak pakai aturan,” ujar Wakil Ketua DPRD Tuban, Teguh Prabowo.
Wakil Ketua DPRD Tuban ini juga menjelaskan, saat rapat Banmus menentukan agenda sidang paripurna pembacaan nota keuangan jelas melanggar aturan, karena tidak sesuai dengan tata tertib DPRD. Karena sidang Banmus itu hanya diikuti 6 anggota dari 14 anggota Banmus.
Selain itu, sidang Banmus itu tidak ada undangan secara tertulis. “Tatibnya, setiap sidang Banmus harus dengan undangan tertulis. Ini kan tidak, lagi pula, ketua dewan sengaja ‘nilap’ PKB, PDIP dan yang lain. Makanya sidangnya tidak sampai lima menit,” tambah Ketua Fraksi PDIP, Sukarjo.
Sidang paripurna pembacaan nota keuangan terhadap RAPBD 2010 itu hanya diikuti 23 anggota, sementara 27 anggota lainnya memilih duduk di ruangan wakil ketua masing-masing. Ke 27 anggota dewan yang ’emoh’ masuk ruang paripurna itu terdiri dari 7 orang FKB, 6 orang FPDIP, 9 orang F Gerindra yang meurupakan gabungan dari Geerindra (4), PKNU (2) dan PKS (3) dan 2 orang dari FPD serta 2 orang dari FPP.
Sementara 23 anggota lainnya, 15 dari F Golkar Bersatu yang merupakan gabungan dari FPG (13) anggota, Barnas dan Hanura masing-masing 1 orang. Selain itu juga ditambah dari FPPP (2), FPD (2) FABB (4) anggota.
Menurut Ketua DPRD Kristiawan sidang paripurna itu tidak memenuhi kourum dan akan dilanjutkan tiga hari mendatang. Sebelumnya sidang sudah ditunda hingga dua kali, namun, tetap tidak memenuhi kourum.
Dikatakan, Teguh Prabowo, sepanjang sikap Ketua Dewan tidak berubah dalam memimpin DPRD, dipastikan akan terus terjadi masalah. “Kalau tidak ada pembenahan dalam mimimpin dewan, termasuk alat kelengkapan, saya jamin kinerja dewan tidak akan lancar,” tegas Teguh Prabowo.
Sementara itu Wakil Bupati Tuban, Lilik Suhardjono tidak memberikan komentar banyak saat ditanya gagalnya sidang paripurna. “Kami sebatas untuk membacakan nota keuangan saja. Soal sidang paripurna lanjut atau tidak itu kewenangan DPRD,” terang Lilik sambil meninggalkan ruang paripurna. [hud](Dikutip dari Harian Bhirawa online, tanggal 19 Feb. 2010)

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: