Wabup Tantang Sumpah Pocong, Dituding Terima Suap dari SG

Tuban (beritakota.net) – Wakil Bupati Tuban, Drs. Lilik Suhardjono naik pitam lantaran dituding telah menerima suap dari PT Semen Gresik (Persero), Tbk. Hal itu terungkap saat Lilik Suhardjono beserta Kepala Dinas Pertambangan, Muji Slamet, dan Kapolres Tuban, AKBP Nyoman Lastika, menerima 15 orang perwakilan warga Gerakan Masyarakat Bancang-Becok Peduli Lingkungan (Gembel), di ruang Bakesbang-Linmas Pemkab Tuban, Rabu (10/3).
“Saya berani disumpah pocong sekalipun kalau telah menerima duit dari Semen Gresik,” tantang Lilik Suhardjono.
Mendengar tantangan Lilik Suhardjono, 15 orang wakil warga Gembel itu langsung menanggapinya dengan teriakan; huuuuuuuu…. Kontan kemarahan Lilik semakin memuncak. Adu mulut dengan nada tinggi pun terjadi antara 15 wakil warga dengan Lilik Suhardjono.
“Sampeyan semua bisa periksa saya, bersih atau tidak. Kalau ternyata tidak, silahkan saya diadili beramai-ramai,” seru Lilik Suhardjono.
Ketua DPC Partai Demokrat Tuban ini melanjutkan Pemkab dalam hal ini tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan, karena lahan tersebut berada di bawah penguasaan Perhutani KPH Tuban. Namun ia berjanji akan segera mengkoordinasikannya dengan Perhutani dan PT SG. Lilik juga berjanji, Pemkab tidak akan mengeluarkan rekomendasi apabila rencana pembukaan lahan tambang tersebut justru menimbulkan suasana tidak kondusif.
Tanda-tanda bakal terjadinya kericuhan sudah tampak sebelum dialog di ruang Bakesbang-Linmas itu dilaksanakan. Warga menuduh Pemkab sengaja mengulur-ulur penyelesaian masalah sengketa lahan antara PT SG dengan warga terkait rencana perluasan tambang PT SG, karena untuk menaikkan bargaining.
“Kami tidak mau dijadikan umpan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan atas masalah perluasan tambang PT SG ini,” teriak Lasiran (47), warga Dusun Tegalpelem, Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, salah satu wakil warga.
Hal sama disampaikan Slamet (42), warga Desa Tuwiri wetan dan Kuncoko (31), warga Desa Tegalrejo. Mereka meminta Pemkab membatalkan rekomendasi terhadap lahan seluas 450 hektar yang akan dibuka untuk perluasan tambang PT SG. Alasannya, lahan tersebut menjadi tulang punggung mata pencaharian warga. Di samping itu, lahan yang akan dieksploitasi PT SG tersebut merupakan kawasan resapan air (chatment area) dari dua sumber mata air, yakni Srunggo dan Guo Prahu.
“Kami pokoknya menolak rencana pembukaan tambang di wilayah itu, karena dampaknya negatifnya lebih besar daripada keuntungan yang kami dapat,” tegas Kuncoko.
Sementara itu Kepala Dinas Pertambangan Tuban, Muji Slamet, saat dikonfirmasi usai menerima 15 orang wakil warga itu mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan PT SG membuka tambang di area yang dimasalahkan warga tersebut. Ia mengaku Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tembang tersebut saat ini sedang dalam proses. Namun, katanya, keputusan turunnya rekomendasi masih harus menunggu persyaratan-persyarat lain. Sebab, tambahnya, PT SG pun hingga kini belum mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan (Menhut).
“Untuk membuka lahan hutan, sesuai UU Nomor 41 tahun 1999, harus ada ijin Menhut,” jelas Muji Slamet.
Namun hal itu dibantah PT SG. Dihubungi Kamis (11/3) pagi tadi, Kepala Divisi Komunikasi PT SG, Saifudin Zuhri, mengklaim telah mendapat persetujuan Menhut untuk membuka lahan seluas 458,9 hektar yang dikuasai Perhutani KPH Tuban, dengan perjanjian pinjam pakai.
“SG sudah menerima Surat Persetujuan dari Menhut nomor 51/Menhut/VII/PW/2008, tanggal 23 Januari 2008. Jadi sebenarnya sudah tidak ada masalah dengan Perhutani,” jelas Saifudin Zuhri.
Saifudin juga membantah jika molornya rekomendasi dari pihak Pemkab Tuban lantaran belum disepakatinya nilai kontribusi yang harus diberikan PT SG kepada Pemkab.
“Semua sudah diatur dalam UU, jadi tidak benar kalau kami terhambat tawar-menawar bagi hasil dengan Pemkab,” tegasnya. (kh)

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: