FABB-FPD Nilai Tatib Tetap Sah

TUBAN – Banyaknya protes dalam rapat paripurna pengesahan tatib dan kode etik DPRD Tuban Jumat (25/6) lalu dinilai Fraksi Amanat Bulan Bintang (FABB) dan Fraksi Partai Demokrat (FPD) tak memengaruhi hasil akhir. Kedua fraksi ini menilai tatib dan kode etik DPRD tetap sah untuk dilaksanakan.

Menurut Ketua FABB Agung Supriyanto, apa yang dilakukan ketua DPRD dalam menetapkan tatib tidak menyalahi aturan. Alasannya, draf tatib sudah disepakati semua anggota pansus yang terdiri atas fraksi-fraksi. ”Maka rancangan itu bisa ditetapkan menjadi peraturan DPRD. Nah hanya catatannya ada hal yang dianggap perlu dirubah yaitu tentang jumlah banggar dan banmus, dari 16 menjadi 25, itu memang tidak salah. Namun, kalau ingin terjadi komposisi jumlah, bukan di forum tadi, di forum lain,” kata politisi PAN ini.

Hal senada dikatakan Ketua FPD Elvi Alfiah. Menurut dia, apa yang dilakukan ketua dewan sudah sesuai prosedur. Terkait tudingan adanya pemaksaan dari anggota fraksinya, dia menyatakan bahwa FPD tidak melakukan pemaksaan terhadap anggotanya. ”Saya malah nggak tahu kalau dia (sekretaris fraksi) dipaksa,” tuturnya.

Sementara F-Gerindra dan FPDIP belum menentukan langkah pasca ”gegeran” dengan ketua DPRD. Ketua F-Gerindra Nurhadi ketika dikonfirmasi mengaku dirinya masih akan melakukan rapat internal fraksi terlebih dahulu untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. ”Kita rapat fraksi dulu, guna menyikapi masalah tatib,” kata dia.

Karena itu, dirinya belum bisa menyimpulkan langkah fraksinya terkait tatib dan kode etik tersebut. ”Nanti kalau sudah ada kesimpulannya, kami sampaikan,” janjinya.

Wakil Ketua FPDIP M. Abu Cholifah juga belum bisa memberikan tanggapan setelah paripurna Jumat lalu. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kristiawan enggan berkomentar banyak terkait masalah tersebut. ”Saya sementara tidak berkomentar dulu,” kata dia singkat.

Seperti diberitakan, pelaksanaan paripurna penetapan tatib dan kode etik DPRD diwarnai adu mulut antara Kristiawan dengan sejumlah anggota dewan. Bahkan, sebagian anggota dewan menggebrak-gebrak meja. Ada juga yang berdiri di atas meja untuk ”menantang” ketua dewan.

FKB, FPDIP, dan F-Gerindra tidak terima dengan keputusan pengesahan tatib yang hanya berdasarkan tanda tangan 25 anggota dari 47 anggota dewan yang hadir dari masing-masing fraksi. Mereka mengusulkan voting. Saat voting, anggota DPRD yang setuju dengan draf tatib disahkan diminta berdiri. Semua Fraksi Golkar Bersatu dan Fraksi Amanat Bulan Bintang, sebagian anggota FPP dan sebagian anggota F-Demokrat berdiri. Saat mereka berdiri, ketua dewan tidak melakukan pengitungan. Dia mantap menetapkan tatib dan kode etik disetujui dengan tanda tangan 25 anggota dewan yang hadir. Keputusan itulah yang memantik reaksi sebagian anggota dewan.

Ketua DPRD Belum Ambil Sikap Mosi Anggota Komisi A

Ketua DPRD Tuban Kristiawan belum mengambil sikap terkait pernyataan tujuh anggota komisi A yang menyatakan mosi tak percaya terhadap ketuanya Agung Supriyanto. Dia beralasan secara resmi belum mendapatkan laporan tentang masalah tersebut. ”Saya belum tahu permasalahannya, sehingga belum komentar dulu,” kata Kristiawan kepada wartawan koran ini kemarin (26/6).

Bagaimana apabila laporan itu sudah masuk? ”Saya belum bisa berkomentar,” elaknya.

Sementara itu, Syaiful Huda, salah satu anggota komisi A, tetap akan menyampaikan laporan pernyataan mosi tidak percaya itu kepada ketua DPRD. Politisi PKNU ini juga mengancam akan memboikot semua kegiatan yang ada di komisi A DPRD setempat bersama sejumlah rekannya.

Seperti diberitakan, tujuh anggota komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu menyatakan mosi tidak percaya kepada ketua komisi A. Mereka adalah Fahmi Fikroni, Dody Fakhruddin, Syaiful Huda, M. Abu Cholifah, Eny Kristyawati, Ali As’adi, dan Hendrat Setiadji.

Mosi itu dilatarbelakangi ketidakpuasan mereka terhadap Agung yang dinilai kerap mengambil keputusan sepihak. Khususnya terkait masalah polemik rekrutmen CPNS dan aksi Gembbbel. Tujuh anggota komisi tersebut membubuhkan tanda tangan di bawah surat pernyataan mosi tidak percaya itu. (zak/yan)(Dikutip dari Radar Bojonegoro, 27 Juni 2010)

, , , , ,

  1. #1 by camera cannon on Juni 27, 2010 - 3:00 pm

    hm…sah ya??,,makasih ilmunya…salam hangat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: