Hearing Batal, Warga Blokir Jalan

TUBAN – Puluhan warga dari empat desa di Kecamatan Merakurak kemarin (10/3) kembali menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Tuban.

Mereka yang menamakan diri GEMBBBEL (Gerakan Masyarakat Bancang, Becok, Birbin, Tegal Pelem dan Karangrejo Peduli Lingkungan) itu menagih janji dewan yang rencananya kemarin akan memertemukan warga dengan PT Semen Gresik dan pemkab terkait rencana perluasan tambang SG tersebut. Namun, rencana hearing itu batal. Sebab, dua hari sebelumnya SG telah mengirimkan surat ke DPRD yang berisi permohonan untuk dilakukan penundaan.

Massa yang sudah memadati halaman gedung dewan terus berorasi dengan membawa miniatur pocong. Aksi tersebut nyaris ricuh. Warga terus merangsek masuk ke gedung DPRD untuk bertemu ketua dewan hingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Akhirnya 10 perwakilan warga dipersilahkan masuk untuk bertemu wakil rakyat. Mereka ditemui ketua Komisi A, Agung Supriyanto dan anggotanya, Karmani di ruang komisi. Namun, warga menolak bertemu dengan dua anggota dewan tersebut. ”Kami ingin ketemu dengan ketua dewan, bukan yang ini. Ayo kita keluar,” teriak warga sambil keluar dari ruang komisi.

Ketua Komisi A, Agung Supriyanto mengatakan, batalnya hearing tersebut dikarenakan pihak PT Semen Gresik belum bisa. ”Beberapa waktu lalu, sudah mengirimkan surat penundaan,” kata politisi PAN itu.

Warga yang gagal bertemu ketua DPRD Kristiawan itu melampiaskan kemarahannya dengan merusak miniatur pocong di depan gedung dewan. Selain itu, mereka memblokir jalan di bundaran patung Letda Sutjipto hingga arus lalu lintas tersendat. Semua kendaraan yang melintas dihadang. Salah satu truk Varia Usaha yang menjadi angkutan produk Semen Gresik pun nyaris jadi amukan massa. Sebagian pengunjuk rasa memukul truk tersebut.

Setelah itu, warga melakukan longmarch ke Pemkab Tuban. Di kantor pemkab, 10 perwakilan warga ditemui Wabup Lilik Soehardjono. Dalam pertemuan tersebut sempat terjadi adu mulut antara warga dengan wabup. ”Semua ini nanti akan kami rumuskan dengan instansi terkait. Dan kami akan segera mengundang Perhutani serta PT Semen Gresik,” tegas wabup.

Sementara itu, Kadiv Komunikasi SG, Syaifudin Zuhri ketika dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, langkah Gembbbel yang mengadu ke DPRD itu merupakan hak mereka. ”Yang dikhawatirkan Gembbbel itu tidak sepenuhnya mengerikan,” tuturnya.

Terkait rencana perluasan tambang tersebut, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan secara detail kepada semua anggota DPRD saat kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu. ”Kriteria-kriteria perizinan juga sudah kami laksanakan,” kata mantan Kabag Humas SG itu. (zak)(Dikutip dari Radar Bojonegoro, tanggal 11 Maret 2010).

Iklan

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: