SDN Bektiharjo II Disegel Pemilik Tanah

TUBAN – Gedung SDN Bektiharjo II, Kecamatan Semanding disegel kemarin (1/6). Penyegelan itu dilakukan Suryanto, warga desa setempat yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter (m) dari sekolah tersebut. Dia adalah putra Lasio (alm), pemilik tanah sebagian sekolah itu.

Penyegalan tersebut dilakukan karena Suryanto merasa pihak pemerintah setempat tak segera menyelesaikan sengketa tanah tersebut sejak 1976. Akibat penyegelan itu, akitivitas belajar 245 siswa sekolah setempat terganggu.

Pintu masuk sekolah yang menghadap ke selatan tersebut disegel dengan besi sekitar pukul 06.00. Selain itu, di tengah pintu masuk dipasang tiang untuk mengibarkan bendera merah putih. Kertas bertuliskan nada penyegelan juga dipasang di sekitar lokasi penyegelan tersebut.

Tak hanya itu. Pintu masuk kelas di empat ruangan dikunci rapat-rapat dan ditempeli kertas bertuliskan ”Maaf” oleh Suryanto. Sehingga, hanya tiga ruang yang tidak disegel. Yakni ruang kelas V dan VI, serta kantor setempat.

Siswa yang hendak bersekolah menjadi saksi penyegelan tersebut. Mereka menyaksikan Suryanto memasang besi. Sejumlah guru setempat juga hanya bisa melihat penyegelan tersebut. Mereka yang baru datang ke sekolah harus masuk melalui pintu samping yang masih dalam keadaan terbuka.

Suryanto ketika dikonfirmasi disela-sela penyegelan mengaku tanah milik keluarganya yang dipakai sekolah itu seluas 1.052 meter persegi. Tanah itu dipakai untuk ruang kelas I hingga kelas IV. ”Kami minta ganti rugi tanah keluarga kami. Meski jika tanah ini dijual seharga Rp 60 juta, saya pun mau jika dibeli Rp 40 juta. Kenapa nggak juga dikasih,” keluhnya.

Versi Suryanto, sengketa tanah itu sudah lama terjadi. Beberapa kali negosiasi dilakukan. Namun, belum membuahkan hasil. ”Oleh karena itu, saya berharap pemerintah segera menindaklanjuti hal ini,” harap dia.

Sementara itu, akibat penyegelan tersebut, sebagian besar siswa belajar di teras ruang kelas V dan VI. Mereka pun berdesak-desakan. ”Ya ini disegel pemilik tanah, jadi belajar kami terganggu. Kami berharap agar pemerintah segera memberikan tempat untuk belajar,” harap Aldi, salah satu siswa kelas IV kepada wartawan koran ini.

Kepala SDN Bektiharjo II, Bambang Marianto ketika dikonfirmasi mengakui adanya penyegelan tersebut. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena memang hal itu menjadi hak yang bersangkutan.

”Sekolah ini berdiri 1976, saat itu pihak Kades memakai tanah milik Lasio (orang tua Suryanto), dan sudah diberi uang pinjaman. Namun, pemberian itu tidak ada tanda terimanya. Sehingga, anak pemilik tanah sekarang menuntut hal ini,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan. Alasannya, tenaga pendidik hanya sebagai pelaksana. ”Yang mempunyai otoritas ini adalah pemerintah dalam hal ini disdikpora,” jelasnya.

Plt Kepala Disdikpora Tuban Sutrisno ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya belum mengambil keputusan terkait hal itu. ”Kita lihat dulu dikoordinasikan dengan Pak Camat untuk mengetahui permasalahannya, saya nggak bisa mengambil kesimpulan terlebih dahulu. Yang penting, anak-anak jangan sampai kita telantar. Mari kita buat anak-anak sekolah bisa nyaman. Yang jelas, kita masih koordinasi,” kata dia ketika dihubungi via ponselnya.

Sementara itu, kasus penyegelan SDN Bektiharjo II menuai kecamaan dari kalangan anggota DPRD Tuban. Wakil Ketua Komisi C Muhammad Musa menyesalkan terjadinya insiden itu. ”Mestinya pemerintah segera menangani agar tidak sampai terjadi penyegelan seperti ini,” katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Tuban, Go Tjong Ping. ”Ini memalukan, buat apa anggaran pendidikan Pemkab Tuban yang setiap tahun mencapai Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Masak untuk membeli atau membangun gedung sekolah aja tak kuat. Mestinya, bupati langsung memanggil kepala Disdikpora untuk menyelesaikan masalah ini,” kata politisi PDIP tersebut. (zak/yan) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, tanggal 02 Juni 2010)

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: