PKB antisipasi PT 5% dengan islah

Jakarta – Untuk mengantisipasi kenaikan Parliamentary Threshold (PT) 5%, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) harus segera mengumpulkan serpihan-serpihan yang telah tercerai berai, sehingga pada Pemilu 2014, PKB tidak menjadi catatan sejarah perpolitikan di tanah air.

Salah satu cara untuk mengumpulkan serpihan itu adalah islah atau rekonsiliasi. Sejak awal Pemilu tahun 1999, PKB selalu dirundung perpecahan dan bahkan dari PKB lahir partai baru yakni Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dengan Ketua Umumnya Choirul Anam.

“PKB harus segera mengantisipasi wacana kenaikan PT. Caranya adalah islah dengan melibatkan semua stakeholder PKB,” kata Sekjen PKB Lukman Edy saat dihubungi primaironline.com, di Jakarta, Minggu (30/5).

Lukman menjelaskan pembentukan komite islah yang merupakan gabungan dari kubu Ancol, Parung dan PKNU itu bukan dengan maksud untuk menggeser posisi seseorang dalam jabatan struktural partai atau hanya berdasarkan kepentingan pribadi dan golongan apapun. Oleh karena itu, semua elemen kaum nahdliyin memberikan respons positif. Langkah islah atau penggabungan serpihan-serpihan PKB adalah untuk dijadikan sebuah kekuatan yang solid dan hal itu sangat mutlak diperlukan. Komite islah bisa mengakomodir semua kepentingan agar jalan rujuk bisa segera dilakukan dan PKB pada tahun 2014 bisa lolos dari lubang jarum.

“Kita ini sifatnya ad hoc, dan setelah kami melakukan silaturahmi ke beberapa tempat misalnya Surabaya, Kediri, Tegal Rejo dan Krapyak semua kiai dalam hal islah ini sudah tidak ada masalah karena dasarnya kan kami ingin menggabungkan semua. Jika kultural, struktural dan lainnya bisa bergabung lagi, maka PKB pada tahun 2014 tidak tinggal kenangan lagi,” kata Lukman Edy.

Lukman mengungkapkan mengenai tugas pokok komite islah, diharapkan pada akhir tahun 2010 sudah mendapatkan gambaran jelas mengenai perkembangan islah. Sebab, menurut Lukman, apabila islah tidak dilakukan maka potensi menipisnya stok kader PKB dan jumlah konstituen diprediksikan akan menurun drastis. Alasannya, sebagai politisi maupun konstituen tentunya mempunyai dasar pemikiran untuk mengamankan statusnya ataupun pilihannya pada pemilu 2014 nanti.

Selanjutnya Lukman mengungkapkan memang tidak mudah untuk melaksanakan tugas dari komite islah ini. Sehingga dalam waktu dekat ini, komite islah akan melakukan komunikasi dan mempresentasikan kerja komite kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Secara formal belum dan kami tidak ingin dicurgai. Dan saat ini memang salah satu kendala kami ada di aktivis ini,” tuturnya.

Sementara itu Sekjen PKNU Idham Cholied mengungkapkan pihak bersedia menjadi pintu masuk bagi rencana islah PKB. Alasannya, ikatan historis antara PKB dan NU tidak bisa dipisahkan.

“Jadi dalam islah ini sebenarnya ada yang tidak mau sama sekali, ada yang mau tapi ada syarat serta ada yang malu-malu. Tapi kita semua harus tahu realita politik ke depan dan para kiai sudah mendorong ini semua,” tandasnya (Dikutip dari Primeronline, 31 Mei 2010).

, , , , ,

  1. #1 by TRAWOCO HADIKUSUMO on Juni 22, 2010 - 3:18 am

    Salut dech sama Ibu dewan. Tapi soal Islah, kayaknya sulit tuh. Sejarah PKB adalah sejarah konflik, atau memang begitu gaya berpolitik NU. Belum lagi besar, konfliknya didulukan, eyel2an rebutan jabatan, saling sikut antar teman sendiri. Waduh ngeri deh bu. Kalo saya sendiri, adalah type orang yang berpikir ala muhammadiyah, beribadah ala NU, jadinya Muhammad NU. Satu ciri yang jelas dari Partai berbasis NU (tahulah partai apa saja itu) adalah hobi usrek sak kancane dewe. Belum lagi besar, egonya di dulukan. Kelihatannya bersatu, tapi terpecah belah. Maaf Bu, komen ini mungkin pedas, tapi betul2 saya dasari dg Cinta, ya… cinta dg NU. Semoga jadi renungan bersama. Ihdinassyirotol Mustaqim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: