Petani Ngamuk Pantura Lumpuh, Menolak Perluasan Tambang Semen Gresik

TUBAN – SURYA- Ratusan petani dari 4 desa yang wilayahnya akan terkena perluasan lahan tambang PT Semen Gresik (SG) mengamuk. Mereka memblokade jalur Pantura Tuban dan berjalan kaki menyusuri kota hingga mengakibatkan semua akses jalan lumpuh,
Para Petani berasal dari Desa Tegalrejo, Kapu, Tuwiri Wetan dan Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Meraurak, Tuban yang tergabung dalam GEMMBEL (Gerakan Masyarakat Bancang, Becok, Bribin, Tegalpelem, dan Karangrejo Peduli Lingkungan). Aksi demonstrasi ini sudah ke lima kalinya dilakukan para petani untuk menolak rencana perluasan lahan tambang PT SG seluas 448 hektare.

Warga mulai berkumpul di halaman gedung DPRD Tuban sekitar pukul 09.00 WIB. Tujuan utamanya adalah menagih janji DPRD Tuban yang akan mempertemukan para petani dengan pihak PT SG,

Perhutani selaku pemilik lahan dan instansi terkait yang membidangi soal perizinan. Tapi, ketika warga datang Ketua DPRD Tuban Kristiawan tidak ada di tempat.

Merasa dibohongi, ratusan warga berang di halaman kantor dewan sambil melempari gedung dewan dengan jerami dan sebagainya. “DPRD Tuban pembohong. Bubarkan dan bakar saja kantornya,” teriak para petani mengumpat para anggota legislatif.

Tak bisa membendung amarah, ratusan warga itu kemudian berlari beramai-ramai menuju jalan raya yang sedang padat kendaraan. Mereka langsung memblokade perempatan Patung yang berada di sebelah utara gedung DPRD Tuban. Kontan, jalur pantura yang menghubungkan Tuban–Semarang tersebut macet total.

Bahkan, truk pengangkut semen milik PT Varia Usaha (anak perusahaan PT SG) sempat menjadi korban kemarahan warga. Truk bercat kuning itu dihentikan paksa dan sempat dilempari batu oleh warga. Untungnya, ratusan polisi sudah disiagakan sejak pagi.

“Kita mau ketemu bupati, tolak perluasan tambang Semen Gresik,” tegas Kuncoko, koordinator aksi.

Beberapa saat berorasi di halaman kantor pemkab, sejumlah perwakilan pedemo ditemui Wakil Bupati Tuban Lilik Suharjono. Sayangnya, Lilik hanya bisa berjanji untuk melakukan koordinasi dengan Perhutani, PT SG dan instansi terkait.

Terpisah, Kepala Divisi Humas PT Semen Gresik Saifudin Zuhri mengatakan bahwa proses perizinan untuk perluasan lahan tambang itu terus berlangsung. “Proses tetap jalan. Silakan saja kalau warga melakukan unjuk rasa dan sebagainya,” jawab Saifudin Zuhri.

Dalam proses izinnya, dijelaskan bahwa beberapa persyaratan yang dinyatakan kurang oleh Pemkab Tuban sudah bisa dipenuhi oleh PT SG. n st31 (Dikutip dari www. surya.co.id, tanggal 11 Maret 2010).

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: