Kepala BKD Tuban Siap Mundur

Terkait Dengan Kasus Penerimaan CPNS 2009
Tuban, Bhirawa
Edy Pranyoto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Tuban menyatakan siap mundur dari jabatanya, jika terbukti ada kecurangan dalam rekrutmen CPNS 2009 di Pemkab Tuban. Saat ini masih dalam proses hukum di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Surabaya setelah beberapa waktu lalu dilaporkan peserta CPNS yang tidak terima dengan keputusan panitia.

Pernyatan itu disampaikan Edy seusai mengikuti hearing bersama Komisi A DPRD Tuban dan para peserta CPNS yang dinyatakan gagal di ruang paripurna gedung DPRD Tuban, (19/4) kemarin. ”Jika PTUN memutuskan telah terjadi kecurangan dalam rekrutmen CPNS 2009, maka saya siap untuk mundur dari jabatan saya,” Kata Edy saat dikonfirmasi sejumlah wartawan seusai hearing.

Kini, perkara itu masih dalm proses persidangan di PTUN Surabaya. Pihak penggugat (para peserta CPNS yang merasa dirugikan), maupun pihak tergugat (Pemkab Tuban dan panitia rekrutmen CPNS 2009) sama-sama mengaku siap. ”Kita sudah siapkan tim penasehat hukum untuk mengatasi hal itu. Dan saya yakin, semua proses rekrutmen telah dilaksanakan dengan prosedur yang benar,” ujar Edy.

Dalam hearing ini, awalnya Kepala BKD tidak bersedia menjawab atau berkomentar banyak terkait kasus rekrutmen CPNS 2009, karena masih dalam proses hukum di PTUN. Namun setelah didesak sebagian anggota dewan dan pendamping dari para korban kecurangan CPNS, Edy akhirnya bersedia menjawab beberapa pertanyan yang diajukan. Mulai dari proses penentuan nilai hingga pemilihan nama yang dinyatakan lolos dalam seleksi. Intinya dijelaskan, semua ditentukan melalui keputusan bersama tim panitia.
Kendati demikian, dewan maupun peserta CPNS tetap yakin telah terjadi kecurangan dalam rekrutmen itu. ”Kenapa tidak disebutkan rangking atau nilai dari masing-masing peserta. Jelas ini hanya akal-akalan saja hingga patut kita pertanyakan kinerja BKD maupun Pemkab Tuban,” ujar Abu Khilifah, anggota Komisi A.

Hal senada juga diungkapkan para peserta CPNS yang ikut dalam hearing kemarin. ”Kalau memang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kenapa tak diumumkan hasil rangking seperti yang dilakukan Tim UI (Universitas Indonesia). Selain itu, jadwal pengumuman yang sedianya pagi hari kenapa baru diumumkan setelah Maghrib?,” ujar Budi Utomo, peserta CPNS.

Akibat kecurangan yang terjadi dalam proses rekrutmen, banyak peserta yang seharusnya masuk tapi malah tidak lolos. Hingga akhirnya, sejumlah peserta yang merasa dirugikan itu mengadu ke DPRD Tuban, melapor polisi dan mengajukan gugatan ke PTUN. [hud] (Dikutip dari Harian Bhirawa)

Iklan

, , , , , ,

  1. #1 by suta on April 23, 2010 - 10:09 am

    Apa yang dilakukan Khozanah dengan membuat blog adalah demi mendekatkan dirinya dengan konstituen. Saya kira, masih perlu dilakukan intensif selain melalui sapaan jarak jauh, juga langsung terjun ke masyarakat pemilih demi mengetahui apa yang mereka butuhkan selama ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: