Pengangkatan Kasek Diduga Bermasalah, FPDIP Temukan Kejanggalan

TUBAN – Pengangkatan kepala sekolah (Kasek) tingkat SD, SMP, dan SMA di lingkup Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Kamis (4/3) lalu, diduga bermasalah. Indikasinya, diduga ada sejumlah guru yang lulus tes, namun tak diangkat menjadi Kasek. Sebaliknya, pendidik yang dinyatakan tidak lulus tes, malah diangkat menjadi Kasek.

Dugaan ketidakberesan tersebut kemarin (16/3) dibeber Ketua FPDIP Karjo. “Ada permainan apa dibalik semua ini?” bebernya. Karjo membeber, fraksinya menemukan sejumlah kejanggalan-kejanggalan dalam pengangkatan Kasek tingkat SMP. Misalnya,

dari 18 pendidik yang dinyatakan lulus tes, yang diangkat hanya delapan orang. “Tragisnya, pendidik yang tidak lulus tes malah diangkat,” tegas pria yang juga ketua DPC PDIP Tuban ini.

Hal sama terjadi di tingkat SMA. Menurut dia, dari enam pendidik yang dinyatakan lulus tes, dua pendidik malah tidak diangkat sebagai Kasek. Namun, pendidik yang tak lulus, diangkat menjadi Kasek. Namanya siapa saja? Politisi asal Singgahan ini tidak menyebutkan identitas pendidik tersebut. Dia hanya memastikan ada.

Karjo menjelaskan, sesuai dengan surat Disdikpora nomor 800/5749/414/042/2007 tertanggal 8 Oktober, guru yang akan diberi tugas menjadi Kasek harus mengikuti seleksi. Yakni, seleksi administrasai dan tes tulis, serta pemaparan makalah dan psikologis. Surat diatas, lanjut dia, diteruskan dengan surat disdikpora nomor 800/6564/414.042/2007 tertanggal 20 November yang isinya sama.

Pada 27 November, disdikpora menggelar tes tulis tentang kompetensi manajerial sekolah di SMPN 7 yang diikuti 75 guru. Selanjutnya, tes presentasi atau pemaparan karya tulis yang dilaksanakan pada 11 Desember 2007 dengan penguji dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dari situlah muncul jumlah pendidik yang lulus dan berhak mengikuti tes psikologis. Yakni, SMA enam pendidik, dan SMP 18 pendidik. Mereka mengikuti tes psikologis dan diklat pengembangan pada 17 Desember di SMPN 7 Tuban. “Namun, ada yang lulus tidak diangkat menjadi Kasek,” tambah anggota komisi B DPRD Tuban ini.

Ironisnya, imbuh Karjo, seorang pendidik yang notabene mantan narapidana diangkat menjadi Kasek. “Ini preseden buruk dunia pendidikan di Tuban yang tak menggunakan aturan,” paparnya. Mestinya, tambah Karjo, jika mengacu surat disdikpora, sudah tidak ada lagi bentuk intervensi dari pihak manapun. Karena itu, pihaknya meminta kepada pemkab agar mengangkat Kasek yang berkompetensi sesuai dengan apa yang telah diatur dalam undang-undang.

Terpisah, Kepala BKD Tuban Edy Pranyoto belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. Saat dihubungi via ponselnya, tidak diangkat. Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno juga belum bisa dikonfirmasi. (zak) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 17 Maret 2010).

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: