PKB Siap Rangkul Parpol NU dalam Konfederasi

JAKARTA – Manuver partai politik (parpol) mencari partner untuk memperkuat diri menjadi tren. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini sedang bergerak untuk merangkul sejumlah parpol berbasis nahdliyin. PKB merentangkan sayap dengan konsep konfederasi.

Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB A. Muhaimin Iskandar menyatakan, perbedaan-perbedaan garis partai dari keluarga besar NU yang telanjur tersebar dalam beberapa parpol kini sedang coba dirajut kembali. Parpol yang sedang berusaha dirangkul, antara lain, Partai Nahdlatul Ummah Indonesia (PNUI).

“Kami sedang menggodok dan mematangkan upaya konfederasi ini,” ujar Muhaimin setelah peluncuran buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur di Hotel Acacia, Jakarta, kemarin (18/7). Menurut dia, upaya tersebut serius digagas sebagai langkah menyatukan kekuatan Islam inklusif dan moderat menjadi satu kekuatan politik yang utuh.

Dengan adanya konfederasi itu, lanjut Muhaimin, PKB optimistis perolehan suara pada Pemilu 2014 meningkat. Dia memperkirakan, partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang tersebut mampu meraup suara setidaknya 13 persen. “Akan mampu mengembalikan kejayaan di masa lalu,” katanya.

Selain PKB, parpol lain yang kini membangun konfederasi adalah PAN. Golkar juga sedang berusaha mendekati parpol kecil, seperti PBR, untuk melebur.

PKB tak hanya mendekati partai berbasis NU. Mereka juga tengah mengincar partai-partai kecil berbasis nasionalis. Yang sedang intens diajak berkomunikasi adalah Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan (PNBK). “Apakah mereka mau bergabung dengan PKB atau menjadi bagian dari konfederasi yang dibentuk, itu yang akan kami matangkan dulu,” imbuh menteri tenaga kerja dan transmigrasi (Menakertrans) tersebut.

Muhaimin kemarin juga menyinggung posisinya sebagai menteri tenaga kerja dan transmigrasi. Dia menyampaikan bahwa posisinya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II masih aman. Dia membantah telah menerima rapor merah dalam evaluasi oleh kepala negara pekan ini. Suami Rustini Murtadho itu menepis rumor yang beredar bahwa dirinya mengumpulkan pejabat eselon I di Kemenakertrans dalam rangka menyikapi evaluasi Presiden SBY.

”Memang ada forum pertemuan, tapi itu untuk percepatan reformasi birokrasi, bukan terkait dengan rapor kementerian. Status saya sendiri alhamdulillah masih rapor hijau karena memang cukup baik,” terang keponakan almarhum Gus Dur itu. (dyn/zul/c6/tof) (Dikutip dari Jawa pos, 20 Juli 2010)

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: