Ketua Komisi I Tuding PT. SBG Lecehkan Pemerintah

Tuban, Bhirawa
Ketua Komisi I DPRD Tuban, Agung Supriyanto, SH menilai anak perusahan dari PT. Semen Gresik (Persero), Tbk (PT SG) telah melecehkan institusi pemerintah dalah hal ini Disnakerduk Capilsos (Dinas Tega Kerja, Kependudukan Catatan Sipil dan social ) dengan ketikhadiranya dalam acara hearing dalam upaya penyelesaian kasus satpam pabrik semen yang kita selenggarakan hari ini

“PT Swabina Gatra jelas telah melecehkan institusi Disnakerduk Capil (Dinas Tega Kerja, Kependudukan dan Catatan Sipil) dengan ketikhadiranya dalam acara hearing dalam upaya penyelesaian kasus satpam pabrik semen yang kita selenggarakan hari ini,” Kata Politisi dari partai amanat nasional (PAN) ini saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung setelah hearing yang digelar bersama Komisi III, Pimpinan DPRD Tuban, Disnakerduk Capil bersama perwakilan paguyupan security pabrik semen di ruang paripurna DPRD Tuban, kemarin (2/6). Para peserta hearing merasa tersinggung karena PT Swabina selaku perusahaan yang menaungi para satpam tidak bersedia hadir dalam acara ini.
Hearing tersebut, dimaksudkan untuk mecari solusi atas persoalan para satpam pabrik semen milik PT SG yang sejak beberapa bulan lalu beberapa kali menggelar unjuk rasa meminta diangkat menjadi karyawan PT SG. Mereka tidak mau terus berada di bawah naungan PT Swabina yang selama ini dianggap tidak perduli dengan aspirasi satpam.
Karena tidak hadirnya PT Swabina, hearing itupun berahir tanpa keputusan yang jelas. “Padahal, para satpam sudah bersedia menurunkan tuntutannya. Dimana, sebelumnya mereka ngotot minta untuk diangkat menjadi karyawan langsung PT SG, sekarang hanya minta dikelola oleh perusahaan lain di bawah PT SG.Yang penting, bukan PT Swabina,” sambung Agung usai acara.
Menurut Agung, sangat lucu melihat surat dari Swabina yang tidak bersedia hadir dan menyerahkan permasalahan ke Disnaker. “Memangnya Swabina itu siapa kok seenaknya melimpahkan masalah ke Dinas. Apakah, Swabina merupakan institusi diatas Disnaker, kan tidak,” katanya.
Kekecewaanpun diungkapkan ratusan satpam yang hadir di gedung dewan sejak pagi kemarin. “Kami para satpam sudah sepakat untuk turunkan tuntutan. Karena kami tahu bahwa PT SG tidak mungkin bersedia mengangkat kami sebagai karyawan. Tapi kami tetap meminta dikelola PT SG melalui perusahaan lain. Pokoknya bukan Swabina,” terang Ruhadi, salah satu dari perwakilan satpam yang ikut dalam hearing.
Namun, ia sangat mensayangkan hearing yang berahir tanpa keputusan tersebut hanya karena PT. Swabina tidak hadir. “Seenaknya saja Swabina itu. Tidak mau hadir, terus hanya mengirimkan surat yang intinya menyerahkan permasalahan kepada Disnaker,” tambahnya.
Slamet, perwakilan dari Disnaker yang ikut dalam acara ini menjelaskan bahwa pada 28 april lalu, PT Swabina telah mendaftarkan perselisihan 9 orang satpamnya di Disnaker. Dan pihaknya harus melakukan klarifikasi untuk pencarian solusi atas permasasalahan yang terjadi. “Tapi, yang didaftarkan hanya 9 orang. Bukan semua anggota paguyuban satpam yang jumlahnya seratus lebih itu. Dan sesuai undang-undang, kita harus menyelesaikan perselisihan tersebut,” terang Slamet. “Dalam pertemuan ini, kita berharap bisa mendapat masukan untuk penyelesaian masalah tersebut,” sambungnya.
Sementara, Budi Priyantono Dirut PT Swabina Gatra berulangkali dikonfirmasi via phonselnya tidak bersedia mengangkat. Sejak permasalahan ini mencuat, orang nomor satu di perusahaan pengadaan tenaga keamanan yang juga berstatus anak perusahaan PT SG tersebut memang seperti sengaja tidak mau menjelaskan permasalahan yang terjadi. [hud] (dikutip dari Harian Bhirawa, tanggal 3 Juni 2010)

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: