Alat Kelengkapan Dewan Dikuasi Golkar

Tuban (beritakota.net) – Kembali, partai ‘oposisi’ pemerintah di gedung DPRD Tuban kalah telak saat pembentukan beberapa alat kelengkapan dewan dalam rapat paripurna pembentukan badan legeslasi (Baleg) dan badan kehormatan (BK) di gedung patung, Rabu (30/6) yang selama ini belum terbentuk, pasca pemilihan ketua dewan definitif pada akhir tahun 2009 lalu.

‘Pil pahit’ tersebut terpaksa harus di telan kembali oleh Fraksi Kebangkiktan Bangsa (FPKB), Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), Fraksi Gerindra (Gabungan dari PKS, PKNU dan Partai Gerindra) dan sebagian anggoata dari Fraksi Demokrat. Yang mana dalam rapat paripurna tersebut, lagi-lagi Fraksi Golkar Bersatu (FPG) Fraksi Amanat Bangsa (Gabunagan dari PAN dan PBB), dan FPP kembali merebut posisi dua posisi ketua Badan Legeslasi dan Badan Kehormatan.

Dari hasil pemilihan secara terbuka tersebut, Rudi Harianatio dan Mukaryanto dari (FPG) menduduki sebagai ketua Badan Kerhormatan dan Badan Legeslasi, sementara dua pososi wakil ketua alat kelengkapan dewan tersebut juga di duduki oleh kader partai amanat Nasional, yakni Suhadi dan Zubaidi. Sementara sejumlah anggota dari masing-masing fraksi di DPRD Tuban hanya menduduki sebagai anggota saja.

“Kita tetep sportif, dan yang pasti kita mengakui kekalahan itu, meski ada dusta diantara kita” Kata Khozanah Hidayati salah satu anggoata DPRD dari FKB yang engan menyebutkan siapa diantara partai ‘Oposisi’ yang berdusta pada saat itu.

Dalam catatan Beritakota.net, kekalahan partai ‘Oposisi’ pemerintah ini tidak hanya satu dua kali saja, sejumlah kegiatan yang itu harus ditetapkan dalam pemilihan dan atau voting, pasti partai-partai ini selalu dikalahkan oleh partai penguasa.

“Lawong masih ada yang menjadi anggoata dewan ini diberangkatakan dari partai A, akan tapi saat-saat tertentu sebagai tanggungjawab sebagai wakil rakyat yang ingin ada perubahan, pada saat tersebut berubah menjadi perwakilan dari partai B, ya……akhirnya seperti ini terus, lawong yang dipikirkan hanya isi perut” Kata Salah satu anggoata dewan dari kubu partai ‘Oposisi’.

Sementara, pembentukan alat kelengkapan dewan yang berdasarkan UU 27 2009 (Susduk Parlemen) dan PP 16 2010 tentang Tatib dewan, diharapapkan paska terbentuknaya ini bisa langsung kerja dengan maksimal, diantaranya adalah merumuskan Raperda, memberikan masukan pada pimpinan dewan atas Raperda yang akan dibahas dan mengkoordinasikan dengan eksekutif tentang Raperda yang merupakan tanggungjawab Baleg.

Begitu juga dengan Badan kehormatan (BK), yang mana alat kelengkapan dewan ini sebagai control dan koreksi di internal dewan, seperti seringnaya sejumlah anggoata dewan yang akhir-akhir ini jarang ke kantor tanpa izin, menyalahi tatib dewan dll.
“Kami berharap, dengan terbentuknya dua alat kelengkapan dewan ini, nantinya semua bekerja dengan maksimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing, karena tugas sebagai wakil rakyat ini tidak mudah, selain harus dipertanggungjawabkan pada konstituen juga pada sang khalik nantyinya” Terang Kristiawan Ketua DPRD Tuban yang juga dari FPG. (kh)

Caption: Rapat paripurna pembentukan beberapa alat kelengkapan dewan diantaranya badan legeslasi (Baleg) dan badan kehormatan (BK) di gedung DPRD Tuban. (khoirul huda/beritakota.net)

(Dikutip dari Beritakota.net)

Iklan

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: