Asal Figur Penuhi Kriteria – NU Siap Koalisi dengan Muhammadiyah

TUBAN-Ketua DPC PKB Tuban Noor Nahar Husein mengatakan, partinya sangat terbuka untuk mengusung calon yang diusulkan Muhammadiyah untuk berdampingan dengan calon dari Nahdlatul Ulama (NU). ”Kita well come saja. Namun, kita lihat dulu figurnya,” tandas dia. Diterangkan Noor Nahar, kalau Muhammadiyah bermaksud koalisi terbuka dengan nahdliyin, maka figur yang diusung harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, figur tersebut harus memiliki visi yang sama dengan partainya untuk mensejahterakan rakyat. Dua kriteria lain, figur tersebut harus memiliki kapabilitas diterima umat dan memiliki kans atau peluang dipilih. Ditanya nama Nurul Yaqin, figur yang diwacanakan Ketua PD Muhammadiyah Tuban, Masduki untuk mendampingi calon dari NU, Noor Nahar tak mau mengomentari. ”Ya kita lihat dulu aspirasi masyarakat,” tegas mantan ketua PCNU Tuban ini. Noor Nahar lebih lanjut mengatakan, dalam pilkada, figur yang dicalonkan memegang peran penting, persentasenya sekitar 60 persen. Selebihnya, 40 persen partai pendukung.

Dikatakan dia, setahu dirinya, selama ini belum pernah tercatat dalam sejarah di Tuban, NU berkoalisi dengan Muhammadiyah. Itu karena NU pernah menjadi partai politik (parpol). Sementara Muhammadiyah belum pernah. Karena itu, Noor Nahar tidak mau merujuk latarbelakang sejarah. ”Bukankah sejarah bisa dibuat?” tandas politisi asal Rengel ini.

Terkait figur calon bupati yang diusung NU untuk diberangkatkan PKB, Noor Nahar mengakui, satu bulan lalu pengurus teras partainya meminta secara pribadi Ketua PCNU Tuban, KH Fatchul Huda untuk dicalonkan PKB. Pertimbangan PKB untuk melamar Kiai Fatchul Huda tersebut karena untuk saat ini, dia merupakan kader terbaik NU. Namun, yang bersangkutan belum menyampaikan kesanggupan. Salah satu alasannya, karena merasa dirinya kurang pas.

Karena sampai sekarang belum menerima pinangan PKB, lanjut dia, Kiai Fatchul Huda bersama pengurus PCNU sanggup mencarikan pengganti yang lebih pas. ”Upaya mencari calon pengganti tersebut didampingi pengurus DPC PKB Tuban,” tandas dia yang mengaku intens berkomunikasi dengan pengurus NU untuk mencari calon tersebut. Ditegaskan mantan cabup Tuban ini, pencarian figur pengganti Kiai Fatchul Huda tersebut di-deadline sebelum Lebaran harus sudah ditemukan.

Terkait wacana munculnya nama, M. Anwar, ketua lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Tuban dan M. Hamdani ketua lembaga perekonomian PCNU setempat, Noor Nahar enggan mengomentari. ”NU belum pernah membicarakan itu,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, wacana PCNU yang mengharuskan Bupati Tuban 2011-2016 dari kadernya

mendapat angin dari Muhammadiyah. Ketua PD Muhammadiyah Tuban, Masduki mengatakan, kader ormasnya siap mendampingi calon dari NU.

”Kalau perlu Anda yang menjembatani ini (koalisi),” tandas dia saat itu. Dikatakan Masduki, sekarang ini ormasnya setidaknya memiliki dua kader yang siap dipasangkan dengan calon dari nahdliyin. Seperti halnya NU, Muhammadiyah juga memiliki calon yang diunggulkan dan calon yang dicadangkan. Untuk calon yang diunggulkan, dia terang-terangan menyebut nama Nurul Yaqin, notaris Tuban yang juga pengurus PD Muhammadiyah Tuban. ”Masalahnya, apakah yang bersangkutan bersedia? Ini yang belum ada jawaban,” tegas pria berkacamata ini.

Ditegaskan Masduki, bila Nurul Yaqin keberatan maju berdampingan dengan calon NU, maka Muhammadiyah masih punya calon kedua yang hampir dipastikan bersedia. Dia adalah Supratikno. Kader Muhammadiyah yang berprofesi sebagai dokter tersebut sekarang ini rajin turun ke daerah untuk mengkampanyekan dirinya dari calon independen.(ds) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 15 Juli 2010).

Iklan

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: