Muhammadiyah Siap Dampingi NU

TUBAN – Wacana munculnya kader yang merepresentasikan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pencalonan Bupati Tuban 2011-2016 mendapat angin dari Muhammadiyah.

Ketua PD Muhammadiyah Tuban, Masduqi mengatakan, kader ormasnya siap mendampingi calon dari NU. ”Kalau perlu Anda yang menjembatani ini (koalisi),” tandas dia saat dikonfirmasi wartawan koran ini di rumahnya, Kutorejo III, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban.

Dikatakan Masduqi, sekarang ini setidaknya memiliki dua kader yang siap dipasangkan dengan calon dari nahdliyin. Seperti halnya NU, Muhammadiyah juga memiliki calon yang diunggulkan dan calon yang dicadangkan. Untuk calon yang diunggulkan, dia terang-terangan menyebut nama Nurul Yaqin, notaris yang juga pengurus PD Muhammadiyah Tuban. ”Masalahnya, apakah yang bersangkutan bersedia? Ini yang belum ada jawaban,” tegas pria berkacamata ini.

Ditegaskan Masduqi, bila Nurul Yaqin keberatan maju berdampingan dengan calon NU, maka Muhammadiyah masih punya calon kedua yang hampir dipastikan bersedia. Dia adalah Supratikto. Kader Muhammadiyah yang berprofesi sebagai dokter tersebut sekarang ini rajin turun ke daerah untuk mengkampanyekan dirinya dari calon independen.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pengurus PC NU Tuban yang bersedia mengomentari. Wakil sekretaris PC NU Tuban, Didik Purwanto yang dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, dirinya akan berkomentar setelah mengikuti wacana yang berkembang. ”Sementara sekarang ini tidak dulu,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, PC NU Tuban memutuskan Bupati Tuban 2011-2016 harus merepresentasikan kader Nahdlatul Ulama (NU). Keputusan tersebut dicetuskan ormas ini dalam rapat pleno yang diikuti pengurus harian dalam sepekan terakhir Sabtu lalu. Meski wajib punya bupati, ormas nahdliyin ini tidak mengharuskan Ketua PCNU Tuban, KH Fatchul Huda maju dalam pilbup. Katib Syuriah PC NU Tuban, Syariful Wafa membenarkan keputusan tersebut.

Dikatakan dia, warga NU masih berharap Huda maju dalam pesta demokrasi tersebut, meski yang bersangkutan hingga kini belum menyampaikan kesanggupan. Diakui Wafa, untuk saat ini Kiai Huda masih dianggap sebagai kader terbaik NU. Kalau pada akhirnya Huda tetap tak mau diusung dalam pilkada, maka NU akan mencari kandidat alternatif. Siapa calon alternatif yang diusung PC NU melalui kendaraan partai politik (parpol)? Wafa menyebut dua nama yakni M. Hamdani, ketua lembaga perekonomian NU dan M. Anwar, ketua lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Tuban. (ds/wid) <Dikutip dari Radar Bojonegoro, 13 Juli 2010).

Iklan

, , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: