Terganggu Asap, Murid SDN I-II Belajar Diluar Ruangan

Tuban, Bhirawa
Keberadaan Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) yang tiga bulan terakhir kerap mendapatkan keluhan dari warga sekitar, ternyata juga di indikasikan telah menyebabkan penurunan prestasi cukup signifikan bagi siswa-siswa SDN Rahayu I dan II Desa Rahayu, Kecamatan Soko beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya itu, para petani juga mengeluhkan perusahaan penghasil minyak ini terkait dengan adanya penurunan produksi dan masa tanam yang semakin lama atau tidak seperti wajarnya petani yang tiga bulan sudah bisa panen.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik, Agus Parnu bahwa proses belajar mengajar anak didik-nya terganggu lantaran flare (asap api) menyebabkan tingginya suhu udara.
Suasana kelas pun tidak nyaman kendati sudah dipasang kipas angin di setiap ruangan. “Kipas angin jadinya hanya seperti hiasan saja. Meski dinyalakan maksimal, tetap tidak bisa mengurangi udara panas dalam ruang kelas,” kata.
Selain itu, banyak juga anak didiknya yang mengeluh merasa pusing dan bahkan muntah-muntah dikarenakan bau yang menyengat seperti telur busuk dari flare pipe. Sering pula siswa tidak hadir dan pulang sebelum waktunya lantaran pusing dan mual-mual.
Ditambahkan pula, karena udara yang panas, dan puncaknya sekitar pukul 11.00. Sering ia mengajar muridnya di luar kelas untuk mengurangi rasa panas dan bahkan sering pelajaran belum selesai, anak didiknya ini mintak pulang karena keluhkan efek dari flare. “Mereka tidak tahan lagi dengan udara panas. Ya gimana lagi, terpaksa saya sudahi pelajaran,” kata Agus Parnu.
Agus mengaku khawatir bila keadaan itu berlangsung lebih lama lagi, akan semakin banyak siswanya yang tidak lulus tahun ini. Untuk itu Agus berharap pihak JOB PPEJ bersedia merelokasi SDN tersebut agar proses belajar mengajar tidak terganggu.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Sekolah SDN Rahayu I, Rahmat Suharno, sudah berkali-kali membicarakan masalah tersebut dengan pihak Komite Sekolah dan Pemerintah Desa setempat. Bahkan permohonan relokasi juga sudah diajukan ke JOB PPEJ. Namun, belum ada tanggapan hingga sekarang. “Kami sudah mengajukan permohonon. Bahkan juga sudah pernah membicarakannya dengan JOB PPEJ. Tapi masih nihil hasilnya,” kata Rahmat Suharno.
Dikonfirmasi terpisah, Humas JOB PPEJ, Catur Susilo, mengakui telah menerima keluhan ketidak-nyamanan belajar di dua SDN tersebut. Namun pihak manajemen belum bisa memberi keputusan lantaran hal itu masih perlu dibicarakan lebih lanjut. “Kami juga perlu mengadakan pengujian, apakah benar suasana tidak nyaman dalam kelas itu akibat dari flare,” ujar Catur Susilo. [hud](dikutip dari Harian Bhirawa, tanggal 17 Maret 2010).

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: