Terganggu Flare, Prestasi Siswa Jeblok

Senin, 15 Maret 2010 | 11:11 WIB
TUBAN-Keberadaan Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) menyebabkan penurunan prestasi cukup signifikan bagi siswa-siswa SDN Rahayu I dan II beberapa tahun terakhir. Mereka terganggu flare pipe (pipa buangan asap) JOB PPEJ.

Sebelumnya JOB PPEJ di Desa Rahayu, Kecamatan Soko ini dikeluhkan oleh para petani yang mengalami penurunan produksi.

Ngapiyah, salah seorang guru SDN Rahayu I, saat dihubungi Surabaya Post, Senin (15/3) mengatakan, proses belajar mengajar terganggu lantaran flare (asap api) menyebabkan tingginya suhu udara. Suasana kelas pun tidak nyaman kendati sudah dipasang kipas angin di setiap ruangan.

“Kipas angin jadinya hanya seperti hiasan saja. Meski dinyalakan maksimal, tetap tidak bisa mengurangi udara panas dalam ruang kelas,” kata Ngapiyah.

Siswa sering merasa pusing dan bahkan muntah-muntah lantaran bau menyengat seperti telur busuk dari flare pipe. Sering pula siswa tidak hadir dan pulang sebelum waktunya lantaran pusing dan mual-mual.

Agus Parnu Budianto, guru lainnya, mengatakan, sejak jam pelajaran dimulai pukul 7.30, udara sudah terasa panas, dan puncaknya sekitar pukul 11.00. Sering ia mengajar muridnya di luar kelas untuk mengurangi rasa panas. Malah sering pelajaran belum selesai, terpaksa diakhiri karena murid-muridnya meminta pulang. “Mereka tidak tahan lagi dengan udara panas. Ya gimana lagi, terpaksa saya sudahi pelajaran,” kata Agus Parnu.

Keadaan lebih mengkhawatirkan saat pelaksanaan ujian. Belum biasa dibayangkan konsentrasi akan terganggu saat mengerjakan soal ujian.

Agus Parnu khawatir bila keadaan itu berlangsung lebih lama lagi, akan semakin banyak siswanya yang tidak lulus tahun ini. Agus Parnu berharap pihak JOB PPEJ bersedia merelokasi SDN tersebut agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

Rahmat Suharno, Kepala Sekolah SDN Rahayu I, sudah berkali-kali membicarakan masalah tersebut dengan pihak Komite Sekolah dan Pemerintah Desa setempat. Bahkan permohonan relokasi juga sudah diajukan ke JOB PPEJ. Namun, kata Rahmat Suharno, belum ada tanggapan hingga sekarang.

“Kami sudah mengajukan permohonon. Bahkan juga sudah pernah membicarakannya dengan JOB PPEJ. Tapi masih nihil hasilnya,” kata Rahmat Suharno.

Catur Susilo, Humas JOB PPEJ, mengakui telah menerima keluhan ketidak-nyamanan belajar di dua SDN tersebut. Namun pihak manajemen belum bisa memberi keputusan lantaran hal itu masih perlu dibicarakan lebih lanjut.

“Kami juga perlu mengadakan pengujian, apakah benar suasana tidak nyaman dalam kelas itu akibat dari flare,” kilah Catur Susilo. bek
(Dikutip dari Surabaya Post, 15 Maret 2010).

, , , , ,

  1. #1 by programatujuh on Maret 15, 2010 - 10:30 pm

    blog walking..

    koleksi foto Ogoh-ogoh ,ragam budaya bali bisa dlihat disni :
    http://programatujuh.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: