Ketua Dewan Berlakukan Tatib dan Kode Etik DPRD – Meski Tiga Fraksi Anggap Tak Sah

TUBAN-Meski saat diparpurnakan tatib dank kode etik pada akhir bulan lalu terjadi polemik, namun kini ketua DPRD Tuban, Kristiawan tetap menjalankan tatib dank ode etik tersebut.

”Tatib dan kota etik tetap sah, dan sudah kita gunakan setiap hari,” jawab Kristiawa ketika dihubungi via ponselnya. Secara detail, Kristiawan belum bisa menjelaskan terkait tatib dan kode etik tersebut.

Sementara itu, Ketua FKB DPRD Tuban M. Imron Chudlori mengungkapkan, paripurna tatib dan kode etik belum final. ”Saya anggap masih belum sah,” kata dia. Sebab, dalam tatib tersebut tidak dicantum jumlah banggar dan banmus. Namun, hanya menyebutkan jumlah banggar dan banmus maksimal setengah dari jumlah anggota dewan. Selain itu, kata politisi asal Montong ini, dalam pengambilan voting tak fair. ”Sehingga kami akan tetap memperjuangkanya,” terang dia.

Hal senada juga dikatakan sekretaris FPDIP, Sunoto. Dikatakan dia, pihaknya terus melakukan perlawanan agar jumlah banggar dan banmus sebanyak 25 orang. ”Kami tetap menganggap (paripurna tatib) tak sah,” tegas dia. Lebih lanjut, FPDIP terus akan melakukan upaya-upaya agar jumlah banggar sesuai dengan apa yang tertuang dalam tatib, yakni 25 orang. Ketua Fraksi Gerindra, Nurhadi Sunar Endro belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi via ponselnya belum ada jawaban.

Diberitkan, gedung DPRD Tuban di Jalan Teuku Umar kembali memanas, saat pelaksanaan paripurna penetapan tatib dan kode etik DPRD Tuban, kemarin (25/6) lalu. Bahkan, pelaksanaan rapat paripurna tersebut terjadi adu mulut antara ketua DPRD dengan anggota dewan, hingga nyaris terjadi kericuhan. Tragisnya, sebagian anggota dewan menggebrak meja dan salah satu wakil reakyat berdiri diatas meja sebagai bentuk kekecewaan terhadap ketua dewan. Pemicunya diduga ketua DPRD Kristiawan memutuskan tatib secara sepihak. Yakni, ketika sejumlah fraksi meminta untuk dilakukan voting, namun ketua DPRD tidak melaksanakan voting terhadap anggota dewan yang hadir. Sebaliknya, dalam mengambil keputusan itu, ketua dewan mengacu tanda tangan pendapat dari fraksi. Keputusan inilah yang memantik emosi sebagian anggota dewan geram. (zak) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 15 Juli 2010).

, , , , ,

  1. #1 by Wan ! on Oktober 7, 2010 - 9:46 am

    salam kenal Mbak/Bunda, semoga bisa sukses mengemban amanah rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: